
"Kita sudah sampai nyonya Elena",ucap Luna dengan mempersilahkan Elena Fox untuk turun dari mobilnya.
"Hemm",balas Elena dengan berjalan keluar dari mobil.
Dengan langkah anggun dan berkharisma Elena berjalan masuk kedalam rumah keluarga Lancaster.
Sampai didepan pintu Peter menyambut mereka dengan tatapan bingung.
"Nona Luna anda sudah kembali tapi kenapa anda bersama nyonya Fox bukan dengan tuan Dion?",tanyanya dengan mengangguk hormat pada Elena Fox.
"Daddy masih ada urusan tapi sebentar lagi tiba Peter.",jawab Luna dengan mempersilahkan Elena untuk duduk diruang tamunya yang dituruti Elena.
"Saya akan menghubungi Daddy dan bilang anda ingin bertemu dengannya dirumah nyonya".
"Biar aku saja yang melakukannya supaya dia langsung datang",jawab Elena lalu mengambil ponselnya dan segera menghubungi nomor Dion Lancaster.
Didering pertama panggilan itu langsung tersambung.
"Halo Dion Lancaster sekarang aku berada di rumahmu.Aku ingin kau segera datang kesini karena ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu".
Dion yang masih berada direstoran tempat pertemuannya tadi sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Elena Fox ditelpon itu.
"A..anda ada dirumah saya sekarang nyonya?",tanyanya gugup.
"Iya jadi cepat kemari karena aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu!".
Mendengar itu Dion yang semula berniat bicara lagi dengan Thomson Grand yang juga masih berada disana terpaksa membatalkan niatnya itu.
Ditutupnya sebentar speaker ponselnya untuk berpamitan pada Thomson.
"Tuan Thomson maaf sekarang saya harus menyelesaikan urusan saya dengan Elena Fox terlebih dulu lalu setelah itu saya akan bicara dengan anda",terangnya lalu berjalan pergi dari tempat itu tanpa menunggu jawaban dari Thomson dan kembali bicara dengan Elena sambil berjalan menuju mobilnya.
"Sekarang saya sedang menuju kerumah nyonya.Saya akan tiba sekitar 15 menit lagi,harap anda tunggu saya sampai tiba",balasnya lalu mematikan panggilannya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu untuk kembali kerumahnya karena dia berpikir menemui Elena Fox lebih penting dari pada Thomson Grand sekarang.
Elena meletakkan kembali ponselnya setelah panggilannya dengan Dion berakhir dan menatap kearah Luna yang duduk tidak jauh darinya.
"Kenapa kau malah duduk disini bersamaku sekarang Luna".
"Karena anda tamu dirumah saya nyonya",jawab Luna bingung dengan ucapan Elena.
"Jadi kau masih ingin tinggal disini lagi setelah apa yang dilakukan tua Bangka itu padamu!",bentak Elena yang membuat Mery yang sedang membawa minuman untuk tamu tuan rumahnya itu terkejut dan merasa kesal karena perempuan paruh baya yang menjadi mertua nona mudanya ternyata perempuan jahat menurutnya
"Tentu saja tidak nyonya.Saya memang berniat pergi meninggalkan rumah ini",balas Luna.
"Kalau begitu bersiaplah sekarang karena aku tidak akan lama bicara dengan tua Bangka itu",perintah Elena.
"Maksud anda nyonya?",Luna semakin bingung.
"Siapkan barangmu dan ikut aku pulang ke rumahku, bukankah kau memang seharusnya tinggal disana karena kau sudah menikah dengan Marvin".
"I..itu benar tapi sepertinya masih banyak yang ingin aku luruskan dengan Marvin sebelum aku ikut anda pulang untuk bertemu Marvin lagi nyonya".
Luna ingin kembali menolak tapi segera mengurungkan niatnya dan memilih berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.
Luna bermaksud hanya membawa barang barang yang penting saja dari sana karena untuk pakaian dan kebutuhan lainnya dia bisa membelinya nanti atau menggunakan miliknya yang berada ditempat Marvin setelah mereka bicara nanti itu pikirnya.
Waktu Luna selesai membereskan kopernya dan bermaksud keluar dari kamar tiba tiba Mery masuk kedalam kamarnya.
"Nona muda apa anda akan ikut pergi dengan perempuan jahat yang menjadi mertua Anda itu nona muda?",tanyanya dengan ekspresi cemas.
Mendengar itu Luna terkejut lalu memeluk Mery lembut.
