
"Kerja yang bagus",terdengar suara berat yang datang mendekat kearah Marvin yang dalam kondisi terikat dan kepala yang terasa berkunang kunang karena beberapa pukulan yang diberikan oleh preman preman itu tadi padanya.
Setelah orang yang bersuara itu semakin dekat barulah Marvin bisa melihat wajah orang yang menyuruh untuk menculiknya.
"Carlos dan.....",Marvin sedikit mengerutkan keningnya waktu melihat seorang lagi yang ikut berjalan disamping Carlos dengan tubuh tambun.
"Halo Marvin senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu meski ini akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir kita",ucap pria bertubuh tambun itu dan Carlos dengan menyeringai kearah Marvin.
"Siapa kau?Apa kita pernah punya dendam sebelum ini kenapa kau terlihat sangat berambisi untuk melenyapkan ku sampai mau mengikuti perintah Carlos untuk menangkapku?",tanya Marvin dengan menatap tajam kearah kedua orang itu.
"Kita mungkin belum pernah bertemu secara langsung tapi aku yakin kau tau siapa Thomson Grand dan Luna Lancaster bukan?", tanya nya dengan mendekat kearah Marvin dan mencengkram rahang Marvin keras.
"Oh...kau putra tak berguna siThomson Grand ternyata ",jawab Marvin dengan tersenyum miring pada pria bertubuh tambun itu tanpa memperdulikan rasa sakit dari cengkraman tangan besar itu dirahangnya.
"Beraninya kau menghinaku sebagai anak tak berguna!Apa kau benar benar tidak takut dengan kematian Arvin Fox!",bentaknya dengan semakin keras mencengkram rahang Marvin sampai membuat Marvin harus menahan nyeri karena cengkraman tangan gembul itu menambah sakit bagian rahangnya tadi yang dipukul oleh preman bayaran.
"Charles hentikan!Karena kita harus membuat kesepakatan dulu dengannya sebelum kau menghajarnya sampai tidak berdaya!".
Mendengar itu Charles Grand segera melepaskan cengkraman tangannya dirahang Marvin dan sedikit mundur supaya Carlos bisa maju untuk bicara dengan Marvin.
"Aku tidak ingin berbasa basi Marvin Fox jadi ayo langsung saja kita buat kesepakatan kerjasama",ucap Carlos dengan mendekat kearah Marvin dan sengaja duduk dihadapannya disebuah kursi reot lainnya.
"Apa maumu?",tanya Marvin tidak terlihat gentar sedikit pun dengan Carlos.
"Baik aku langsung saja.Kau tau aku sangat marah padamu karena menggagalkan kerjasamaku dan Thomson bukan jadi.....".
"Itu bukan kerjasama tapi penipuan Carlos!",bentak Marvin marah.
"Bukan urusanmu Marvin!",bentak Carlos dengan lebih marah pada Marvin.
"Tentu saja urusanku karena kalau kau menghancurkan Thomson perusahaanku juga akan kena imbasnya brengsek!",balas Marvin.
"Cih terlalu sok baik hati kau rupanya.Tapi terserah Karena aku tidak perduli karena bagiku kehilangan Thomson tetap harus digantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi".
"Apa maumu?",tanya Marvin dengan menatap kearah Carlos dingin.
"Berikan proyek hotel Stradivarius padaku maka aku akan melepaskanmu sekarang bagaimana?",ucapnya dengan memberikan surat perjanjian pada Marvin yang sudah siap ditandatangani.
"Kau gila Carlos apa kau bermaksud menghancurkan banyak pihak dengan menginginkan proyek itu ".
"Aku tidak perduli karena bagiku yang penting aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku bukan orang yang dermawan seperti dirimu Marvin Fox",balasnya dengan memberikan pena kepada Marvin yang masih terikat.
"Brengsek kau pikir aku main main dan tidak bisa melakukan hal keji kepadamu dan juga seluruh keluargamu yang sudah membuat aku hancur seperti ini Marvin Fox",bentak Carlos dengan memukul Marvin dengan keras beberapa kali hingga membuat Marvin merintih karena pukulan yang diberikan Carlos padanya.
