PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
LIMA BELAS : Penjelasan


Selamat menikmati membacanya....


Seminggu lamanya aku menunggu kabar dari Ririn, akhirnya kami bisa bertemu sekarang.dengan wajah yang terlihat lelah itu aku merasa bersalah.


"Kamu kok lemas, sakit ya?".ucapku melihat perempuan itu sedang menyantap pesanannya.


"Nggak kok mas,aku baik baik aja". jawabnya memberikan senyum tipisnya padaku.


"Sebelumnya aku mau jujur ke kamu Rin,


Sebenarnya saat pertama kali kita bertemu aku mulai merasa jatuh hati padamu, Rin aku sungguh mencintaimu".terangku pada wanita itu.


Mungkin memang sudah terlambat tapi aku tak mau menyesal di kemudian hari.


"Mas kok kamu baru bilang sekarang sih, kenapa gak bilang dari awal?, kenapa mas, kenapa?". ujarnya sambil memegang tanganku.


"Aku takut kamu gak menerima perasaanku ini Rin,aku takut kamu membenciku".jawabku


"Jujur mas, aku juga jatuh cinta padamu saat pertama kali kita bertemu,kau adalah lelaki baik yang jarang bisa didapatkan mas".jelasnya sembari menggenggam tanganku.


Bagaimanapun caranya aku harus bisa mempertahankan cintaku ini,aku tak bisa kembali terpuruk seperti dulu lagi.


Aku sudah melupakan semua kenangan itu.


Aku juga tak ingin diriku mengingat masa lalu itu lagi.


"Jika kamu memang mencintai diriku kamu harus datang besok untuk membatalkan acara itu, bagaimana kamu mau kan?". ujarku padanya


"Tentu mas, aku mau kok". jawabnya singkat.


Setelah pertemuan itu aku membawanya pulang ke kliniknya karena ada pasien yang membutuhkan bantuan dirinya.tentu saja aku mengerti walau bagaimanapun juga dia adalah wanita karir yang sibuk.


Tapi besok aku benar benar berharap agar dia bisa datang untuk membatalkan acara pernikahan itu.


Ivan dan Rezki beberapa Minggu ini selalu menemaniku di kantor.


Rezki yang juga tengah sibuk dengan proyeknya di Amerika harus kembali ke Indonesia untuk membantu menenangkan pikiranku.


"Rizki kalau lelah silahkan pulang, masalah di kantor ini akan kami berdua yang tangani".ujarnya sambil mengetik tugas di labtobnya.


"Iya kak, masalah di sini biar kami berdua yang mengurusnya".sambung Ivan yang sibuk memainkan penanya.


"Gak perlu kok,aku bisa mengerjakannya sendiri.rezki kamu kan ada tugas di Amerika sebaiknya urus aja pekerjaan perusahaan itu di sana".jelasku pada Rezki.


"kak tolong jangan pendam masalah ini sendiri,ok".terang Ivan menatapku khawatir.


"Kak apa kau baik baik saja?". Ivan menatap wajahku.


Saat ingin menjawab pertanyaan itu aku langsung terjatuh dari sana.


Entah kenapa semenjak masalah itu menyebar luas ke media sosial aku tak bisa lagi bergaul dengan bebas di mana pun. bahkan karyawan di kantorku saja mulai melihatku dengan tatapan yang tidak enak.


Di rumah sakit...


"dok, bagaimana keadaan kakak saya?".


"Keadaan pasien baik baik saja kok, tapi sepertinya dia kelelahan dan terlalu banyak pikiran.jadi tolong jangan membuat emosi pasien untuk sementara waktu, usahakan untuk menghiburnya.


baiklah kalau begitu, saya tinggal dulu".


terang dokter itu sambil berlalu meninggalkan kami di ruangan itu.


"Kak Rezki,tolong jaga kak Rizki sampai aku kembali".


Ivan seperti kehilangan kendali, saat ini emosinya pasti sedang meluap.


"Kau mau kemana?,jangan membuat emosi menguasai dirimu". ucap Rezki mengingatkannya.


"Tapi kak, aku tak bisa melihat kak rizki seperti ini.aku tak tega melihatnya".ujar Ivan menatap Rezki dengan wajah seriusnya.


"Sebaiknya kau jangan membuat masalah baru, ingat wanita itu sedang mengandung anak Rizki saat ini".jelas Rezki memperingati Ivan.


Sial,di saat seperti ini diriku malah terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit.tapi itu tak buruk di bandingkan jika aku harus menikahi Renata besok.


Saat ini pasti dia sedang berkumpul bersama teman temannya, membicarakan tentang pernikahan kami yang begitu megah dan mewah.


Renata adalah gadis yang suka memamerkan harta kekayaannya kepada publik, bahkan dia tak merasa bahwa dirinya itu sangat sombong.


Aku hanya berdoa berharap agar Ririn datang saat acara pernikahanku dan Renata dilaksanakan besok.


***BERSAMBUNG...


mulai hari ini sampai menjelang tanggal 30 Maret ini saya akan terus up untuk cerita ini.


jadi tolong dukung dengan cara like comment dan jangan lupa vote ya...


karna saya gak akan ada apa apanya tanpa kalian para pembaca***