
Halo semua jumpa lagi........
semoga episode kali ini menyenangkan.
Aku terkejut saat melihat ayah bertanya dengan tatapan sedih kepada wanita yang berdiri di sebelahku.
aku penasaran sebenarnya apakah ayah punya hubungan dengan orang tua Riri.
Benar saja, ayah pun mengatakan bahwa orang tua Riri dan ayahku adalah sahabat dari kecil, namun karena masalah keluarga. ayah Riri harus ikut dengan sang ayah ke Jerman untuk belajar dan menetap di sana beberapa belas tahun. namun karena sang ibu meninggal, ayah Riri kembali lagi ke Indonesia dengan posisi sudah menikah dengan wanita karir.
Saat Riri beserta keluargaku sibuk berbicara. aku hanya sibuk menikmati makanan yang paling ku rindukan.
Aku teringat handphone ku sedang di cas di kamar ivan, aku yakin pasti banyak sekali panggilan yang masuk, karena pasti Ivan tengah sibuk menjaga anak kakak kakak ku.
sebelum pergi aku meminta izin kepada riri.
"Mbak Riri, saya naik ke atas dulu ya.
mau ambil handphone saya yang lagi di cas".ucapku pada wanita yang menjadi pusat perhatian keluargaku saat ini.
"eh iya mas, hati hati ya".ucap wanita itu tersenyum padaku.
entah kenapa tapi aku merasa sepertinya dia perhatian padaku. tapi tetap saja aku hanya menganggap dirinya sebagai teman untukku.
saat sampai di lantai dua, aku menyempatkan diri untuk melihat kondisi ruang bermain. saat membuka pintu ruangan itu, aku terkejut melihat
5 orang keponakanku tidur pulas di sofa ruangan. dan aku juga melihat Akbar, yang merupakan teman adikku juga tidur memangku anak pertama kak kai.
aku menutup pintu ruangan itu pelan pelan agar gak membuat salah satu dari mereka terbangun sebab jika satu menangis lantas seluruhnya juga akan menangis.
Tak lupa aku singgahi kamar lama ku dulu, kamar yang berisi banyak sekali komik beserta novel yang sudah tertata rapih di rak rak buku.
Aku memang suka membaca novel, bisa di katakan bahwa novel juga yang sudah membuat diriku berubah total.
Karena novel jugalah masa masa pubertas ku yang suram menjadi lebih baik.
Aku hampir saja lupa, aku ke atas untuk mengambil handphone ku.
Begitu sampai di depan kamar adikku aku tiba tiba mendengar suara perempuan menangis.
Aku sempat terkejut.namun, aku memberanikan diri untuk mencari tahu asal suara itu, sampai akhirnya suara itu menuntunku kepada sepasang kekasih yang sedang berpelukan. ternyata itu suara tangisan missela kekasih adikku, Ivan.
bad mood ya, aku anterin pulang mau gak?".tanya adikku berusaha untuk membuat kekasihnya itu berhenti menangis.
"bukan itu yang, aku...aku sedang mengandung bayi kita, anak kamu". jawab kekasihnya sambil memberikan surat hasil pengecekan.
"Kembar, calon bayi kita kembar sayang?".tanya Ivan. memastikan apa yang ia lihat di surat.
"Benar sayang. aku tau kok aku salah karena itu aku akan membesarkan dan merawat anak ini sampai berhasil kelak".ucap gadis mungil itu.
"hey...apa yang kau bicarakan, anak itu ada karena perbuatanku padamu, ini bukan salah kamu ataupun salahku tapi ini murni kesalahan kita berdua".ujar Ivan mengusap wajah wanitanya.
"Aku berjanji setelah ujian nasional Minggu depan berakhir, aku akan menikah denganmu, tak peduli apapun yang orang lain katakan, aku tetap akan menanggung tanggung jawab ini, apalagi aku sampai mengambil mahkota kehormatan itu darimu.".ucap Ivan sembari mencium kedua tangan gadis itu.
"tapi sayang bagaimana dengan biaya pernikahannya, aku bersedia kok membantumu dengan uang tabunganku 6 tahun belakangan ini".ujar gadis itu.
"tenang sayang, tabunganku dari 8 tahun belakangan ini pasti lebih dari cukup untuk biaya pernikahannya, serta hidup kita 3 tahun, aku akan mencari pekerjaan juga.lagi pula ayah pasti tak akan memberikan perusahaan itu padaku, lagi pula aku juga sudah mempermalukan nama keluarga".
ucap Ivan sembari menunjukkan kartu tabungannya.
"sayang maaf aku merepotkan kamu di saat saat seperti ini, andai saja kau mau.aku bisa mengugurkan kandungan ini".ucap gadis itu merasa bersalah.
"hey, kita akan tetap menikah apapun caranya, dan membesarkan anak anak ini sampai berhasil".ucap Ivan yang kesal dengan sikap gadisnya.
aku yang tak tahan mendengar perdebatan itu langsung saja menghampiri mereka berdua dengan wajah pura pura tidak tahu.
"Tadi kakak dengar ribut ribut ada apa sih sebenarnya. ivan, missel?".tanyaku penasaran.
"Ah, gak ada kok kak, kami hanya berdebat masalah pelajaran, iya kan sayang!".ucap gadis itu.
Mungkin saja gadis itu bisa berbohong namun, beda jauh dengan adikku ivan.yang dari kecil di ajarkan jujur kepada keluarga sekecil apapun masalah yang di hadapi.
"Sebenarnya kak, aku telah berbuat hal yang dilarang.sampai membuat missel hamil,tapi itu semua aku lakukan karena aku tak ingin ada yang mengganggunya lagi".ucap Ivan menundukkan kepalanya.
"ohh, kenapa tak memberi tahu ibu kalau kalian berdua memang sangat dan saling mencintai, sampai akhirnya tak sengaja melakukan hal yang sangat buruk".ucap ku memberikan pendapat.
"Benar juga kak, tak ada gunanya kami menutup tutupi kesalahan kami pada ibu".ujar Ivan merasa malu.
MAAF YA GAES AKU NULIS CERITA CINTA SI ADIK,IVAN.SETELAH ITU BARU LANJUT KE RIZKINYA.
MAAF BILA MEMBOSANKAN BAGI KALIAN, TAPI AKU JUGA BERHARAP AGAR KALIAN SEMUA MENGERTI PROFESIKU DI DUNIA NYATA.....