PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
DUA PULUH EMPAT


SELAMAT MEMBACA...


Tanpa berpikir panjang Kevin langsung menjawab pertanyaan ayahnya itu dengan semangat."Ayah aku mau jalan jalan ke Century mall bareng kak Irvan dan kak Arvin mau gak yah",pinta Kevin.


Tak ada yang bisa menghalangi Rizki menuruti kemauan anaknya itu, tapi jika Ririn mempunyai saran tersendiri dia akan mempertimbangkannya karena saat ini sedang musim penyakit.


"Kevin gak mau ngajak kak satria,kak Devan,kak Angga,dan mbak Nadia?",tanyaku sambil memainkan pipi mungilnya.


"Gak mau ayah,aku maunya kak Irvan dan kak Arvin aja", pintanya sambil memberikan tatapan yang penuh harap.


Hmm...kalau begini caranya meminta aku yakin bahkan Ririn sendiri gak bisa menolaknya,tapi nanti gak enak sama yang lain.Gumam Rizki didalam hati.


"Ya sudah mas, kalau Kevin gak mau jangan dipaksakan...Kevin sayang ini minum dulu susunya",ujar Ririn sembari memberikan segelas susu putih lengkap dengan rotinya kepada Kevin.


"Ya sudah kalau itu mau Kevin,ayah telpon dulu om Ivan sama tante missel ya".


Kevin hanya mengangguk setuju kepada sang ayah.


Jika Kevin sedang menyantap sarapan pagi tak ada yang bisa mengajaknya untuk bicara.


"Halo kak,ada apa tumben pagi pagi udah nelpon rindu ya",ucap Ivan sambil terkekeh geli.


Missel hanya tersenyum manis di tempat duduknya.


"kamu siap siap,Kevin mau ngajak Arvin dan Irvan jalan nih,kamu langsung ke sini aja,pakai aja mobil kakak".


"Baik kak, sampai jumpa di sana".


Hubungan antara Ivan dan Rizki sangat terjaga mereka berdua tak akan membuat masalah, apalagi sampai salah paham.


Saat mau berangkat tiba tiba Kevin memeluk pelan perut Ririn.rizki yang melihat itu terheran melihat tingkah laku sang anak.


"Kevin kenapa memeluk perut bunda?",tanyaku terheran heran melihat anakku itu.


"Ayah gak tau,di dalem perut bunda ada dedek bayi".


Ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang anak Rizki terdiam,dia tak percaya apa yang di ucapkan sang anaknya itu.


"Ka...kamu hamil sayang?".


"Pastikan apanya sih sayang,kamu ga lagi sakit kan",gurau rizki.


"Kamu tuh,aku mau pastikan dulu sayang,aku hamil atau nggak".


Rizki terkekeh geli di sana,Kevin yang melihat kejadian itu hanya diam tak mengerti perkataan kedua orang tuanya itu.


Setelah sepuluh menit lamanya Ririn masuk ke dalam kamar mandi akhirnya dia keluar dengan wajah yang tampak sedih.


Aku yang melihat wajahnya itu langsung memalingkan pandanganku menuju Kevin.Apa yang di harapkan Kevin selama ini ternyata belum terwujud.


"Kyaaa!,sayang aku positif hamil".teriak Ririn memelukku.


"Wahh...beneran sayang?".


"Beneran dong...ini hasilnya dan ini gambar janinnya",jawab Ririn memberikan alat pengecekan kehamilan dan bukti foto janin di perutnya.


Setelah mendengar kabar gembira itu Rizki memberi taukan kabar kehamilan istrinya kepada pihak keluarga.


Tak terkecuali publik yang mulai diam diam mencari informasi tentang keluarga kecil mereka.


"Kak kita berangkat sekarang... cepetan dong Kevin udah gak sabaran tuh",keluh Ivan menungguku.


"iya dek...tunggu sebentar dong,tau gak ada kabar gembira nih",ucapku melirik ke arah ivan.


"Gak tertarik",jawab Ivan singkat.


"Mbak kamu lagi hamil lho".


"Beneran, kok baru goyang sekarang sih kak,kasian tuh empat tahun Kevin sendiri", ujarnya sembari memukul pundakku.


***BERSAMBUNG.....


LANJUT UP NANTI SIANG....


JANGAN LUPA DUKUNG CERITA NOVEL SAYA DENGAN CARA LIKE COMENT DAN SHARE SERTA VOTE YA***....