
Marvin terhenyak mendengar apa yang dikatakan Sela padanya.
"A..apa itu benarSela !?",tanyanya terkejut.
"Maksud anda yang mana tuan Marvin?",tanya Sela merasa bingung dengan pertanyaan yang dimaksud Marvin.
"Nama Luna apakah benar namanya adalah Luna Lancaster?",tanya Marvin lagi yang kali ini dijawab anggukan oleh Sela.
" Iya benar tuan,apa itu bisa memberi anda petunjuk yang berguna tuan Marvin?",tanya Sela penasaran dan juga lega kalau memang benar.
"Ya itu sangat berguna dan terimakasih banyak sudah mau membantuku Sela",ucap Marvin dengan berdiri dari duduknya berniat untuk bergegas meninggalkan Kafe itu.
"Sama-sama tuan Marvin",balas Sela pada Marvin sebelum mereka berpisah yang tidak lagi dijawab oleh Marvin karena dia sudah keluar dari kafe itu.
Setelah berpisah dengan Sela dikafe Marvin segera menghubungi Garend sambil mengemudi.
"Ya Vin ada apa kau menghubungiku karena sekarang aku sedang sibuk!",jawab Garend ketus.
" Garend hubungi tuan Dion Lancaster sekarang , minta dia menemuiku segera atau kalau dia menolak bilang aku yang akan pergi ketempatnya",perintah Marvin yang membuat Garend bingung.
"Kenapa begitu tiba tiba kau ingin bertemu dengannya sementara sebelumnya kau selalu menolak menemui pria itu.Apa ini ada hubungannya dengan Luna".
"Iya benar".
"Tapi apa?Apakah dia yang sudah menculik Luna mu karena marah kau tidak berniat mencari anaknya tapi malah berhubungan dengan perempuan lain sementara kau masih menjadi menantunya sampai sekarang sekarang Vin?",tanya Garend penasaran.
"Bukan,tapi karena Luna adalah anak Dion Lancaster",jawab Marvin yang langsung membuat Garend terdiam karena syok dibalik telpon sana mendengar apa yang dikatakan Marvin tentang hubungan Luna dan pria yang ingin dihindari Marvin selama ini .
"Jadi hubungi dia sekarang juga karena aku harus menanyakan masalah ini langsung padanya Garend",perintah Marvin dengan nada tidak sabar.
"Tu...tunggu Vin apa maksudmu Luna adalah anak Dion Lancaster?",tanya Garend masih belum bisa mencerna ucapan Marvin barusan.
"Itu benar Rend, Luna ternyata adalah perempuan Dion yang sudah kabur dari pernikahannya denganku waktu itu",terang Marvin pada Garend.
Terdengar Garend menarik nafas terkejut mendengar hal itu.
"Vin jadi ternyata perempuan yang kau sukai itu adalah perempuan yang sudah membuatmu sangat membencinya juga begitu maksudmu?",tanya Garend lagi untuk memastikan kebenarannya.
"Iya dan berhenti bertanya tapi lakukan perintahku!",hardik Marvin mulai kesal.
"Baiklah tapi apa yang akan kau lakukan padanya kalau kalian nanti bertemu, jangan bilang kau akan membalas dendam karena apa yang sudah dia lakukan padamu waktu itu Vin?".
"Tentu saja aku akan membalasnya nanti,tapi sekarang yang lebih penting adalah mencari keberadaannya dengan pasti dulu dan kurasa Dion Lancaster tau dimana Luna berada,tapi sengaja menyembunyikannya dariku karena itu aku harus bertemu dengannya untuk tau apa alasan sebenarnya dia melakukan ini pada putrinya sendiri Garend".
"Baiklah kau adalah bosnya jadi apapun perintahmu aku akan lakukan.Oh iya dimana pacarku sekarang apa dia aman.Karena aku khawatir dia juga akan diculik oleh mertuamu yang menyebalkan itu karena sudah membantumu dan anaknya selama ini".
"Shittt Garend beraninya kau bicara seperti itu pada bosmu ini.Apa kau sudah benar benar bosan bekerja denganku!",bentak Marvin kesal.
