Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
45.Pergi Bersama Elena Fox.


"Ayo kita pergi",ajak Elena Fox pada Luna dengan masuk kedalam mobilnya yang langsung diikuti oleh Luna.


"Apa anda akan kembali kekota anda dengan menggunakan mobil ini nyonya ?",tanya Luna dengan melajukan mobil itu meninggalkan rumah keluarga Lancaster tanpa menoleh lagi kebelakang.


"Sudah lama aku tidak melakukan perjalanan menggunakan mobil dan sepertinya ini cukup menyenangkan,jadi supiri aku sampai rumah",perintah Elena pada Luna.


"Tapi pasti perjalanan akan terasa lebih lama dan melelahkan nyonya".


"Tidak masalah anggap saja mengenang masa lalu sewaktu aku tidak sekaya sekarang",balasnya dengan menyandarkan tubuhnya dikursi penumpang.


Luna diam dengan terus melajukan mobil itu membelah jalanan yang terlihat ramai dan dia merasa bersyukur karena Elena Fox mengajaknya kerumah perempuan itu menggunakan mobil meski akan lama karena jauh tapi itu bisa membuat perasaannya yang sedang tidak nyaman akan sedikit berkurang.


"Apa kau tidak ingin menanyakan apa yang tadi sudah aku bicarakan dengan tua Bangka itu?",tanya Elena dengan menatap kearah Luna dari kaca spion mobil.


"Saya tidak ingin membuat perasaan saya menjadi semakin tidak nyaman karena mendengar hal yang sudah kalian bicarakan nyonya ,jadi karena itu saya tidak ingin menanyakannya".


"Ternyata kau lemah",balas Elena yang membuat Luna melirik kearah perempuan paruh baya itu.


"Saya tetap seorang anak meski bukan anak kecil lagi,tapi mengalami semua ini yang dilakukan oleh satu satunya orang tua yang saya miliki rasanya tetap sangat sakit,andai bisa memilih saya tidak ingin terlahir menjadi anak Dion Lancaster atau kalau boleh saya memilih saya ingin Daddy yang pergi lebih dulu dari dunia ini dibandingkan mama saya".


"Apa itu berarti kau sangat mencintai mamamu dan membenci Daddymu".


"Bukan seperti itu,tapi kenapa saya ingin memilih mama saya dibanding Daddy adalah karena sejujurnya saya tidak ingin mengalami hal seperti ini dihidup saya.Sebagai seorang anak meski sudah dewasa ini tetap terasa sangat berat dan menyakitkan".


"Tapi bagaimana andai bersama mamamu kau hidup susah apa kau kembali akan menyalahkannya seperti kau menyalahkan ayahmu sekarang?".


"Meski kami susah tapi saya yakin dia tidak akan Setega itu untuk menjual saya hanya demi uang bukan begitu nyonya".


"Entahlah karena aku bukan mamamu",jawab Elena Fox seolah tidak perduli.


"Saya yakin akan seperti itu karena seperti yang saya lihat meski anda kecewa dengan saya tapi anda tetap berusaha membantu saya".


"Aku bukan hanya kecewa tapi aku juga tidak menyukaimu jadi jangan terlalu berharap lebih padaku. Karena meski Marvin menyukaimu, yang kuanggap anak hanya Marvin dan anak Marvin nantinya sementara dirimu....entahlah. Sebagai mertuamu aku sudah terlanjur kecewa karena kau sempat kabur dari pernikahanmu waktu itu"


"Sekali lagi untuk masalah itu saya ingin minta maaf secara tulus pada anda nyonya.Sebagai mama Marvin wajar kalau anda marah pada saya tapi bisakah anda memberiku kesempatan untuk membuktikan pada anda kalau saya layak menjadi istri putra anda".


"Kurasa kau benar benar perempuan yang tidak punya rasa takut.Kalau perempuan lain kuperlakukan seperti ini dia pasti sudah lari terbirit birit tapi kau beda,kau lari lalu menyerang dari dalam kebagian titik terlemah ku benar benar perempuan yang menyebalkan",gerutu Elena yang membuat Luna merasa ingin tertawa mendengar gerutuan Elena,tapi coba ditahannya dan untuk pertama kalinya hari ini dia merasa perasaan nya terasa lega.