"Kau pengecut dan benar benar baji*an Carlos !Kalau kau gagal seharusnya kau berusaha untuk bangkit bukan malah berusaha menghancurkan orang lain yang sukses!",bentak Marvin masih berusaha ingin menyadarkan Carlos.
"Berhenti bicara kau Marvin Fox jangan sok menjadi orang paling baik didunia ini mentang mentang kau lebih sukses dari kami!",bentak Charles Grand tiba tiba ikut memukul Marvin membuat Marvin kembali meringis tapi bukannya marah dia malah tertawa melihat apa yang dilakukan oleh Carles padanya.
"Kau pria dan anak yang tidak berguna seharusnya kau malu karena diusiamu ini kau hanya hidup dengan mengandalkan apa yang dilakukan oleh orangtuamu Carles Grand".
"Diam Marvin atau kami hajar kau sampai tidak bisa lagi bergerak!atau perlu kami buat kau lumpuh dibagian Vitalmu supaya kau tidak lagi sombong karena mempunyai segalanya !".
"Aku tidak sombong.Aku hanya ingin mengingatkan kalian berdua untuk berhenti melakukan hal gila dengan menggagalkan proyek kerjasama Carlos dengan pihak ayahmu Carles,tapi sepertinya kalian berdua memang tidak punya pikiran normal karena itu apa yang kulakukan sepertinya tidak cukup membuat kalian berdua jera sebelum kalian menbusuk dipenjara karena kejahatan yang sudah kalian lakukan".
"Ha.... haha....haha....".
Tiba tiba Carlos dan Charles tertawa keras mendengar hal itu.
"Jangan berharap Marvin Fox karena sebelum kau membuat kami dijebloskan kedalam penjara kau dulu yang akan kami kirim keneraka!".
"Lakukan itu dalam mimpi kalian berdua Carlos dan Carles karena itu tidak akan pernah terwujud!".
celetuk suara seorang perempuan yang tiba tiba sudah ada dibelakang mereka membuat Carlos dan Carles sangat terkejut karena mendengar suara yang tidak asing lagi itu.
"Elena Fox!",teriak mereka bersamaan dengan refleks memutar tubuh mereka kebelakang karena mendengar suara Elena Fox.
Dan mereka semakin tersentak waktu melihat banyak polisi serta anak buah yang bersama Elena Fox berjalan mendekat kearah mereka berdua dengan langkah tegap siap untuk membunuh mereka yang langsung syok melihat semuanya itu
"Aku ingin sekali mencabik cabik tubuh kalian karena sudah berani menyakiti putraku tapi aku rasa Marvin tidak akan suka hal itu, jadi aku tidak ingin membuatnya kesal dengan melakukannya jadi kali ini aku akan mengikuti keinginan putraku yang ingin mempermasalahkan kalian secara hukum tapi kalau itu juga tidak membuat kalian jera maka aku sendiri yang akan turun tangan nantinya",ucap Elena Fox yang membuat kedua pria dewasa itu langsung ciut dan tidak berani lagi bersuara.
"Bawa mereka semua pergi dari sini !",perintahnya pada pihak kepolisian dan pada beberapa anak buahnya.
Sementara dia mendekat kearah Marvin yang kondisinya cukup parah.
"Anak keras kepala!Kau lebih memilih menghancurkan tubuhmu dari pada menuruti jalan pikiranku!",gerutu Elena Fox dengan menyuruh Garend dan beberapa anak buahnya untuk membebaskan Marvin yang hampir setengah pingsan karena pukulan dari Carlos dan Carles tadi yang sangat keras.
Tapi bukannya merasa kesakitan dengan semua luka lukanya sekarang tapi dia malah menanyakan soal Luna pada mamanya.
"Mam bagaimana Khabar Luna?",tanya Marvin sebelum dipapah dibawa kebawah oleh anak buah mereka.
"Jangan tanyakan itu tapi pikirkan dulu kondisimu sekarang karena aku tidak tau bagaimana reaksi Luna kalau melihat kondisimu akibat kebodohanmu ini!".