
"Pada malam yang dingin hari itu, aku bertemu dengan Tuan Ming di penjara. " Ucap Huang Xinxin.
Ming Yue tampak tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Huang Xinxin, bahkan setelah melihat wajahnya sekalipun masih membuat Ming Yue merasa asing dan familiar pada saat yang sama.
Dia merasa seperti pernah melihat wajah Huang Xinxin tapi pada saat yang sama dia benar benar tidak pernah melihat wajah Huang Xinxin.
"Apakah Nona bisa menjelaskan dengan lebih jelas ? Apakah tidak mengenali orang yang salah ?" Tanya Ming Yue dengan canggung.
"Jika Tuan Ming tidak mengingatnya maka lupakan saja. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum miring lalu menaiki kudanya dan memacu kudanya.
Dia pergi dari sana dan kerumunan di depan memberikannya jalan, Huang Xinxin meninggalkan kerumunan dengan begitu saja.
Tentu saja membuat semua orang bingung dengan tindakannya itu sementara Zhou Man sendiri merasa semakin yakin bahwa itu benar benar Huang Xinxin.
Karena semakin aneh seseorang maka itu adalah Huang Xinxin yang bisa melakukannya, orang yang bisa melakukan banyak keajaiban, itu hanyalah Huang Xinxin.
Awalnya Zhou Man agak ragu tapi sepanjang perjalanan ini membuatnya benar benar percaya bahwa yang dibawa olehnya adalah Huang Xinxin, mulai dari cara bicaranya sampai cara dia melakukan sesuatu masih sama.
Sementara disisi lalin, Huang Xinxin sengaja untuk mengerjai Ming Yue, pada saat ini Ming Yue pasti memikirkan identitasnya, hanya saja dia tidak menyangka bahwa dia berubah terlalu banyak.
Mungkin juga tidak banyak yang berubah darinya hanya saja orang orang tidak mampu mempercayai bahwa dirinya telah kembali hidup.
Bagaimanapun, seseorang yang sudah mati di depan mereka dan tiba tiba kembali dengan tubuh lain, tentu saja ini adalah hal yang tidak masuk akal, bahkan lebih cocok untuk memasuki dongeng anak anak.
Jika tidak melihat sendiri maka Huang Xinxin juga tidak akan percaya, hal yang pertama akan dia lakukan adalah mencari Ayahnya.
Ayahnya pasti menderita selama ini karena telah ditinggalkan olehnya, ketika dia datang ke Kediaman Huang, kediaman itu tampak suram.
Tidak ada satupun lampu taman yang dinyalakan, kediaman itu tampak seperti sudah di tinggalkan selama beberapa waktu oleh pemiliknya dan bagian luarnya dihiasi dengan banyak pita putih yang menandakan bahwa kediaman tersebut sedang berduka.
Huang Xinxin berjalan masuk tanpa diketahui oleh siapapun dan dia sendiri pada saat ini siluman, tidak sulit untuk menyelinap masuk.
Dia melihat di ruang kerja Huang Xinxin dan itu kosong , tapi kereta kudanya terparkir di bagian luar. Hal ini membuat Huang Xinxin merasa bingung.
Sementara disisi lain, Ming Yue sendiri tidak menyadari dengan jelas. Sehingga dia merasakan kebingungan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata kata.
"Tuan muda Zhou, sebenarnya siapa yang kamu bawa kali ini ?" Tanya Ming Yue dengan heran.
Zhou Man meringis dan merasa tidak nyaman setelah di interogasi oleh Ming Yue.
"Ayo kembali dulu, aku akan menjelaskan hal ini pada Tuan Ming. Ini adalah hal yang rumit dan agak sulit untuk dijelaskan. " Ucap Zhou Man.
Ming Yue masih bingung tapi pada akhirnya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kediaman.
Sementara Huang Xinxin sendiri tidak berhasil menemukan Huang Lixin dimanapun sebelum akhirnya dia mengingat suatu tempat.
