
"Mengingat bahwa kita bisa mendapatkan kemakmuran sampai hari ini adalah berkat jasa dari segala jenderal dan prajurit yang maju ke garda terdepan dari perbatasan. " Ucap Kaisar.
"Terima kasih, Yang Mulia. " Ucap Ming Yue mewakili semuanya.
"Untuk merayakan hal ini, maka aku mengundang kalian semua ini makan dan berbagi kebahagiaan. Terutama ketika kita kedatangan tamu terhormat, Pangeran Ketujuh Suku Barbar, Xing Yunlai. " Ucap Kaisar.
Xing Yunlai berdiri dan memberikan salam kenal kepada semua orang sebelum akhirnya duduk lagi, tampaknya kehidupannya di tempat ini tidak akan mudah.
Hanya saja, Huang Xinxin tampak tenang, Xing Yunlai ini bahkan tidak muncul di cerita aslinya tapi sekarang dia muncul disini sebagai Pangeran sandera.
Betapa hebatnya hal ini, benar benar membuat Huang Xinxin merasa cemas. Makanan diantarkan oleh pelayan dimana setiap meja mendapat dua belas menu.
Huang Xinxin memberikan makanan yang ada disana untuk Huang Lixin sementara dia hanya mengambil sedikit dan segera makan.
Semua orang makan sampai kenyang dan minum sampai mabuk, Huang Xinxin menatap sekeliling dengan waspada.
Hanya Xing Yunlai ini yang terlihat agak mencurigakan di dalam aula ini, bahkan jika dia adalah orang dengan pengendalian diri yang baik.
Tapi, datang ke tempat yang baru dan asing serta bisa saja membunuhnya tentu saja akan memberikan sedikit kegelisahan.
Melihatnya begitu tenang seperti ini membuat Huang Xinxin takut bahwa Xing Yunlai ini memiliki rencana lain.
Jika tidak maka dia tidak akan setenang ini. Huang Xinxin memakan semuanya dengan lahap dan tentu saja makanan yang diberikan oleh Istana sudah pasti enak.
Semua juru masak yang digunakan adalah yang terlatih dan telah mendapatkan seleksi dari tahun ke tahun.
Setelah semuanya selesai, sudah waktunya bagi para putri bangsawan untuk menunjukkan bakatnya. Biasanya memang selalu seperti itu.
"Yang Mulia, aku ingin menunjukkan kemampuan kecilku. Sebelumnya aku tidak terlalu berbakat hanya saja setelah bekerja keras selama siang dan malam, barulah aku berani untuk menampilkan ini. " Ucap seorang gadis dengan malu malu.
Itu adalah Nona muda dari Keluarga Lei, yang merupakan Bangsawan kelas dua. Ayahnya adalah wakil Menteri Pangan.
Huang Xinxin melihat bagaimana Nona Lei ini mulai menari dengan iringan pemain musik kerajaan sementara Kaisar tampaknya menikmatinya.
"Bagus !" Puji Kaisar.
"Terima kasih, Yang Mulia. " Ucap Nona Lei itu sambil menunduk malu sebelum akhirnya kembali ke tempat duduknya.
"Kemampuan yang begitu saja, takutnya Yang Mulia hanya memuji untuk menyenangkan hatinya. " Bisik Yue Qingyue yang bahkan di dengar oleh Huang Xinxin.
"Nona Yue tampaknya ingin menunjukkan beberapa bakat juga. " Ucap Huang Xinxin.
"Kau ? Baiklah, aku akan menunjukkan beberapa tarian. " Ucap Yue Qingyue dengan kesal dan maju ke depan.
"Semuanya hanya senang senang, untuk apa begitu serius Nona Yue ?" Tanya Huang Xinxin sambil tertawa ringan.
Semua orang tertawa, menertawakan Yue Qingyue sementara keluarga Yue tampak seperti baru saja dilempari dengan kotoran ke wajah mereka.
Huang Xinxin mengutuk di dalam hati, untuk berani menyinggung nya maka berarti siap dengan semua konsekuensinya.
Huang Xinxin tampak acuh tak acuh, dia benar benar malas untuk melakukan apapun sementara Yue Qingyue mulai melakukan ancang ancang.
