Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
40 Kenyataan Sebenarnya.


Luna menatap perempuan paruh baya itu dengan tatapan kagum yang tidak bisa disembunyikannya sampai dia tidak sadar waktu Elena memanggil namanya dan baru mendengar waktu Elena mengulang panggilannya.


"Apa kau akan tetap berdiri disana menatap pria gendut itu diberi pelajaran oleh anak buahku atau kau mau ikut pergi bersamamu dari sini sekarang!",hardik Elena pada Luna.


"Oh...anda mengajak saya pergi nyonya?",tanya Luna masih setengah bingung tapi berjalan menghampiri perempuan paruh baya itu.


"Tentu saja memangnya siapa orang yang membuat aku jadi seperti nenek gila tadi",balas Elena lagi dengan mengkode kearah Luna untuk mengikutinya masuk kedalam mobilnya.


Melihat itu dengan patuh Luna mengikuti Elena berjalan menuju mobil perempuan itu.


Dengan anggun Elena masuk kedalam mobil tapi waktu Luna bermaksud ikut masuk untuk duduk disampingnya Elena segera mencegahnya.


"Kau duduk didepan",perintahnya pada Luna yang membuat Luna langsung mengangguk lalu bermaksud duduk dikursi samping supir tapi lagi lagi Elena mencegahnya.


"Kau yang harus mengemudikan mobil ini sekarang",perintahnya yang membuat Luna langsung mengerutkan keningnya bingung dan masih tidak percaya pada apa yang dikatakan Elena padanya.


"Maksud anda saya yang harus mengemudi mobil ini untuk anda sekarang,begitu nyonya".


"Ya tentu saja,apa kau menolak melakukannya untukku setelah apa yang aku lakukan tadi untukmu",jawab Elena dingin membuat Luna terpaksa menarik nafas mendengar hal itu lalu masuk kedalam mobil dan duduk dikursi kemudi.


Melihat hal itu Elena langsung tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Luna.


"Anda ingin saya antar kemana nyonya?",tanya Luna pada Elena yang duduk nyaman dengan bersandar dikursi belakang.


"Kerumah mu, aku ingin bertemu pria brengsek yang sudah menjadi besanku itu sekarang",perintahnya yang langsung diangguki oleh Luna dengan mulai menghidupkan mesin mobil Luna lalu mulai melajukan mobil itu meninggalkan tempat dimana dia tadi dibawa oleh Carles Gran waktu pingsan.


"Apa tadi anda kemari menyupir sendiri nyonya?",tanya Luna dengan melirik kearah kursi belakang mobil itu.


"Kenapa kau menanyakan itu apa kau tidak suka kusuruh mengemudi untukku padahal aku sudah bersusah payah menyelamatkanmu tadi",gerutu Elena dengan nada kesal.


"Tentu saja tidak nyonya bahkan saya sangat berterimakasih karena kalau anda tidak datang saya tidak tau apa yang akan terjadi pada diri saya selanjutnya".


"Itu karena kau bodoh",jawab Elena masih dengan nada ketus kearah Luna.


"Maksud anda nyonya?",tanya Luna dengan nada sama seperti Elena karena jujur saja dia tidak terima dibilang bodoh meski itu oleh perempuan yang lebih tua darinya


"Lalu apa namanya kalau bukan bodoh dengan menurut waktu ada yang membawamu pergi begitu saja".


"Itu karena saya tidak sadar waktu siCarles membawa saya tadi.Saya pingsan setelah meminum teh yang diberikan tuan Grand pada saya waktu direstoran tadi".


"Kalau tadi kau tidak sadar bukankah tadi pagi kau masih sadar waktu Dion membawamu pergi tapi kau tetap ikut pergi bersamanya tanpa curiga sedikit pun".


"Saya tidak berpikir Daddy saya akan tega melakukan hal memalukan itu lagi pada saya setelah dulu saya sempat kabur nyonya".


"Jadi intinya kau lebih suka menikah dengan sigendut Carles itu daripada dengan Marvinku apa benar begitu!?".


"Tentu saja tidak nyonya.Saya menyukai Marvin dan tidak berniat menikahi siCarles itu".