Tempat dimana Huang Lixin akan merasa tenang dan dekat kembali dengan keluarganya, Huang Xinxin membuka pintu itu dan melihat dengan jelas bagaimana Huang Xinxin tampak jauh lebih tua dibandingkan ingatannya padahal hanya beberapa minggu berlalu.
Dia tampak seperti sudah melewati sepuluh tahun, di depannya ada tiga papan nama, satu untuk istrinya, Dan Weihui.
Kedua untuk Putrinya, Huang Xinxin dan yang ketiga adalah untuk dirinya, Xia Xinxin. Huang Lixin menoleh perlahan ke arahnya sebelum akhirnya melihatnya dengan tatapan tidak menyangka.
"Xinxin, apakah itu kamu ?" Tanya Huang Lixin dengan suara yang bergetar.
"Ayah, aku bersalah karena meninggalkanmu. Kali ini, aku akan menemanimu dan berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. " Jawab Huang Xinxin.
Huang Lixin langsung bangkit dan berlari untuk memeluknya dengan erat. Tubuh pria itu tampaknya telah mengering seperti digerogoti oleh sesuatu.
Huang Xinxin merasa sedih dengan kondisi yang menimpa Huang Lixin pada saat ini, benar benar menyedihkan.
"Ayah, aku benar benar sudah kembali.... " Bisik Huang Xinxin.
"Jika ini hanya mimpi maka tolong jangan bangunkan aku, aku benar benar ingin membusuk selamanya di dalam mimpi ini. " Ucap Huang Lixin dengan mata yang berkaca kaca.
Terlihat bahwa matanya banyak menangis belakangan ini, tatapannya gelap dan sekitar matanya seperti telah terkena cat hitam gelap.
"Ayah tidak sedang bermimpi, lihat aku. Aku sudah berhasil lahir kembali, ingat bahwa aku tidak berasal dari sini. Aku tidak akan terikat dengan dunia ini terlalu lama. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum tipis.
"Baguslah kalau begitu..... baguslah, artinya langit merasa kasihan denganku. Aku sangat bahagia. Sangat bahagia sekali..... " Ucap Huang Lixin tampak sangat senang.
Huang Xinxin mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata di mata tua Huang Lixin.
"Aku banyak bermimpi belakangan ini maka kamu akan kembali bahwa kamu akan menemaniku lagi sehingga aku sulit untuk menerima bahwa ini adalah kenyataan. " Ucap Huang Lixin dengan menyedihkan.
"Ayah, bagaimana kamu bisa mengetahui ini aku sementara rupaku sendiri berbeda ?" Tanya Huang Xinxin dengan penasaran akan hal ini.
Bahkan Ming Yue sekalipun tidak mengenalinya tapi hanya dengan satu pandangan, Huang Lixin bisa mengenalinya.
"Wajah boleh berubah tapi, matamu selamanya tidak akan pernah berubah. Tatapanmu yang begitu dalam dan menyimpan penuh makna, aku tidak akan pernah melihat orang lain dengan tatapan seperti itu. Selain itu, hanya kamu satu satunya di kediaman ini yang mengetahui ruangan ini. " Ucap Huang Lixin menjelaskan alasannya.
"Terutama kamu mengatakan bahwa kamu berasal dari tempat yang jauh, kamu bisa memasuki tubuh Xinxin maka mungkin juga bisa memasuki tubuh orang lain, aku masih berharap akan hal itu. Tidak menyangka bahwa hal ini akan benar benar menjadi kenyataan. " Lanjut Huang Lixin dengan suara yang bergetar.
Huang Xinxin merasa terharu bahwa Ayahnya bisa mengenalinya dengan sangat mudah. Sementara disisi lain, Ming Yue sendiri mendapatkan fakta ini baru saja dari Zhou Man sehingga dia mengalami pukulan mental dan langsung berlari untuk mengambil kudanya.
Dia mencari Huang Xinxin ke sebuah tempat yang sudah pasti Huang Xinxin datangi, Kediaman Huang.
Ming Yue merasa tidak sabar dan langsung mempercepat laju kudanya, untuk sementara dia merasa bahwa kudanya berjalan dengan sangat lambat.