"Aku akan menarikan sebuah tarian yang bernama, Tarian Anggrek Mekar di Musim Dingin. " Ucap Yue Qingyue.
Bahkan Kaisar pun menjadi canggung setelah mendengar kata kata Yue Qingyue, hanya saja Yue Qingyue tampaknya tidak menyadari kesalahannya.
Entah siapa yang mengajari dia menari dengan begitu payah tapi dia berani untuk mengomentari orang lain.
Berapa percaya dirinya dia bahwa dia akan menjadi lebih baik dari Nona Lei tadi, jika Nona Lei tadi bernilai 8 maka Yue Qingyue ini paling hanya 4 .
Betapa percaya dirinya dia bahwa semua orang akan memaklumi nya sebagaimana orang orang memaklumi Nona Lei.
Nona Lei selalu rendah hati dan tidak pernah bertindak arogan , juga jarang keluar dari rumah sehingga orang orang menyebutnya sebagai calon menantu idaman karena memiliki sifat yang berbudi luhur serta memiliki banyak keahlian lain dalam enam keahlian dasar wanita wanita terpelajar.
Berbeda dengan Yue Qingyue ini, bahkan ketika dia selesai, masih tidak ada yang segera bertepuk tangan untuknya sampai akhirnya Huang Xinxin yang bertepuk tangan terlebih dahulu dan di ikuti oleh yang lain.
"Tarian yang bagus, akan lebih baik jika Nona Yue berlatih dengan lebih keras di masa depan. " Ucap Huang Xinxin dengan kata kata yang benar benar menusuk.
"Huang Xinxin ! Berani beraninya kau menghinaku, apakah kamu berani untuk maju ke depan dan menari bersama ?!" Tanya Yue Qingyue.
"Karena Nona Yue telah menawarkan maka aku tidak akan berani untuk menolak. " Jawab Huang Xinxin dengan anggun dan berjalan ke depan laku memberikan hormat kepada Kaisar, Permaisuri dan Jiu Rui.
"Hari ini, aku ingin mempersembahkan sebuah tarian yang sederhana dengan judul Tarian Bangau dibawah Bulan Purnama. " Ucap Huang Xinxin.
"Tarian apa itu ? Tampaknya sesuai denganmu yang tinggal di tempat terpencil. " Celetuk Yue Qingyue.
Hanya para bangsawan yang merupakan lulusan dari Akademi Kekaisaran yang menatap Yue Qingyue dengan tatapan tajam.
Tarian Bangau dibawah Bulan Purnama adalah tarian yang sangat elegan dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan yang bisa mempelajarinya hanya orang yang tinggal di dalam Istana atau memiliki status terhormat.
Huang Xinxin mulai menari dengan gerakan gerakan yang sangat anggun dan lembut, sudah dikatakan bahwa dia baik dalam segala hal kecuali menulis cerita.
Huang Xinxin menari dengan anggun dan berputar di tengah tengah aula yang membuat semua orang terpaku.
Bahkan Xing Yunlai yang tidak pernah tertarik pada Nona Lei atau Nona Yue sekalipun menoleh untuk melihat siapa yang sedang menari ini.
Sementara Ming Yue sendiri merasa rumit , pada saat itu Wang Ziqi juga pernah menarikan tarian yang sama.
Bayangan antara Wang Ziqi dan Huang Xinxin tampaknya saling menimpa satu sama lain, hanya saja ada yang berbeda.
Wang Ziqi memancarkan aura yang hangat dan penuh dengan kejujuran sementara Huang Xinxin tampak agak licik dan tidak terduga untuk tariannya.
Dia menari kesana dan kemari dengan goyangan pinggul yang tepat, dia tampak sangat menarik dan cantik.
Tangannya yang lembut dan halus, bergerak gerak dengan penuh kecantikan. Tidak ada satupun yang berhasil lolos dari pikatan saya tariknya.
Huang Xinxin menari hanya saja kakinya membentuk sesuatu sebelum akhirnya tiba tiba ada tulisan di bawahnya yang terlihat bercahaya.
...----------------...
Note : Seperti janji author untuk up 3 chapter kalau likenya sudah 1 k
Up 1 k like : 1 / 3