PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
DUA PULUH SATU


Menikah memang bukan perkara yang mudah untuk di jalani bagi anak muda seperti Rizki yang baru menginjak umur yang ke 24 adalah hal yang sulit.


Saat dia menikah dengan renata itu semua adalah hal yang mudah karena semua fasilitas rumah di tangani oleh pembantu rumah tangga.


Namun hal seperti itu tidak akan berlaku untuk Ririn wanita yang sangat mandiri dan telaten, ditengah sibuk dengan pekerjaannya dia juga menyempatkan waktu untuk menghabiskan bersama sang buah hati,Kevin Aditya sandiputra yang kini sudah berumur 1 tahun.


Ririn begitu menyayangi anak Rizki dan renata itu, karena baginya Kevin tidak bersalah atas hubungan yang orang tuanya lakukan.


Pagi pagi sekali keluarga Rizki sudah bangun dan melakukan aktifitas yang sewajarnya orang sibuk lakukan.


Rizki yang masih mengenakan celana pendek turun ke ruang makan.


"Sayang kamu masak apa,?"tanya Rizki sambil duduk di kursi meja makan.


"Aku lagi belajar buat bubur bayi yang rasanya di sukai oleh bayi mas."jawabnya sembari meletakkan beberapa piring ayam goreng dan ikan asam pedas di meja makan.


"Kenapa bikinnya pagi pagi sayang?, bukannya Kevin selalu bangun siang?,"tanya Rizki.


Semenjak mereka berdua menikah Rizki berubah total dulu dia lelaki yang sangat pendiam dan tak terlalu banyak bicara selain dengan kedua sahabatnya Angga dan Fathan, tapi sekarang dia menjadi orang yang banyak bicara.


"Mas,kamu hari ini gak kerja?",tanya Ririn sambil membawa turun kevin,


anak lelaki yang begitu mirip dengan rizki.


"Aku hari ini libur dulu sayang...",jawab Rizki sambil memakan roti yang baru saja dipanggangnya.


"Kevin sayang duduk di sebelah ayah ya",ucap Ririn mengendong anak mungil itu, meletakkanya di sebelah sang ayah.


Hmm...kalau dilihat lihat DNA milik renata hanya ada di rambut,bola mata,dan di alisnya aja.selebihnya dan dari wajah dan postur tubuh lebih mirip mas Rizki, aku berharap agar anak ini akan menerimaku setelah dirinya beranjak dewasa nanti.Gumam Ririn di dalam hatinya, dia tersenyum melihat ayah dan anak itu.


"Sayang gimana perusahaan yang di Bandung di urus sama tangan kananku, direktur Farhan Harsa?",tanya Rizki meminta pendapat sang istri.


"Tentu saja mas,lagi pula dia juga udah lama membantu kamu di Sunho, aku setuju kok".


Ririn memang anak yang baik dan selalu mengikuti apa yang di katakan oleh sang suami yang bagi dirinya itu pantas,karena perusahaan swasta yang berada di Bandung itu adalah miliknya yang diurus oleh sepupunya dulu karena dia memfokuskan diri untuk menjadi dokter dan mengurus kliniknya.


"Sayang aku penasaran dengan kabar keluarga Ivan, kudengar istrinya udah lahiran lho",ujarku sambil memainkan ponselku.


"Iya juga aku juga dengar dari kawanku anaknya imut imut lho".


"Kamu udah tau?".


Ya ampun nih orang kok lupa sih...


padahal dia udah tau kalau Ririn itu bekerja sama dengan rumah sakit tempat Missela dirawat adalah rekomendasi dari Ririn selama ini.


"Mas aku hari ini mau ngajak Kevin pergi ke rumah Nayla ya, supaya dia ada temen main",ujar Ririn menatapku.


"Ya sudah pergi aja, tapi jangan lupa pakai masker sekarang lagi musim virus Corona jangan sampai terlalu dekat dengan orang", ucapku mengingatkan gadisku yang sedang melahap makanannya.


"Iya mas, aku tau kok", jawabnya tersenyum manis padaku.


Menikah itu hal yang ringan jika kita membangun dengan rasa cinta, sebaliknya akan hancur jika di bangun dengan kebencian.


***hahaha apaan sih...


ikuti terus cerita mereka ya...akan ada masalah konflik yang akan datang di sini***...