Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
162. Diantar Pulang


Melihat bahwa Ming Yue tampak sangat tulus dan memohon padanya seperti itu membuat Xia Xinxin tidak tega dan pada akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Hal ini akan merepotkan kamu, Wang Zhang. " Ucap Xia Xinxin memberikan kunci mobilnya.


"Santai saja, bagaimanapun hal ini adalah hal yang dilakukan oleh temanku, aku sebagai temannya tentu saja tidak bisa tinggal diam dan melihatnya melakukan hal bodoh jadi aku menegurnya. Untunglah dia bukan orang yang keras kepala. " Balas Wang Zhang dengan senyumnya yang agak terpaksa.


Jelas jelas, mengatakan bahwa Ming Yue melakukan ini tanpa keras kepala adalah hal yang sangat bodoh.


Wang Zhang tahu bahwa kakaknya dan Xia Xinxin memiliki hubungan yang erat dan karena itu dia mengatakan kepada Ming Yue untuk meminta maaf kepada Xia Xinxin jika tidak maka di masa depan akan canggung untuk bertemu satu sama lain sementara mereka sendiri akan sering bertemu terutama karena kata kata Hua Yin sebelumnya jadi hal ini tentu saja membuat mereka meminta maaf pada Hua Yin.


Hanya saja untuk membuat Tuan Muda Ming yang memiliki harga diri tinggi langit untuk meminta maaf hal yang sudah dilakukannya dibutuhkan banyak sekali perjuangan seolah olah Wang Zhang yang melakukan kesalahan alih alih Ming Yue itu sendiri.


Jika Xia Xinxin tahu ini maka dia tidak akan bersimpati dan yang ada justru dia akan memukul Ming Yue sekuat yang dia bisa.


Ming Yue ini benar benar tidak bisa diprediksi dan memiliki pemikiran yang rumit, karena terlalu rumit , hal cara dia berpikir saja tidak sama dengan manusia zaman ini.


Tapi berhubung Xia Xinxin tidak tahu maka dia tidak mempermasalahkan hal ini dan dia mengikuti Ming Yue untuk di antar sampai ke rumah.


"Kalau Tuan Muda Ming tidak sedang terburu buru maka aku tidak akan masalah dengan hal ini. " Jawab Xia Xinxin dengan tenang.


"Tenang saja, aku memang sedang lapar jadi ayo kita makan terlebih dahulu. Aku mendengar dari Wang Zhang bahwa Nona Xia adalah seorang pelukis handal. " Balas Ming Yue.


"Aku tidak berani untuk menyebut diriku sendiri sebagai seorang pelukis handal, bagaimanapun belakangan ini aku tidak berkarya lagi dan fokus pada kehidupanku sendiri. " Ucap Xia Xinxin.


"Fokus pada kehidupan sendiri ? Bukankah berkarya juga merupakan salah satu cara untuk fokus pada kehidupan diri sendiri ?" Tanya Ming Yue dengan heran.


"Tapi selama ini aku sibuk dengan diriku sendiri tapi aku tidak memperhatikan orang lain, jadi aku bertemu dengan banyak orang selama beberapa tahun belakangan ini dan berkenalan dengan banyak orang. Aku menjadi memiliki pengetahuan lebih terkait dunia, terutama dengan Dinasti Xia. " Jawab Xia Xinxin.


"Nona Xia juga paham dengan sejarah dari Dinasti Xia ? Aku sejak kecil diminta untuk mempelajari hal ini dan aku merasa bahwa ini adalah hal yang aneh sementara Kekaisaran bahkan sudah tidak berdiri lagi, tapi mereka masih memaksaku untuk membaca sejarah sejarah yang membosankan ini. Aku tidak tahu bahwa diluar sana masih ada orang yang perduli dengan Dinasti Xia. " Ucap Ming Yue.


"Sejujurnya, aku mengetahui banyak hal mengenai Dinasti Xia terutama pada awal awal pembangunan. " Balas Xia Xinxin.