***


Mereka cukup lama berkendara sampai hari menjelang malam perjalanan masih setengah jalan lagi dan Elena Fox sudah terlihat lelah karena meski dia sangat energik tapi karena dia sekarang sudah tidak muda lagi jadi ekspresi lelah diwajahnya tidak bisa disembunyikannya.


Melihat itu Luna lalu menawarkan untuk beristirahat saja dihotel lalu melanjutkan lagi perjalanan mereka besok pagi.


"Sebaiknya kita istirahat saja malam ini nyonya dan besok baru kita lanjutkan lagi perjalanan kita".


"Saya akan membawa anda kehotel terbaik yang bisa kita temui disini".


"Hem..lakukan,aku sudah ingin merebahkan tubuhku diranjang sekarang".


"Baik nyonya".


Luna membawa Elena kesalah satu hotel terbaik yang bisa ditemuinya.Sampai disana Luna segera melakukan reservasi dan meminta kamar terbaik untuk perempuan tua itu agar dia bisa beristirahat dengan nyaman malam itu.


"Selamat malam dan selamat beristirahat nyonya saya ada dikamar seberang anda kalau anda butuh sesuatu silahkan ketuk kamar saya".


"Hemm",balas Elena lalu masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya.


Melihat Elena sudah masuk kedalam kamarnya Luna juga ikut masuk kedalam kamar yang tadi sudah dipesannya.


"Aku akan mandi lalu beristirahat dan berusaha tidak ingin memikirkan apa yang sudah terjadi padaku kemarin dan selanjutnya biarkan aku pikirkan saja nanti setelah berhasil mengantar mama Marvin pulang dengan selamat",gumam Luna lalu membersihkan tubuhnya dikamar mandi dan langsung merebahkan tubuhnya masih dengan menggunakan batrobe mandi hotel.


Karena terlalu lelah sudah melewati hari yang panjang tidak lama Luna langsung tertidur.


Luna tidak tau berapa lama dia tertidur tapi dia terbangun karena merasa haus dan terkejut waktu membuka mata ada tangan seseorang yang sudah melingkar ditubuhnya.


"Aaa!!",teriaknya dengan mendorong keras orang yang sedang memeluknya itu hingga membuat orang tersebut jatuh kebawah ranjang dan langsung memaki keras.


"Oh shiiit Luna apa yang kau lakukan!",hardik Marvin kesal membuat Luna langsung sadar dan segera menyalakan lampu tidur disampingnya.


"Marvin kenapa kau bisa ada dikamarku?!",tanyanya dengan turun dari ranjang lalu membantu Marvin untuk bangun.


"Tentu saja untuk tidur dengan memelukmu kamu pikir!",jawab Marvin masih dengan nada kesal.


"Tapi kenapa kau tidak membangunkan aku lebih dulu tapi langsung masuk kemari . Oh iya tapi bagaimana kau bisa masuk bukankah aku sudah mengunci pintu kamar hotel ini?".


"Itu bukan masalah sulit bagiku jadi jangan heran",gerutu Marvin dengan menarik Luna untuk masuk kedalam pelukannya lagi.


"Vin tunggu apa yang kau lakukan ini?",tanya Luna berusaha mendorong tubuh Marvin menjauh tapi ditolak Marvin.


"Malam ini aku hanya ingin tidur bersamamu itu saja karena beberapa malam ini aku terus tidur sendiri",jawab Marvin.


"Tapi Vin..".


"Sttt jangan berisik lagi kau bisa membuat mama bangun lalu datang kesini nanti".


Mendengar itu Luna langsung mengatupkan mulutnya karena berpikir apa yang dikatakan Marvin bisa terjadi, sampai dia lupa kalau sekarang mereka sedang berada dihotel yang kamarnya terpisah dengan Elena Fox. Meski Elena Fox bangun dia tidak mungkin bisa mendengar apa yang terjadi dikamar Luna karena semua kamar dihotel itu berperedam suara.


Ayo ramaikan perlike dan komenannya ya reader supaya autor semakin semangat Upnya 🥰🥰