
Huang Xinxin pergi untuk menunggu surat balasan sebelum akhirnya mendapatkan balasan, balasan itu sangat singkat dan hanya berarti, Ya.
Huang Xinxin menaikkan salah satu sudut bibirnya dan pergi dari sana walaupun masih hujan, tidak masalah jika dia harus kehujanan.
Surat burung merpati ini benar benar bisa diandalkan, seseorang yang dia hubungi, sedang mencari pembunuh kakaknya.
Dia memiliki seorang kakak, mati karena seorang pelayan, Huang Xinxin mengetahuinya dari novel dan tidak banyak yang disorot tentang dirinya.
Tapi, Huang Xinxin yakin bahwa pengaruh yang dia miliki sama sekali tidak kecil, dengan begitu maka dia tidak akan khawatir lagi.
Dia pergi menuju arah Ayahnya sementara orang itu akan menyelamatkan Xiao Zi dan Kepala Pelayan, paling tidak orang ini masih bisa lebih dipercaya dibandingkan Jiu Rui.
Sejujurnya, dia bahkan tidak percaya sama sekali tentang Jiu Rui, sangat sulit untuk melihat tindakan baik dari orang yang akan membunuhnya di masa depan.
Huang Xinxin pergi menuju ke utara sementara orang itu pergi menuju ke Penjara Daerah. Ketika sedang menunggangi kuda, tiba tiba ada yang melesat ke depannya.
Shiutttt !
Sebuah anak panah menancap tepat di depannya , itu menancap di pohon dengan sebuah surat yang tertancap.
Huang Xinxin turun dari sana dengan tenang dan mengambil suratnya dengan pelan. Huang Xinxin membuka surat itu dan membaca isinya.
'Apakah kamu tidak takut kehilangan petunjuk ?'
"Aku lebih takut kehilangan Ayahku dibandingkan kehilangan petunjuk, kamu tidak perlu khawatir karena aku pasti akan menemukan kalian cepat atau lambat. " Jawab Huang Xinxin dengan lantang.
Dia memacu kudanya lagi dan mencari Huang Lixin dengan cepat, hanya saja benar benar tidak ada jejak.
Sampai akhirnya dia menyadari bahwa semuanya palsu termasuk pelayan tadi juga palsu, bagaimana dia bisa tahu bahwa itu adalah bangsawan Huang dari ibukota ?
Apakah secepat itu untuk menemukan informasi dimana tidak membutuhkan waktu lebih dari 10 menit ? Hal ini membuat Huang Xinxin menyadari bahwa dia telah salah , seharusnya dia tidak percaya dengan pelayan itu.
Huang Xinxin memikirkan dengan hati hati, kemana kira kira Huang Lixin akan dibawa pergi. Disini sama sekali tidak ada jejak kaki kuda maka seharusnya Huang Lixin tidak dibawa kesini.
Salah ! Dia telah salah besar ! Dia melihat bekas kaki kuda di dekat pegunungan menuju Pantai Lingyue.
Huang Xinxin langsung berputar arah dan pergi untuk mencari Huang Lixin di sekitar pegunungan yang dia lewati untuk mencapai Pantai Lingyue.
Butuh waktu beberapa jam untuk mencapai sana, tapi mereka tidak memiliki banyak waktu sehingga Huang Xinxin memacu kudanya dengan sangat cepat.
Sampai akhirnya kudanya agak lelah jadi dia beristirahat sejenak untuk kembali melanjutkan perjalanannya setelah itu.
Dia menyusuri kembali jalan setapak dari pegunungan yang curam itu lalu menyadari bahwa memang ada kaki kuda, hanya saja kaki kudanya hanya ada satu kuda bukan dua kuda.
Apakah mungkin Ayahnya dibawa untuk menuju kesini hanya dengan satu kuda ? Huang Xinxin bertanya tanya akan hal ini.
Dia mengikuti jejak kaki kuda ini sampai akhirnya terputus, Huang Xinxin mengerutkan dahinya dan melihat ke atas.
Tidak ada apapun di atas, apakah mungkin dibawah ? Huang Xinxin melihat ke bawah dan itu sangat jauh dari atas pegunungan ?
Huang Xinxin memutar otaknya sebelum akhirnya menendang dinding dengan kekuatan penuh.