"Aku bertanya seperti itu karena aku sadar apa posisiku dikantormu Vin,kalau yang hilang Luna mungkin kau bisa menyewa detektif untuk mencarinya karena kau punya banyak uang tapi kalau yang hilang itu Sela kurasa aku hanya bisa meratapinya",balas Garend lagi.
"Sudahlah sekarang cepat lakukan apa yang aku perintahkan".
***
Sementara itu dikediaman Lancaster.
"Bagaimana kondisi dia?",tanya Dion Lancaster pada Peter dengan nada suara dingin.
"Maksud anda nona Luna tuan?".
"Tentu saja siapa lagi".
"Dia baik baik saja dan terlihat tenang tidak seperti waktu anda mengurungnya untuk dinikahkan dulu".
"Sepertinya pergi dari rumah membuat pikirannya terbuka atau mungkin saja dia sudah tau siapa sebenarnya calon suaminya dulu karena itu dia tenang sekarang".
"Mungkin saja tuan karena itu apa anda berniat membebaskan nona Luna tuan?",tanya Peter dengan nada harap harap cemas tuan besarnya itu tidak keras kepala lagi pada putri semata wayangnya hanya karena masalah perusahaannya.
"Tidak tapi katakan padanya nanti malam aku ingin bicara dengannya diruang makan".
Mendengar itu Peter terlihat kecewa tapi tidak berani membantah dan hanya mengangguk pada Dion lalu berniat pergi dari ruang kerja pria itu tapi sebelum Peter keluar Dion kembali bertanya pada pegawainya itu.
"Apa ada Khabar dari pihak Marvin karena Luna menghilang?",tanyanya yang membuat Peter ingat tentang telpon dari perusahaan Marvin tadi.
"Oh itu, iya ada tuan tadi pegawai dari Marvin Corp menelpon kekantor kita dan bilang bahwa tuan Marvin ingin bertemu anda secara pribadi".
"Dia bilang untuk apa dia ingin bertemu denganku?",tanya Dion terlihat semangat karena akhirnya Marvin memberikan respon dari permintaannya selama ini yang menandakan bahwa ini ada sangkut pautnya dengan Luna yang dibawanya pulang.
"Pegawai Marvin tadi tidak bilang untuk apa tapi bukankah kita memang ingin bertemu dengan pihak mereka untuk membicarakan kerja sama tuan".
"Itu benar tapi mereka selalu menolak dan baru memberi waktu setelah putriku kuambil kembali sekarang.Apa dia pikir aku akan semudah itu mengiyakan permintaan pria sombong itu setelah beberapa waktu lalu sempat menjadi pengemis padanya",ucap Dion dengan geram.
"Jadi..apa kita akan menolak permintaan mereka atau mengiyakannya tuan?",tanya Peter.
"Aku akan diam saja dulu sambil mencari tau apakah Luna dan pria sombong itu memang sudah saling tau tentang status mereka sebenarnya atau tidak".
"Jadi apa rencana anda tuan?",tanya Peter lagi.
"Sementara biarkan saja,permintaan mereka kita lihat sampai dimana usaha pria sombong itu berniat menemuiku".
"Baiklah kalau itu yang ingin anda lakukan saya akan menuruti perintah anda untuk bilang pada pihak Marvin bahwa anda saat ini tidak ingin bertemu dengan mereka".
"Iya lakukan lah,dan minta Mery memasak makanan kesukaan Luna malam ini katakan padanya aku yang menyuruh sebagai ucapan selamat datang pada putriku tercinta".
"Baik akan saya sampaikan tuan",jawab Peter lalu pergi keluar dari ruangan kerja Dion.
Sepeninggal Peter Dion lalu menghubungi seseorang.
"Halo tuan Grand ini saya Dion Lancaster bisa kita bertemu Minggu ini karena ada yang ingin saya bahas dengan anda.Ini tentang keinginan anda yang ingin mempersunting putri saya sebagai menantu anda tuan. Bagaimana apa anda bersedia bertemu dengan saya?".
Like dan komentnya reader supaya autor semangat untuk Up terus🥰🥰.