Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
51. Pemilihan Sekretaris.


"Ini perempuan yang akan diseleksi menjadi calon sekretaris mu Vin",ucap Garend dengan memberikan data 10 orang perempuan yang akan menjadi calon sekretarisnya.


Marvin membuka satu persatu berkas data para pelamar itu dengan sangat teliti membuat Garend heran, karena biasanya Marvin tidak pernah seperduli itu dengan para calon sekretarisnya meski mereka cantik dan menarik kecuali Luna waktu menyamar.


"Vin kau serius ingin mencari sekretaris seperti yang kau sebutkan itu?",tanya Garend merasa tidak percaya.


"Iya,bukankah mamaku juga menyuruh seperti itu sebagai anak baik tentu saja aku harus menuruti keinginannya".


"Hufft".


Garend menghela nafas karena merasa lelah menghadapi tingkah ibu dan anak ini.


"Jujur aku merasa lelah menghadapi sikap kalian berdua.Bagaimana dengan Luna apa dia tidak merasa seperti itu pada kalian?",ucapnya yang dijawab gelengan oleh Marvin.


" Luna merasa baik baik saja. Bahkan sepertinya dia sangat menikmati perannya sebagai asisten pribadi mamaku sampai sampai aku sering ketiduran karena menunggunya masuk kedalam kamar".


"Memangnya meski dirumah Luna juga tetap harus menjadi asisten pribadi Tante Elena Vin?".


"Ya sampai mamaku tidur karena entah sejak kapan mamaku menjadi orang sok sibuk dengan berlama lama diruang kerjanya bersama Luna",jawab Marvin dengan menggerutu.


Garend bingung harus bicara apa mendengar keluhan Marvin sekarang dan dia mulai mengerti kenapa Marvin ingin mencari sekretaris yang seperti kriterianya dikantor.


" Jadi kau melakukan ini sengaja untuk membalas mamamu Vin.Tapi apa kau tidak takut akan membuat Luna kesal nantinya Vin?".


"Aku malah penasaran apakah dia bisa kesal padaku karena aku merasa selama ini hanya aku saja yang selalu kesal dengannya dan aku juga ingin melihat reaksi mamaku kalau aku selama sehari penuh bersama perempuan seperti itu dikantor".


"Kau benar benar anak tante Elena Vin",gumam Garend dengan menggeleng.


Marvin tidak menjawab tapi menunjukan orang yang diinginkannya pada Garend.


" Aku ingin dia. Sepertinya dia pintar dan juga sangat menarik dari segi penampilan dan satu lagi ini dia juga cantik.


Lalu yang ini aku tertarik dengannya. Kalau mereka berdua menjadi sekretarisku aku rasa suasana kantor yang membosankan ini akan berubah menjadi menyenangkan".


Garend menatap dua data perempuan yang dipilih Marvin untuk menjadi sekeretarisnya.Garend akui mereka sangat cantik dengan latar belakang pendidikan bagus lalu punya pengalaman menjadi sekretaris pribadi diperusahaan besar tapi jujur saja Garend tidak suka begitu juga Tante Elena dan Luna karena didata pribadi rahasia mereka juga dicantumkan kalau mereka pernah punya rumor tidak baik berkaitan dengan bos yang mereka layani dalam istilah mudahnya mereka penggoda pria tampan dan kaya. Kalau Marvin memilih mereka pasti Marvin merupakan sasaran empuk mereka.Kalau Tante Elena tau yang akan disalahkan nanti pasti Garend karena Garend yang dimintanya untuk mencarikan Marvin sekretaris.


"Vin kau sudah gila dengan menginginkan mereka menjadi sekretarismu?!".


"Kenapa kau terlihat terkejut Rend? Bukankah mereka berdua sesuai kriteriaku dan mamaku",jawab Marvin dengan santai.


"Kau lihat mereka pernah punya masalah karena menggoda atasan mereka Vin!".


"Itu hanya rumor jangan terlalu dipercaya kalau pun benar aku rasa mereka akan kecewa dengan ku Rend".


"Kau mungkin tidak masalah tapi bagaimana. dengan Luna Vin apa kau tidak perduli dengan perasaannya?".


"Ada mamaku yang akan menjelaskan padanya nanti".