Pada saat itu, pintu batu itu benar benar terbuka sesuai dengan harapannya. Di dalam sana ada tiga orang pria yang sedang menatapnya seolah olah yakin bahwa dia akan datang.
Di belakang ketiga pria itu ada Huang Lixin yang terkejut ketika melihat kedatangannya dan merasa khawatir dengan dirinya.
"Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini ?" Tanya pria itu, itu adalah pria yang menjadi utusan untuk pergi dengan Ayahnya.
"Kenapa aku tidak bisa menemukan tempat ini ? Dengan jejak yang begitu jelas, bukankah kamu ingin aku menemukan tempat ini ? Jika aku tidak berhasil menemukannya maka aku takut bahwa kamu akan kecewa. " Jawab Huang Xinxin dengan senyum manis.
"Tuan kami mengatakan bahwa kamu harus dibawa hidup hidup ke hadapannya tapi tidak mengatakan bahwa kami harus menjagamu dengan baik. " Balas pria utusan itu dengan wajah mesum.
"Xinxin ! Pergi dari sini !" Teriak Huang Lixin.
"Ayah, lebih baik jika kamu menutup mata dengan rapat rapat. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum tulus.
Huang Lixin merasa takut akan putri satu satunya miliknya yang berharga disentuh oleh pria pria ini.
Tapi, apa yang dimaksud oleh Huang Xinxin berbeda dengan yang ada dipikiran Huang Lixin.
"Kalian bertiga, aku bertanya tanya apakah kalian semua bermarga Xiao ? Karena kamu sudah ikut lama dengan Ayahku maka aku pikir bahwa kamu bermarga Xiao, Xiao Gu Yue." Ucap Huang Xinxin menebak dengan tepat.
"Bagaimana kamu bisa tahu namaku ?!" Tanya Xiao Gu Yue dengan waspada.
"Xiao Zhang sudah berhasil ditangani, hanya kalian yang tersisa. " Balas Huang Xinxin.
"Sialan, pengkhianat itu ! Kamu tidak akan bisa kabur dari sini. Kamu akan kehilangan jejak atas apa yang kamu cari. " Ucap Xiao Gu Yue mengejeknya.
"Itu belum tentu terjadi, kadang kadang aku bisa berpikir diluar dan lebih dari apa yang orang lain bayangkan tentang diriku. Jadi, bersiap siaplah karena aku tidak akan terlalu berbaik hati. " Ucap Huang Xinxin, dia mengeluarkan Kuas Giok Bulannya.
Xiao Gu Yue menggunakan pedangnya dan berusaha untuk menyerangnya, Huang Xinxin menggunakan Kuas Giok Bulan untuk menangkis serangan itu, walaupun tampak rapuh tapi sebenarnya ini adalah batu yang sangat kuat.
"Kamu sendiri yang memberikan ini maka kamu harus tahu, sekuat apa bulu dari Cerpelai Gunung. " Ucap Huang Xinxin.
Huang Xinxin memutar tubuhnya dengan sekuat tenaga dan menggunakan kakinya untuk membuat Xiao Gu Yue tersandung.
Dia menggunakan kesempatan itu untuk menarik tangan Xiao Gu Yue ke belakang dan menduduki tubuh Xiao Gu Yue.
"Jika kalian berani menyentuh Ayahku maka aku pasti akan membunuhnya. " Ucap Huang Xinxin sambil menusukkan kuas itu ke leher Xiao Gu Yue.
Leher Xiao Gu Yue berdarah tanpa henti, Xiao Gu Yue berusaha untuk mengatakan sesuatu tapi kepalanya ditekan ke tanah oleh Huang Xinxin dengan kejam yang menunjukkan berapa dinginnya hati Huang Xinxin dalam melawan seseorang.
Huang Lixin tidak menyangka bahwa putrinya yang selama ini manja dan tidak pernah mempunyai tindakan jahat ternyata bisa melakukan tindakan seperti ini.
"Bagaimanapun, Xiao Yan telah diselesaikan dan Xiao Zhang telah berkhianat, bertindak terlalu keras tidak akan berguna lagi. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum tipis.
Kedua orang yang tersisa memandangnya dengan waspada dan berusaha untuk mengambil kesempatan darinya.