Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
54. Ancaman Luna.


Seketika Elena dan Luna menoleh kearah pintu dan ekspresi mereka langsung berubah kaku waktu melihat seorang perempuan cantik dengan penampilan sangat sexy berjalan masuk kedalam ruang kerja Marvin dengan membawa 2 cangkir kopi di tangannya.


"Tuan Marvin ini kopi pesanan anda".


"Terimakasih Adel sekarang keluarlah dan kerjakan pekerjaanmu",perintah Marvin dengan menggerakkan tangannya untuk mengusir perempuan itu.


Adel mengangguk lalu bermaksud berjalan keluar tapi segera ditahan oleh Elena Fox.


"Tunggu!".


Seketika perempuan bernama Adel itu menghentikan langkahnya.


"Iya ada apa nyonya".


"Jadi kau sekretaris putraku yang baru?".


"Benar nyonya apa ada masalah?".


"Aku hanya ingin memastikan apakah kau nyaman berpakaian seperti itu didepan seorang pria yang sudah menikah?",tanya Elena Fox dengan tatapan tajam kearah perempuan itu.


"Ini gaya berpakaian saya nyonya dan saya merasa nyaman dengan ini'.


"Ah...begitu...lalu apa kau sudah punya pasangan?",tanya Elena yang membuat Adel langsung menggeleng.


"Waktu saya melamar sebagai sekretaris disana tidak diharuskan sudah punya pasangan".


"Kau benar tapi ketahuilah penampilan seseorang mempengaruhi penilaian orang lain tentang diri kita kau pasti mengerti maksudku".


"Maaf nyonya jujur saja saya tidak mengerti karena selama ini saya tidak punya masalah dengan apa yang saya kenakan".


"Aku percaya,tapi seharusnya tubuh indahmu itu hanya milikmu dan pasanganmu karena tidak semua orang berhak menikmati keindahan yang kita miliki.Bagaimana pendapatmu?".


"Ya.... nyonya".


"Baik pergi lah sekarang dan jangan pernah percaya dengan ucapan rekan kerja atau atasan priamu yang bilang mereka hanya butuh kinerja nyatamu sementara tetap membiarkan kau berpakaian yang membuat bola mata mereka hampir meloncat keluar",ucap Elena Fox dengan melirik tajam kearah Marvin yang dari tadi hanya diam mendengarkan ocehan Elena pada sekretaris nya.


Perempuan bernama Adel itu lalu keluar dari ruang kerja Marvin dengan mencoba merapikan penampilannya dihadapan Elena Fox.


Sementara Luna masih diam tidak bersuara sedikit pun karena terlalu kesal dengan apa yang dilihatnya itu.


"Aku akan keruangan Garend kuberi waktu 30 menit untuk menjelaskan ini pada dia", Elena bicara pada Marvin dengan menunjuk kearah Luna lalu berjalan keluar ruangan Marvin meninggalkan mereka berdua.


Setelah diruangan hanya tinggal mereka berdua Luna menarik nafas keras dan menghempaskan tubuhnya kesofa.


"Huffft... luar biasa. Apa kau merasa nyaman selama lebih dari 8 jam bersama sekretarismu tadi Vin?",tanyanya dengan tidak menatap kearah Marvin karena merasa kesal.


Marvin berjalan mendekat kearah Luna dan duduk disampingnya.


"Bukankah aku sudah menjelaskan hal ini padamu waktu itu sayang".


"Itu benar tapi sebagai seorang istri aku tetap saja merasa resah melihat nya dan aku tidak percaya kau tidak meliriknya sama sekali selama kalian berada dalam satu ruangan",cerocos Luna merasa sangat kesal.


"Aku memang melihatnya tapi sudah kukatakan kalau aku tidak tertarik apa kau masih tidak percaya".


"Tentu saja tidak percaya karena penampilannya terang terangan untuk menggoda mu".


"Sudah kukatakan aku tidak tergoda kenapa kau masih tidak percaya",balas Marvin dengan mencoba menarik Luna kepelukanya tapi ditepis Luna.


"Dibelakang mu juga tetap sama sayang kalau kau tidak percaya diamlah disini sampai nanti sore kau lihat sendiri bagaimana aku bersama mereka apakah aku terlihat tertarik atau tidak".


"Aku tetap tidak yakin".


