
"Bruk!".
Dua orang pria berbadan besar melempar tubuh Marvin yang terikat kelantai sebuah bangunan kosong yang terlihat sudah sangat tua dengan keras membuat Marvin langsung jatuh tersungkur.
"Shittt!!",maki Marvin menatap kearah dua orang penculiknya itu dengan penuh kemarahan.
"Hey berani sekali kau memaki kami!",bentak salah satunya dengan mendekat lalu mencengkram rahang Marvin keras.
Tanpa merasa takut Marvin langsung menatap kearah pria yang mencengkramnya dengan tatapan dingin.
"Siapa yang sudah menyuruh kalian untuk menculikku?!",tanyanya tanpa merasa gentar sedikit pun karena dia tau dua orang yang menculiknya itu adalah suruhan dari seseorang dan mereka melakukannya hanya karena dibayar.
"Bukan urusanmu dan kau tidak perlu tau karena sebentar lagi kau juga akan mati!",bentak orang itu lagi semakin marah karena pria yang ditangkapnya itu sama sekali tidak takut pada mereka.
"Kalau begitu berapa dia sudah membayar kalian untuk menculikku?!".
"Bukan urusanmu berapa dia membayar kami karena tugas kami hanya menculikmu lalu setelah itu meninggalkanmu disini sebelum dia datang".
"Aku ingin tau karena aku akan memberi kalian lebih banyak dari yang orang itu berikan pada kalian sekarang asal kalian melepaskan aku!",ucap Marvin yang membuat sipenculiknya langsung tertawa keras mendengarnya.
"Rupanya kau ingin bernegosiasi dengan kami ya dasar brengsek!Kau pikir kami akan tergoda mendengarnya!",bentaknya lagi semakin marah.
"Terserah tapi aku serius akan memberikan kalian bayaran yang lebih banyak dari orang itu kalau memang yang kalian butuhkan adalah uang sebelum orang orangku menemukan aku dan kalian hanya akan jadi membusuk dipenjara nantinya seumur hidup karena sudah berani menculik pemilik Marvin Corp".
Lagi lagi dua orang itu tertawa mendengar apa yang dikatakan Marvin.
"Hey jangan semakin bicara omong kosong dengan mengaku sebagai pemilik Marvin Corp dihadapan kami brengsek atau kami akan semakin menghajarmu lebih dari yang sekarang!",bentaknya dengan memukul wajah Marvin dengan keras hingga membuat sudut bibir Marvin langsung mengeluarkan darah akibat pukulan itu.
Marvin memaki dalam hati karena hajaran pria besar itu membuat rahangnya seperti patah lalu dengan kesal dia meludahkan darah yang keluar akibat pukulan keras dari pria barusan.
"Bagaimana? Apa sekarang kau masih akan mengaku sebagai pemilik Marvin Corp itu lagi!",bentak orang itu dengan menyeringai kearah Marvin.
Marvin tau kalau Adu tenaga dia pasti akan kalah dengan dua orang yang menculiknya itu tapi menurut pengamatan Marvin selama mereka menculiknya sampai membawanya ketempat kumuh ini dia bisa menyimpulkan kalau mereka telah disuruh oleh seseorang untuk menculiknya dengan imbalan sejumlah uang yang cukup besar dan itu berarti penculiknya adalah orang yang sudah terganggu olehnya baru baru ini.
"Kalau kau tidak percaya aku bisa memberimu bukti kalau aku adalah pemilik Marvin Corp dan bisa memberi kalian uang lebih banyak dari pria itu".
"Brengsek!ternyata kau tetap keras kepala ya!Aku tau kau pasti orang kaya dilihat dari apa yang kau kenakan sekarang tapi itu bukan berarti kami mempercayai kau sebagai pemilik Marvin Corp.Apa kau pikir kami ini bodoh!".
"Kalau kalian tidak percaya coba kalian buka profile diriku diinternet",ucap Marvin lagi tanpa merasa takut sedikitpun melihat amarah diwajah pria besar itu.
"Sudah jangan mengada ada lagi orang yang menyuruh kami akan segera tiba setelah kami menerima uangnya tugas kami selesai!",bentak salah satu dari dua orang itu.
