
Marvin kembali kesal karena nona Elena Fox kembali mengungkit soal perempuan yang bahkan dia belum pernah melihat batang hidungnya itu.
"Kau tidak bisa menyangkal kalau anak Lancaster itu sekarang sudah menjadi istri sahmu!".
Nyonya Elena tak kalah kesal seperti halnya Marvin waktu membahas masalah itu.
"Ma...please...aku sudah melakukan apapun untuk menuruti mama tapi bisakah sekarang mama berhenti menggangguku dengan keinginan aneh mama lagi".
Marvin merasa kepalanya kembali berdenyut sakit setiap kali sang mama bersikap diluar nalarnya seperti sekarang.
"Kau memang setuju menikahinya tapi setelah itu kau pergi tanpa punya niat sedikit pun untuk mencoba mencari perempuan itu".
"Bagaimana aku akan mencarinya kalau aku sama sekali tidak tau apapun tentangnya dan bukan aku yang membuat dia pergi tapi kalian para orang tua yang sudah memaksakan kehendaknya hingga membuat kami berdua sengsara seperti ini!".
Kali ini Marvin tidak bisa lagi menahan emosinya meski sekarang yang berada didepannya adalah sang mama sendiri.
"Aku bukan tanpa alasan memaksamu menikahi perempuan itu Vin!",balas nyonya Elena tak kalah marah pada putranya.
"Stop ma!,ini dikantor aku tidak ingin semua pegawaiku mendengar lagi pertengkaran kita ini!".
"Aku tau ini dikantor tapi dimana lagi aku bisa bicara denganmu kalau bukan disini karena kau bahkan lupa pulang kerumah sekarang!".
"Ma...please...aku sudah dewasa biarkan aku memutuskan apa yang harus kulakukan dalam hidupku mulai sekarang!".
"Tapi mama ingin cucu, bagaimana kau akan memberi mama cucu kalau kau bahkan tidak mau mencari istrimu yang pergi itu!".
"Jadi mama menyuruhku mencarinya hanya karena mama ingin cucu dariku begitu?!,kalau memang iya tidak perlu harus dengan si anak Lancaster itu aku rasa?".
"Aku tidak mau cucu dengan sembarang perempuan yang sering bersamamu itu dia harus perempuan baik baik!".
"Baik kalau mama mau punya cucu dari perempuan baik baik akan aku berikan perempuan seperti itu sekarang juga!".
Setelah mengatakan hal itu Marvin berjalan dengan langkah lebar keluar dari ruangannya membuat nyonya Elena bingung kemana putranya itu pergi tapi belum hilang kebingungannya tiba tiba Marvin kembali bersama Luna yang terlihat bingung karena langsung ditarik Marvin dari ruang pantri sebelum dia selesai membuatkan pesanan pria itu tadi.
Melihat Marvin menarik seorang perempuan dengan penampilan tidak menarik dan belum pernah dilihatnya nyonya Lancaster terkejut bahkan sampai ternganga karenanya.
"Mama ingin cucu bukan?Aku akan berikan bulan depan dan kurasa dia sesuai kriteria mama!".
"Apa maksudmu Vin?!",tanya nyonya Elena bingung begitu juga dengan Luna sekarang.
"Mulai sekarang berhenti menyuruhku mencari perempuan menyebalkan itu karena dari pada pilihan mama yang tidak pernah kulihat bentuknya aku lebih baik menikah dengan dia saja!".
Jder!!!!.
Seolah ada petir dahsyat yang sedang menyambar diruangan kantor milik Marvin Fox itu sekarang,membuat dua orang perempuan beda generasi yang ada disana sampai terdiam bahkan pucat karena terlalu syok mendengar apa yang baru saja Marvin katakan.
"V...Vin..kau gila,apa kau pikir pernikahan itu sebuah permainan atau..".
"Bukankah sifat itu menurun dari mama jadi mama tidak perlu terkejut mendengarnya".
Kali ini Marvin merasa sangat puas karena bisa membuat nyonya Elena hampir terkena serangan jantung.
Sementara Luna semakin syok mendengar apa yang baru saja dikatakan pria itu padanya dan perempuan yang diakuinya sebagai mamanya itu dan kali ini dia benar benar berpikir kalau pria disampingnya itu sudah tidak waras lagi.