Luna tersentak mendengar apa yang baru dikatakan Elena itu dan tanpa sadar langsung menginjak rem mobil hingga membuat mobil itu berhenti mendadak dan membuat Elena sempat terhentak kedepan.


"Oh sial!Apa kau sangat membenciku karena sudah menyuruhmu mengemudi jadi menghentikan mobil secara tiba tiba seperti itu!",bentak Elena marah pada Luna.


"Ma...maaf nyonya saya tidak sengaja karena saya terkejut mendengar apa yang anda katakan barusan".


"Yang mana?!",balas Elena masih dengan nada ketus pada Luna.


"Soal calon suami saya waktu itu dan kenapa saya sampai kabur. Itu karena saya berpikir Daddy saya sudah menjodohkan saya dengan rekan bisnisnya yang sudah berusia lanjut dan saya tidak tau kalau ternyata calon suami saya adalah Marvin nyonya dan dirumah saya tidak ada yang mengatakan soal itu sama sekali pada saya waktu itu".


"Lalu meski tidak ada yang memberitaumu soal itu apa pantas kau kabur begitu saja dihari menjelang pengucapan sumpah pernikahan kalian!".


'Karena hanya itu yang sempat saya pikirkan untuk membuat saya terlepas dari pernikahan paksa yang disarankan Daddy pada saya waktu itu".


"Lalu sekarang apa kau senang karena ternyata pria yang sudah kau tolak waktu itu akhirnya tetap menyukaimu bahkan menikahimu lagi?!".


"Sebenarnya awal saya setuju menikah kontrak dengan Marvin karena saya khawatir sudah hamil anaknya. Karena sebelum kami bertemu dikantor hari itu kami sempat tidur bersama tanpa saling kenal".


Elena Fox terkejut mendengar kejujuran yang baru saja dikatakan Luna itu.


"Bagaimana bisa?dan kapan itu terjadi?!",tanyanya dengan keras karena tidak menyangka ternyata kebersamaan mereka seolah adalah suatu takdir.


Luna tampak ragu menjawab pertanyaan terakhir Elena Fox membuat Elena Fox menjadi kesal karenanya.


"Kurasa kalian berdua harus sedikit diberi pelajaran olehku selain tua Bangka si Dion Lancaster itu",gerutunya dengan kesal.


"Maaf nyonya untuk masalah ini. Karena jujur saja sekarang saya masih merasa bingung dengan semuanya dan ingin membicarakan ini berdua dengan Marvin terlebih dahulu".


"Apa yang ingin kau bicarakan dengan putraku sekarang?!. Karena jujur saja aku sudah terlanjur kecewa pada ayahmu dan juga dirimu sekarang".


"Apa maksud nyonya ini semua diluar keinginan saya jadi anda tidak bisa melimpahkan kesalahan itu pada saya".


"Kau berhak membela diri tapi sebuah kesalahan tetap harus menerima hukuman apalagi kau sudah melihat sisiku yang berbeda tadi bukan jadi aku yakin kau tidak akan berpikir aku akan memaafkan dirimu dan ayahmu begitu saja karena apa yang sudah kalian lakukan ini".


"Saya tau saya salah tapi bisakah saya membicarakan ini dengan Marvin nanti nyonya",pinta Luna dengan ekspresi sendu.


"Entahlah aku tidak bisa menjawabnya sekarang karena sekarang aku harus membereskan urusanku dengan Dion dan Grand lebih dulu lalu setelah itu giliran kalian berdua",jawab Elena dengan dingin.


"Baiklah mari kita bicarakan lagi nanti masalah ini. Sekarang saya akan mengantar anda kerumah saya untuk bertemu Daddy saya karena saya juga perlu bertemu dengannya untuk minta penjelasan tentang apa yang terjadi pada saya ini".


"Kalau begitu cepat jalankan mobilnya sekarang!",perintah Elena Fox yang diangguki oleh Luna dengan mulai menjalankan mobil itu lagi.


Mohon tinggalkan like dan komentnya reader setelah membaca🥰🙏