Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
29. Perintah Dion Lancaster.


Dikediaman Dion Lancaster pria tua itu duduk diruang kerjanya dengan perasaan gelisah karena pesan yang dikirimkan pada Marvin belum juga mendapat balasan,sementara kondisi perusahaannya semakin hari semakin memburuk.


Dalam kondisi seperti itu tiba tiba pintu ruang kerjanya diketuk oleh seseorang.


"Siapa?!",jawabnya dengan nada marah.


"Tuan ini saya Peter.Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada anda sekarang",ucap orang yang berada diluar ruang kerjanya.


"Masuklah",perintahnya dengan menatap lurus kearah pintu yang perlahan terbuka itu.


Setelah mendengar perintah itu Peter yang merupakan anak buah kepercayaan Dion masuk kedalam ruang kerja pria tua itu.


"Hal penting apa itu cepat katakan",pinta Dion dengan nada kesal menatap tajam kearah Peter.


" Ini tentang nona Luna tuan.Saya sudah menemukan petunjuk tentang keberadaan nona Luna sekarang",lapor Peter.


Mendengar itu Dion langsung menegakkan tubuhnya merasa senang karena akhirnya jalan keluar dari masalahnya mulai kelihatan.


"Dimana dia sekarang !? Kenapa kau tidak langsung menangkapnya saja dan membawanya pulang?!",hardik Dion marah pada Peter.


"Itu... maaf kan saya tuan karena kemarin saya melihatnya sedang bersama tuan Marvin Fox jadi saya tidak terlalu berani mendekat".


"Apa dia bersama Marvin?!Kalau dia ada bersama Marvin kenapa Marvin selalu menolak bertemu denganku dan seperti tidak perduli padaku sebagai mertuanya?!".


Dion semakin marah mendengar apa yang dilaporkan Peter padanya karena merasa pihak Marvin bermaksud ingin mengingkari janji padanya.


"Mungkin tuan Marvin tidak tau kalau itu nona Luna tuan karena mereka kan belum pernah bertemu sebelumnya dan waktu saya melihatnya kemarin penampilan nona Luna sangat berbeda dari biasanya".


Mendengar penjelasan Peter Dion tampak berpikir.


"Kau benar soal itu tapi sedang apa Luna bersama Marvin?".


"Sepertinya nona Luna bekerja di perusahaan tuan Marvin tuan".


"Bekerja disana? untuk apa dia harus repot melakukan itu dasar anak tak tau diri",maki Dion kesal.


"Jadi bagaimana sebaiknya tua. Apa kita biarkan saja nona Luna tetap seperti sekarang bekerja bersama tuan Marvin Fox atau saya ajak dia pulang lalu kita jelaskan padanya duduk perkara sebenarnya serta kita beritau siapa sebenarnya pria yang sudah menjadi suaminya".


"Kau harus membawanya pulang Peter tapi aku yakin dia tidak mau kalau kau memintanya dengan baik baik jadi culik saja dia agar dia tidak bisa menolak untuk pulang kemari dan untuk masalah pernikahannya dengan Marvin biar aku yang akan menyelesaikannya kau tidak perlu memikirkan itu".


"Tapi haruskah saya menculiknya betulan tuan saya rasa itu ...".


Peter tampak ragu ragu dengan perintah Dion karena menurutnya itu terlalu berlebihan tapi sepertinya ucapannya saat ini tidak bisa lagi didengar oleh pria tua didepannya itu yang sudah tertutup masalah yang dihadapi pria itu sekarang.


"Lakukan saja apa yang aku perintahkan dan berhenti membantah Peter",hardik Dion semakin marah.


"Baik akan saya lakukan tuan Lancaster",jawab Peter lalu permisi pergi dari ruang kerja Dion Lancaster karena dia tau apapun yang dikatakannya pada priantua itu saat ini tidak ada gunanya.


***


Dikantor Marvin*


"Vin Hari ini aku diundang nyonya Alena untuk bertemu dengannya direstoran Italia tempat kita makan malam waktu itu",terang Luna pada Marvin dikantor pria itu.


"Kenapa tidak kau tolak saja sayang.Aku khawatir mamaku punya maksud buruk dengan mengundangmu seperti ini apa lagi aku tidak bisa ikut denganmu karena ada masalah proyek yang harus aku kerjakan sekarang hingga aku terpaksa harus lembur lagi malam ini".


"Jangan khawatir mamamu tidak akan melakukan apa apa padaku Vin",bujuk Luna agar Marvin memberinya ijin pergi.