"Bukan itu masalahnya sekarang tapi siapa perempuan itu dari mana kau menemukannya jangan bilang kau sudah mempersiapkannya untuk melawan mama?!".
Nyonya Elena benar benar tidak bisa menahan kemarahannya lagi sekarang melihat Marvin yang membawa perempuan sembarangan kehadapannya hanya karena ingin melawannya.
"Tadi pagi dia sekretarisku tapi mulai sekarang dia calon istriku dan ibu cucu mama bagaimana?".
Nyonya Elena berteriak keras karena merasa sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya pada putranya sekarang,sementara Luna terlalu syok sampai tidak bisa lagi mengatakan apapun saat itu meski dia tau salah sudah terjebak dalam pertengkaran dua orang didepannya ini.
"Keputusanku sudah bulat kalau mama mau seorang cucu maka harus dari dia tapi kalau mama menolaknya maka aku tidak akan lagi menuruti keinginan mama yang itu".
Nyonya Elena masih akan menyela keinginan Marvin tapi Marvin tidak perduli lagi bahkan dia sengaja memanggil bodyguardnya yang berada didepan pintu untuk mengantarkan mamanya keluar dari ruangannya.
"Kau sudah keterlaluan Vin mama tidak akan setuju dengan keinginanmu ini sampai kapanpun!".
Marvin tidak menjawab lagi ucapan nyonya Elena karena dia tau kalau semakin dijawabnya pembicaraan mereka ini tidak akan pernah habis.
Marvin menghempaskan tubuhnya disofa dengan tangan menekan pelipisnya yang terasa sangat sakit sekarang.
Sementara Luna masih tetap berdiri diam ditempatnya semula karena masih belum pulih dari rasa syok akibat apa yang baru saja dialaminya barusan.
"Nona Luna bisakah kau membuatkan aku secangkir espreso sekarang",pinta Marvin dengan tangan tetap menekan kepalanya.
Mendengar perintah Marvin tiba tiba Luna tersadar.
"A...apa yang baru saja anda katakan tadi tuan Marvin?", tanyanya dengan menoleh kearah pria itu.
"Buatkan aku secangkir espreso,apa itu belum jelas?".
"Bukan itu tapi apa yang anda katakan pada mama anda tadi tentang saya!".
Luna tidak bisa lagi berpura pura baik baik saja sekarang setelah semua hal yang terjadi dihadapannya tadi dengan melibatkan dirinya.
"Aku tidak serius jadi jangan khawatir nona Luna".
Terang Marvin tidak perduli dengan kemarahan yang ditunjukan Luna padanya sekarang.
"Tidak serius!jadi anda barusan memanfaatkan saya begitu tuan Marvin!!!".
Kali ini Marvin balik menatap tajam pada Luna yang terlihat tidak baik baik saja sekarang.
"Kalau iya kenapa?Bukankah kau seharusnya biasa melakukan hal itu sebagai sekretarisku".
"Tapi kenapa harus semendadak tadi!Bagaimana kalau nanti itu berlanjut dan akan merugikan saya!".
"Bagaimana itu bisa merugikanmu sementara aku hanya mengatakan semua itu untuk menghardik mamaku agar dia tidak lagi memaksakan kehendaknya untuk tetap menerima perempuan aneh yang dipilihnya sebagai istriku".
"Bagaimana kalau itu berlanjut?!".
Luna benar benar tidak bisa menutupi kecemasannya karena sudah terlibat dengan sandiwara dadakan yang dilakukan pria itu tadi.
"Lanjutkan saja apa susahnya",jawab Marvin dengan tidak perduli membuat Luna kembali terkejut mendengarnya.
"L..lanjutkan maksud anda bagaimana tuan Marvin?!".
"Lanjutkan,maksudku langsung saja kita benar benar menikah,apa susahnya".
Jderrrr!!!
Lagi lagi serasa ada petir keras yang menyambar Luna sekarang mendengar apa yang baru saja dikatakan Marvin padanya.
"Anda? Apa artinya ucapan anda itu tuan Marvin?.....".