"Lalu kalau begitu aku harus bagaimana supaya kau percaya?".


"Kalau aku suruh memecat mereka kau pasti tidak mau karena tidak etis. Aku memintamu menyuruh mereka merubah penampilannya kau juga tidak mau,jadi karena kau tidak mau sebaiknya aku ikut saja gaya mereka supaya adil",jawab Luna dengan mulai membuka semua kancing kemeja formalnya hingga bra yang dipakainya terlihat jelas didepan mata Marvin membuat Marvin harus menelan ludahnya yang terasa kelat menyaksikan apa yang dilakukan Luna didepannya sekarang.


Setelah bagian depan kemejanya terbuka lalu dia sengaja menarik keatas kemeja formal itu sampai sebatas dada kemudian mengikat kedua ujungnya erat membuat penampilan Luna benar benar terlihat sangat sexy dan menggoda sekarang,selanjutnya tiba tiba Luna berdiri dan berjalan menuju meja kerja Marvin lalu mengambil gunting yang ada disana dan tiba tiba saja menggunting rok panjang yang dipakainya sampai hanya berada dibawah pan*tatnya.


Untuk sentuhan terakhir Luna sengaja mengikat tinggi rambut panjangnya hingga leher jenjangnya terlihat jelas sekarang membuatnya benar benar sangat cantik dan Sexy bagi Marvin yang berkali kali harus menelan Ludah melihat penampilan istrinya sekarang.


"Bagaimana aku juga cantik bukan?",tanyanya dengan mendekat kearah Marvin lalu sengaja membungkuk didepan Marvin.


Membuat Marvin hanya bisa menjawab pertanyaan Luna dengan anggukan kepala saja.


" Kau sangat cantik sayang ",jawab Marvin dengan suara parau lalu mengulurkan tangannya bermaksud meraih Luna tapi segera ditepis Luna.


"Aku berpenampilan. seperti ini bukan untuk menggodamu",Jawabnya dengan menegakkan lagi tubuhnya dan menjauh dari Marvin.


"Lalu?".


"Tentu saja untuk bekerja bersama nyonya Elena Fox".


Seketika Marvin berdiri dari duduknya dan menarik Luna lalu menguncinya disofa.


"Jangan berani kau keluar seperti ini!",bentak Marvin marah.


"Kenapa? bukankah kau juga boleh melihat tubuh perempuan lain selain milikku setiap hari lalu kenapa aku tidak boleh?!",balas Luna dengan berusaha mendorong tubuh Marvin supaya menyingkir dari atasnya tapi tidak berhasil.


"Vin minggir aku harus bekerja sekarang nyonya Elena sudah menungguku dia bilang kita hanya diberi waktu bicara 30 menit dan sekarang sudah lebih".


"Aku tidak perduli!pokoknya kau tidak boleh kemana mana dengan penampilan seperti itu hanya aku yang boleh melihat tubuhmu karena kau milikku".


"Egois!kau tidak mau mendengarkan pendapatku kenapa aku harus mendengarkan mu Vin!".


"Aku selalu mendengarkanmu meski aku tidak suka!".


"Kau bohong kalau kau mendengarkan aku kenapa kau tetap membiarkan para sekretarismu telanjang saat bekerja!".


"Mereka berpakaian Luna hanya saja... pakaian balita",jawab Marvin dengan memalingkan wajahnya karena tiba tiba dia ingin tertawa mengingat apa yang dikatakan Garend tadi tentang pakaian kedua sekretaris barunya itu.


"Kenapa kau tertawa?!",tanya Luna masih dengan wajah cemberut.


"Tidak aku hanya ingat apa yang dikatakan Garend tentang mereka berdua tadi sayang..",jawab Marvin dengan bangkit dari posisinya lalu menarik Luna untuk ikut bangkit.


"Baiklah sepertinya aku menyerah sayang",ucap Marvin dengan menarik lepas ikatan kemeja Luna lalu mengancingkannya lagi seperti semula.


"Maksudmu?",


"Aku akan suruh kepala sekretaris untuk menegur mereka agar berpakaian rapi kekantor kalau mereka masih ingin bekerja disini bagaimana puas nyonya muda Fox",jawab Marvin dengan memagut bibir Luna gemas.


Maaf baru Up🙏🙏