PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
PERTEMUAN KE 2


siang itu aku benar benar pusing. mendengarkan 3 orang yang sedang duduk satu meja denganku.


" kalian berdua bisa tidak mengecilkan suara kalian, aku pusing lho. rena, lebih baik kamu pulang dulu. nanti malam kakak akan menjemputmu, ya...?.ujarku pada rena yang asik berbicara dengan angga dan fathan.


"yah, lo kenapa sih riz.?". tanya angga padaku.


dia menatap ku dengan wajah yang kecewa.


aku yang sedang bosan itu langsung mengusapkan wajahku ke atas.


"angga, lo tau kan.di luar sana banyak wanita yang menunggu minggu bahkan mengejar orang seperti kamu,jadi jangan sampai lo naksir ke adik gua".ucapku pada angga sambil meneguk segelas air putih sampai habis.


"kak teman aku udah nungguin di bawah, aku pulang dulu...bye... sayang.


ucap nya mencium bibirku.


dan berlalu meninggalkanku tanpa melihat keadaan.


seketika satu ruangan kantin itu menatap sempurna ke arah diriku.


tak terkecuali angga dan fathan.


"hei sejak kapan kau bisa berciuman, bukankah kau bilang tak pernah lagi berpacaran?". tanya Fathan yang dari tadi menahan rasa nyilu di hati.


Kalau dipikir pikir semenjak terakhir kali aku berpacaran dan di khianati oleh pacarku sendiri.


aku sudah tak pernah lagi berpikir untuk berpacaran ataupun terlalu dekat dengan wanita mana pun.


setidaknya, aku masih bisa membuang rasa rasa cinta itu dengan membaca novel novel romantis yang ada di rumahku dulu.


"woy, bro. kau memikirkan apa sih?".tanya Angga yang tiba tiba memukul lenganku.


"aku hanya tak sengaja membalas ciumannya tadi, entah apa yang ada di pikiranku saat ini".ucapku bingung.


"sebaiknya kita cerita di kantor lu aja ya,riz?". tanya lelaki itu meminta pendapatku.


"hmm...".ucapku menjawab pertanyaan dari Angga yang merasa ada suatu hal yang aneh padaku hari ini.


Angga dan Fathan adalah sahabat lamaku sejak kami duduk di bangku sekolah dasar.


jadi mereka berdua bisa dibilang,cukup mengerti dengan apa yang kurasakan saat ini.


"udah dong riz, jangan kayak anak manja deh, ingat Lo itu CEO perusahaan Aditya yang di segani seluruh perusahaan swasta Indonesia ini".ucap Fathan yang menepuk nepuk tubuhku.


"Sebenarnya hari ini Lo kenapa?, coba ceritakan" tanya Angga penasaran sambil duduk tepat di depanku.


"Sepertinya aku saat ini entah kenapa tiba tiba merindukan seseorang".ucapku


melirik ke arah kedua lelaki yang tengah duduk di depanku.


"apa!.., Lo serius, rizki Lo gak sedang bercanda kan".tanya Fathan.


"Kalau begitu cepetan halalin tuh cewek, supaya Lo tau rasanya menikmati tubuh wanita".ucap Angga padaku sambil tertawa.


Sial. mereka berdua bukannya mendengarkan ucapanku tapi malah mengolok olok diriku di dalam ruangan itu.


tok tok tok


Saat mendengar suara ketukan pintu dari luar kami bertiga diam dan pura pura membicarakan tentang pekerjaan yang harus kami kerjakan.


"Permisi, pak ada yang ingin bertemu denganmu".ucap nadia, sekertaris pribadi ku.


"Siapa itu Nadia?". tanyaku penasaran.


"namanya mbak ririn, dari klinik panacea pak". jawab Nadia.


"Baiklah, suruh beliau masuk ke ruangan saya".ujarku pada wanita diluar itu.


"Angga, fathan. bukan maksudku untuk mengusir kalian tapi bisakah kalian berdua pergi, ada tamu penting yang aku pikirkan datang!". perintahku pada kedua lelaki itu.


"Baiklah, semoga berjalan lancar".ucap Angga padaku.


merekapun pergi keluar setelah berpamitan denganku.