"Kenapa kau menyebut nyonya Elena perempuan jahat Mery?",tanya Luna dengan mencoba menenangkan perempuan yang sudah seperti ibu baginya itu.
"Karena dia tidak pernah bicara lembut pada anda selayaknya mertua dengan menantunya",balas Mery dengan wajah khawatir.
"Jangan khawatir Mery, meski nyonya Elena tidak lembut tapi dia baik aku yakin itu karena itu aku mau ikut dengannya sekarang dibandingkan harus tinggal disini dengan Daddy yang hanya berpikir ingin menjualku demi perusahaannya saja bukankah aku lebih baik pergi dengan mertuaku".
"Tapi bagaimana kalau nanti mertua Anda berniat jahat pada anda nona?",tanya Mery masih dengan ekspresi cemas.
"Jangan khawatir Mery dia tidak akan melakukannya dan kalau memang dia punya niat jahat aku tidak akan diam saja.Selain itu akan ada Marvin suamiku yang membelaku nanti".
"Apa anda yakin nona?",tanya Mery lagi yang kali ini dijawab anggukan penuh keyakinan oleh Luna.
"Tapi kalau suaminya anda mencintai anda kenapa yang menjemput anda bukan dia tapi mertua Anda yang seperti ingin memangsa anda itu".
"Sekarang sepertinya aku tidak bisa memilih siapa yang datang kesini untuk menjemputmu Mery, karena meski bukan Marvin yang datang itu tidak masalah yang penting orang itu punya niat baik ingin menyelamatkan aku dari niat jahat Daddy".
"Nona anda kuat jangan biarkan perempuan tua itu menindas anda nanti nona",mohon Mery yang diangguki oleh Luna.
" Itu pasti Mery, sekarang Aku pamit jaga dirimu dan Peter baik baik,karena aku tidak tau apakah aku masih bisa bertemu kalian lagi setelah ini atau tidak ",ucapnya dengan memeluk Mery semakin erat karena mendengar perempuan itu terisak dan Luna juga merasa terharu sekarang.
"Jaga diri nona baik baik ya ",pesan Mery pada Luna yang segera diangguki lagi oleh Luna lalu melepaskan pelukannya dari Mery dan keluar dari kamar dengan membawa kopernya.
Waktu sampai diruang tamu dia terpaku melihat Elena Fox yang tampak sedang bersitegang dengan Daddynya yang terlihat pucat dan gugup dihadapan perempuan paruh baya itu ,meski Elena fox hanya duduk diam ditempatnya semula.
"Nyonya Elena saya minta maaf karena melakukan ini,tapi saya melakukannya karena terpaksa nyonya.Kondisi perusahaan saya benar benar sudah diambang kehancuran dan dana yang anda janjikan belum juga keluar.Sudah berkali kali saya mencoba meminta untuk bertemu dengan Marvin tapi dia selalu menolaknya nyonya. Saya sudah benar benar putus asa karena itu saya melakukan hal segila ini pada putri saya sendiri nyonya meski sebenarnya saya juga merasa sangat terluka dan tidak ikhlas kalau Luna sampai menikah dengan anak Thomson Grand nyonya ".
Elena Fox masih diam tidak mengatakan apapun sebagai jawaban alasan yang diberikan Dion padanya dan waktu melihat ada Luna berdiri terpaku diruangan itu dia lalu menyuruh Luna menjauh dari sana karena tidak ingin Luna semakin mendengar apa yang akan dibicarakan nya dengan Dion nantinya.
"Keluarlah dan tunggu aku dimobil nanti aku akan menyusulmu setelah aku selesai bicara dengannya",perintah Elena yang diangguki oleh Luna lalu pergi dari ruang tamu itu tanpa menoleh sedikit pun kearah Dion Lancaster karena apa yang sempat didengarnya tadi sudah cukup membuat dirinya pergi dari rumah itu selamanya.
Dion yang melihat Luna keluar dengan sebuah koper ditangannya bermaksud mengejar Luna dan ingin mencoba menjelaskan pada Luna tentang apa yang sebenarnya terjadi , tapi suara Elena Fox langsung menghentikannya.
"Sekarang dia milikku jangan pernah lagi berniat menyentuhnya",ucap Elena dengan nada dingin membuat Dion Lancaster langsung membeku mendengarnya dan merasa tidak berdaya.
Mohon tinggalkan Like dan koment kalian reader.
Insya Allah malam nanti autor Up kan 1bab lagi 🥰🥰