
***Maaf up kali ini ada adegan deg dengannya...
selamat menikmati***.
Tanpa diriku sadari sedikit pun sudah
jatuh ke dalam kehancuran.
diriku menjamah tubuh wanita itu. diriku yang begitu lelah dan lemas sudah tak bisa mengendalikan nafsu birahiku.
"kak...kamu adalah milikku, jangan menyukai wanita lain selain aku...nghh!".
aku merasakan tubuhku yang begitu panas dan begitu bergairah malam ini.
jika di pikir pikir aku saja tidak minum malam ini.
Renata naik ke atas tubuh telanjang
ku dan mencium bibirku dan meninggalkan bekas kepemilikannya tepat di leherku.
"Renata,lebih kuat lagi. aku...aku sudah mencapai puncaknya".
Saat kenikmatan itu datang bersamaan tubuhku lemah total, Renata menghempas tubuhnya ke sebelahku.
sambil memainkan dada bidang ku itu.
"kak sekarang tak ada keraguan lagi di hatimu untuk menikahi ku". ucapnya sembari mencium bibirku.
Malam itu adalah malam yang paling aku sesali seumur hidupku dan rasanya diriku sudah tak pantas lagi hidup.
Saat pagi harinya aku terbangun, betapa terkejutnya aku saat melihat Renata tidak memakai pakaian dan dari bagian intimnya terdapat bercak darah segar.
"ahh...apa yang aku lakukan tadi malam?, dan kenapa aku juga tak mengenakan pakaian".
"Kak..kamu udah bangun".
gadis itu bangun dan mengecup bibirku.
secara tiba tiba aku memegang erat lengannya.
"ahh...kak sakit!". ucap wanita itu mendesah.
"sudahlah kak, setidaknya kau sudah menjadi milikmu. sebaiknya kau cepat cepat menikahiku jika tidak kau akan menyesal kak". bisik wanita itu meninggalkan diriku.
Saat sampai di kantor diriku sedang menjadi bahan bicaraan orang saat ini.
namun, aku tak terlalu memikirkan hal itu.
"pagi nadia, indah siapkan jadwal meeting kita pagi ini". perintahku.
"pagi pak, baiklah akan segera kami siapkan". jawab mereka berdua serentak tanpa ada senyuman keluar dari wajah mereka.
Selama di kantor diriku hanya merasa sedikit aneh, kenapa mereka yang biasanya saat melihat aku datang selalu tersenyum, tapi pagi ini malah melihat ku dengan wajah aneh.
tiba tiba handphone ku berdering.
aku mengangkat dan menjawabnya saat melihat nama sahabat ku, Angga.
" Ada apa Lo nelpon sih ngaa?". tanyaku malas.
" lah Lo kok santai santai aja sih riz?, Lo gak tau ya diri Lo itu lagi viral. coba deh cek di Loogle". jawabnya sambil mengakhiri telepon itu.
Betapa terkejutnya aku saat melihat artikel dan video yang beredar di sana.
Aku yang sedang melakukan hubungan **** dengan renata, itu pasti tadi malam. jadi ini ancaman gadis itu padaku.
seketika aku menelepon berbagai pihak dan teman temanku, untuk membantu diriku memperbaiki nama baik ku dan keluarga ku yang sudah tercemar oleh gadis sialan itu.
"Rizki, kamu pulang sekarang!".ucap ayah memandangku dengan mata yang sudah di liputi oleh amarah.
Tentu saja aku tau, bagaimana aku tak tahu saat ayah menunjukan ekspresi seperti itu.
Setibanya di rumah ayahku langsung memukul keras mukaku dan menumbuk perutku sangat kuat.
Membuat mulutku memuntahkan darah
dan kepalaku juga pusing. ini lebih parah saat dia melakukan itu pada ivan saat itu.
"Tidak ayah sangka kau membuat masalah yang lebih parah di bandingkan Ivan, kau keterlaluan Rizki!, bahkan kau sampai mempublikasikan video scandal dirimu dengan Renata ke hadapan publik".ucap ayah sangat murka melihat ku.
BERSAMBUNG....