"Aku yakin itu hanya alasanmu agar aku membatalkan pertemuan kami sekarang Vin dan tetap disini bersamamu",balas Luna sedikit kesal.


"Tentu saja aku ingin kau tetap menemani aku lembur disini malam ini sayang, karena aku khawatir malam ini aku harus menginap lagi dikantor seperti kemarin ".


"Tapi tidak setiap hari kita tidak bersama jadi ..".


"Bagiku itu sama saja sayang,jadi ayo batalkan janji mu dengan mamaku dan tetap lah disini bersamaku sekarang",bujuk Marvin dengan sengaja menelusupkan tangannya kebalik kemeja yang dipakai Luna hingga menyentuh kulit tubuh Luna, bermaksud supaya Luna mau menurutinya.


"Vin lepas jangan mencoba mencegahku dengan cara ini karena aku akan marah padamu nanti!"gertak Luna dengan mencoba menepis tangan Marvin yang seperti lengket dikulit tubuhnya sekarang.


"Kalau kau marah aku akan membujukmu sampai kau kembali membaik".


"Kali ini tidak akan bisa Vin karena aku benar benar ingin bertemu dengan mamamu untuk mengobrol dengannya".


"Kalau begitu berikan aku sogokan agar aku memberimu izin sayang",pinta Marvin dengan sengaja menarik lepas cardigan yang dipakai Luna.


"Vin!ini masih dikantor bagaimana nanti kalau ada yang masuk lagi seperti waktu itu".


"Kali ini tidak akan ada yang bisa masuk kesini percayalah padaku",ucap Marvin dengan mulai melepassatu persatu kancing kemeja kerja yang dipakai Luna sampai kebawah.


"Tapi Vin aku janji pukul 18.30 sudah tiba disana dan sekarang sudah pukul 17.30 bagaimana kalau aku terlambat dan membuat nyonya Alena marah padaku".


"Kalau kita lakukan sekarang aku yakin kau tidak akan terlambat nanti",ucap Marvin dengan menarik Luna keatas pangkuannya.


"Waktunya terlalu sempit Vin aku khawatir...".


"Sttt, short time sayang",ucap Marvin berbisik ditelinga Luna membuat tubuh Luna langsung meremang.


"Ba..bagaimana caranya?",tanya Luna gugup.


"Ikuti saja instruksi ku sayang",ucap Marvin lagi dengan tangan sudah melepas pengait penutup dada Luna hingga lepas, lalu perlahan mulai memainkan mulutnya disana membuat Luna harus mencengkram erat bahu Marvin agar posisi duduknya dipangkuan pria itu stabil.


"Vin ini....".


"Tidak papa sayang aku suka seperti ini kamu terlihat sangat menawan",ucap Marvin dengan menelusurkan bibir dan lidahnya dibagian dada Luna membuat Luna tanpa sadar mengeluarkan rintihannya karena merasakan sensasi luar biasa dari apa yang sekarang Marvin lakukan.


"Mau mencoba memimpin sayang",ucap Marvin dengan menatap kearah Luna yang sudah diliputi oleh gairah sekarang.


"Kau yakin Vin?",tanya Luna pada Marvin.


"Lakukan apa yang kau suka padaku seperti apa yang biasa aku lakukan padamu sayang",ucap Marvin yang langsung dijawab anggukan oleh Luna dan mulai melakukan apa yang dikatakan Marvin.


Marvin mendesis keras saat merasakan miliknya berada didalam milik Luna dengan posisi Luna berada diatas pangkuannya.


"Luna cepat lakukan",pinta Marvin dengan mencengkram tepi kursi kerjanya sebagai tumpuan waktu Luna mulai bergerak menaik turunkan bagian bawah tubuhnya yang membuat Marvin menggila dengan mengeluarkan suara suara tidak karuan.


"Vin...."Desis Luna mulai merasa menyukai apa yang dilakukannya sekarang pada Marvin karena seolah dia bisa mengendalikan Marvin seutuhnya dengan itu.


"Oh Luna....."Desis Marvin waktu Luna semakin mempercepat gerakannya hingga Marvin merasa dirinya akan segera mencapai puncaknya.


"Vin aku ingin meledak"ucap Luna dengan setengah mendesis dan nafas memburu karena merasa sesuatu dari bawah tubuhnya perlahan membesar dan siap untuk meledak dasyat.


Marvin ingin mengganti posisi permainan mereka tapi dia ingat dia sudah berjanji pada Luna untuk membiarkan Luna pergi bertemu mamanya jadi dia memilih membiarkan Luna tetap memimpin sampai akhir.


Mohon tinggalkan like dan komen ya reader 🥰🥰