Sementara pria yang satu Mendengar apa yang dikatakan Marvin merasa cukup penasaran karena melihat penampilan Marvin yang memang seperti bukan orang biasa lalu dia memeriksa berita tentang Marvin Corp dan memeriksa profile CEO perusahaan besar itu dan matanya langsung terbelalak waktu menemukan foto CEO perusahaan itu yang sangat mirip dengan Marvin.
"Edward!", panggil nya pada temannya yang masih mencengkram rahang Marvin.
"Kemari dan lihatlah ini",perintahnya dengan setengah menarik tubuh pria yang lebih besar darinya itu sedikit menjauh dari Marvin.
"Ada apa?!",tanyanya dengan mengikuti temannya untuk bicara sedikit jauh dari Marvin.
"Lihatlah ini apakah menurut mu mereka orang yang sama?", tanyanya dengan memperlihatkan foto Marvin diponselnya.
"Pria bernama Edward itu langsung mengerutkan keningnya dan Seketika menoleh kearah Marvin lalu keponselnya lagi beberapa kali mencoba memastikan kalau orang yang ada diberita dengan yang sekarang mereka tangkap adalah orang yang sama.
"Bagaimana?",tanya temannya mencoba bertanya untuk mendengar pendapat pria bernama Edward itu.
"Memang sangat mirip tapi apa dia benar pemilik Marvin Corp?".
"Itu bisa saja karena orang yang menyuruh kita tidak mengatakan siapa yang harus kita culik hanya memberi perintah dengan memberikan gambar target kita lalu memberi kita uang muka kemarin".
"Lalu bagaimana?",tanya si teman meminta pendapat si Edward karena mulai merasa bimbang setelah tau kalau mereka sedang menculik ikan kakap sekarang dan mereka rasa bayaran yang diberikan pada mereka terlalu kecil dengan resiko yang akan mereka alami kalau sampai pria yang mereka culik ternyata adalah pemilik Marvin Corp".
Bukannya menjawab pria bernama Edward itu malah berjalan mendekat kearah Marvin yang diam sambil mengamati mereka berdua sementara tangannya berusaha membuka ikatan dibelakang tubuhnya.
Si Edward Mendekat kearah Marvin lalu memperlihatkan berita yang memuat gambar pria itu yang ada diponselnya.
"Apa ini kau?",tanyanya dengan menatap kearah Marvin.
"Iya beritaku beberapa bulan yang lalu.Ada apa?",Tanta Marvin dengan menatap kearah pria bertubuh gempal itu tanpa gentar.
"Kau tidak berbohong?",tanyanya lagi tapi setelah jarak mereka sangat dekat seperti sekarang dia merasa foto diinternet dan pria yang terikat itu adalah orang yang sama.
"Kalau untuk itu kau pasti sudah tau jawabannya bukan",balas Marvin.
"Lalu kalau ini benar kau berarti apa penawaranmu tadi juga serius?",tanyanya mulai merubah nada bicaranya yang semula kasar pada Marvin menjadi lebih hormat karena yang dihadapinya ini ternyata orang yang sangat berpengaruh.
"Tergantung",jawab Marvin dengan menatap tajam kearah prianitu dan temannya yang juga mendekat kearah Marvin.
"Aku akan melepaskanmu dan menjamin keselamatanmu asal kau tidak memenjarakan kami karena sudah menangkapmu sekarang tuan".
"Apa aku bisa percaya ucapan kalian setelah apa yang kalian lakukan padaku tadi",balas Marvin dengan mengamati kedua orang penculiknya.
"Tentu saja asal anda membayar kami lebih banyak dari mereka".
"Mereka?",tanya Marvin karena ternyata penculiknya lebih dari satu orang.
"Iya kemarin seorang pria bertubuh gemuk dan seorang pria tampan datang menemui kami dan menyuruh kami menculik anda dengan imbalan 1juta dolar".
"Hanya segitu dan kalian langsung melakukannya?!",tanya Marvin kesal karena ternyata harga nyawanya Dimata sang penculik sangat murah membuat dia merasa terhina karenanya.