"Ah..terserah kau saja aku lelah memberitaumu, lebih baik aku menyelesaikan pekerjaanku lalu pulang untuk bertemu Sela. Sudah beberapa hari aku tidak menemuinya aku merindukannya hari ini".


Tiba tiba saja Marvin menatap Garend tajam.


"Masalah proyek dengan pihak negara H juga harus kau periksa dan aku ingin laporannya ada dimejaku sebelum waktu pulang kantor kalau tidak selesai kau harus lembur".


"Bukankah itu bukan proyek mendesak dan kau bilang bisa dikerjakan nanti saja tapi kenapa tiba tiba hari ini kau meminta aku menyelesaikannya Vin?!".


"Oh sial,kau yang ditelantarkan oleh Luna tapi aku yang harus mendapat imbasnya"gerutu Garend dengan bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar ruang kerja Marvin.


Setelah Garend keluar dari dalam ruangannya Marvin melempar berkas data calon sekretarisnya itu dengan perasaan kesal,"Dasar menyebalkan kenapa bukan Luna saja yang menjadi sekretarisku",gerutunya.


***


Hari perekrutan sekretaris*


Elena Fox menatap Marvin tajam waktu dengan santainya Marvin bilang kalau dua perempuan yang dikatakannya pada Garend itu diterima sebagai sekretaris pribadinya dan boleh mulai bekerja dari besok pagi.


"Marvin Fox!",panggil Elena dengan masuk kedalam ruang kerja Marvin.


"Ada apa ma?",jawab Marvin dengan wajah datar tidak perduli dengan kekesalan yang diperlihatkan sang mama padanya.


"Kau sedang menguji kesabaran mama bukan?!",tanyanya ketus.


"Kenapa mama marah sementara Luna yang istriku saja tidak bereaksi".


"Oh...begitu baiklah kita lihat saja apakah rencanamu kali ini akan berhasil".


"Bukankah sudah berapa kali kubilang pada mama berhenti ikut campur dalam urusan kantor seperti aku yang tidak ikut campur keinginan gila mama yang meminta Luna menjadi asisten mama".


"Jadi kau melakukan ini karena ingin membalas mama begitu?".


"Aku tidak ingin mengatakannya seperti itu ma,tapi sebagai suami Luna aku merasa tidak suka mama membatasi hubungan kami dengan alasan alasan tidak masuk akal mama itu".


"Bagian mana yang kau sebut sebagai alasan tidak masuk akalku .Aku memperkerjakan Luna untuk menghindari rumor dikantor".


"Hufft".


Marvin menghela nafasnya dengan menyandarkan tubuhnya kekursi kerjanya.


"Kalau mama keberatan mama bisa menyuruh Luna untuk menjadi sekretarisku lagi bagaimana?",tawar Marvin.


"Makin hari kau semakin membuat mama lelah!",ucapnya lalu keluar dari ruang kerja Marvin dengan ekspresi kesal.


"Aku juga lelah ma .Aku hanya ingin hidup normal bersama Luna kenapa sulit sekali",gerutu Marvin dengan kesal.


"Apa dengan mengerutu dibelakang Tante Elena kau merasa puas Vin?",balas Garend yang membuat Marvin menatap Garend tajam.


"Kalau bukan urusan pekerjaan jangan masuk kekantorku karena kau tidak kalah menyebalkannya seperti mamaku",jawab Marvin kesal.


"Aku hanya ingin minta tanda tanganmu soal pekerjaan jadi jangan menuduhku sembarang dulu Vin".


"Kemarikan",ucap Marvin dengan menerima berkas yang ada ditangan Garend.


"Aku rasa malam ini kau harus menjelaskan masalah ini pada Luna Vin",celetuk Garend lagi sebelum keluar dari kantor Marvin.


"Itu kalau nenek sihir malam ini melepaskannya",balas Marvin dengan mengusir Garend keluar dari kantornya.


"Kenapa aku merasa kalian semua akhir akhir ini menjadi semakin menyebalkan tidak bisakah kalian duduk lalu bicara selayaknya keluarga bukan malah saling balas seperti ini",ucap Garend yang tidak ditanggapi oleh Marvin karena dia merasa apa yang dikatakan Garend itu benar.