Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
25. Surat Merpati


"Jenderal Ming, silakan melakukan apa yang kamu inginkan. Bagaimanapun aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi sebenarnya kamu tidak akan mendapat apapun darinya karena dia hanya bidak. " Ucap Huang Xinxin dengan lembut.


"Nona Huang, apa yang kamu dapatkan dari dia ?" Tanya Ming Yue dengan heran.


Huang Xinxin menarik sesuatu dari sakunya dan mengambil surat yang terselip di pakaian Kepala Pelayan.


Kepala Pelayan yang melihat ini langsung terkejut dan tidak menyangka bahwa dia berhasil mendapatkan ini.


"Mereka berkomunikasi dengan Surat Merpati, ini seharusnya tidak sulit untuk dilacak. Terimakasih karena telah membantuku, Kepala Pelayan. " Ucap Huang Xinxin lalu berjalan keluar dari penjara itu.


Ikat rambutnya terlepas dan membuat seluruh rambutnya terurai dengan bebas. Ming Yue melihat dari belakang dan siluet itu benar benar mirip dengan Wang Ziyi.


Hanya saja, ketika dipikirkan lagi maka itu seperti orang yang sama tapi dengan kepribadian yang berbeda sekali.


Wang Ziyi selalu memiliki senyum yang indah dan manis di wajahnya, itu juga terlihat tulus tapi Huang Xinxin berbeda.


Senyum manisnya membawa aura membunuh yang menindas orang lain, itu benar benar menegaskan bahwa mereka bukan orang yang sama karena orang yang sama tidak mungkin berbeda seperti itu.


Huang Xinxin mengambil pitanya yang terjatuh di tanah dan mengikatnya kembali di kepalanya, dia mengikatnya dengan perlahan lahan karena dia tidak terlalu pandai dalam menggunakan pita sebagai pengikat rambut.


Huang Xinxin naik ke lantai atas dan duduk di ruang tamu dan tidak lama Ming Yue menyusul ke atas bersama dengannya.


"Aku harus berterima kasih kepada Nona Huang karena membantuku menemukan orang yang membunuh kakakku. " Ucap Ming Yue dengan lebih ramah.


"Jenderal Ming, kamu adalah kebanggaan Kekaisaran kita. Aku tidak pantas untuk menerima rasa terima kasihmu. Hanya saja satu hal yang ingin ku beritahukan adalah, pasti ada orang dibalik semua ini dan yang membunuh Nona Wang bukan hanya dirinya. Melainkan dia diperintah untuk melakukan hal tersebut, untuk selanjutnya maka aku berharap Jenderal Ming bisa mencarinya sendiri. Kita berada di jalan yang berbeda, Jenderal Ming. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum tipis sebelum akhirnya bangkit.


"Bagaimana aku bisa mengucapkan terima kasihku kepadamu ?" Tanya Jenderal Ming.


Huang Xinxin berhenti sejenak dan menoleh ke belakang untuk melihat wajah Ming Yue.


"Tidak perlu berterima kasih padaku karena kamu tidak berhutang apapun padaku. " Jawab Huang Xinxin.


"Aku akan meminta orang untuk mengantarmu kembali ke kediaman Huang. " Ucap Ming Yue.


"Tidak perlu, aku membawa kudaku sendiri. Aku tidak memerlukan tumpangan, Jenderal Ming. " Balas Huang Xinxin dengan tegas.


Huang Xinxin memiliki pendapat bahwa Ming Yue melihatnya mirip dengan Wang Ziyi dan secara otomatis ingin melindunginya tapi Huang Xinxin tidak pernah ingin terlibat lebih jauh dengan Ming Yue.


Karena, ini hanya salah satu kerja sama yang menguntungkan tapi ke depannya mungkin tidak akan bisa saling menguntungkan lagi.


Ming Yue hanya ingin mencari dalang dari pembunuhan Wang Ziyi sementara dia ingin mencari dalang dari semuanya.


Dia tidak akan berhenti hanya karena satu budak terungkap tapi Ming Yue berbeda, keterlibatannya lebih dangkal dibandingkan Huang Xinxin.


Huang Xinxin menaiki kudanya dan kembali ke kediaman Huang, disana dia mengejutkan banyak pelayan kediaman Huang.


"Jangan sampai masalah ini terdengar oleh orang luar. " Ucap Huang Xinxin dengan tegas.


"Ya, Nona. " Ucap para pelayan dan pengawal.


Huang Xinxin masuk ke dalam ruangan Huang Lixin dan tampaknya Huang Lixin masih terpukul dengan situasi yang menimpanya.


Memang, kejadian Xiao Gu Yue itu memang tiba tiba dan tidak diduga duga terutama Xiao Gu Yue telah mengelola bisnis Huang Lixin selama puluhan tahun jadi mereka sangat dekat, tidak menyangka bahwa Xiao Gu Yue adalah salah satu mata mata yang ditanamkan.


"Ayah, aku tahu bahwa kamu terpukul dengan situasi yang terjadi saat ini tapi memang begitulah hal yang terjadi aku mungkin akan sibuk ke depannya. Ayah, tolong jaga dirimu baik baik, aku akan meminta Putra Mahkota untuk mengirimkan lebih banyak pengawal disini. " Ucap Huang Xinxin.


"Bagaimana denganmu ? Kamu hampir mati kali ini , apakah selanjutnya juga akan sama ?" Tanya Huang Lixin dengan khawatir.


"Ayah, aku tidak akan mati. Kamu justru harus menjaga dirimu dengan baik baik karena kamu adalah kelemahanku. Musuh pasti akan melihatmu sebagai peluang untuk menundukkanku. " Jawab Huang Xinxin menenangkan.


"Kalau begitu maka aku akan diam diam dirumah, putriku kamu harus menjaga dirimu dengan baik. " Balas Huang Lixin masih merasa tidak tenang dengan kondisi Huang Xinxin.


"Ayah, setelah membawa pengawal yang diberikan Putra Mahkota maka Ayah bisa pergi kemanapun yang Ayah mau. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum tulusnya.


Huang Xinxin berjalan ke depan dan meminta pelayan untuk menghubungi Jiu Rui, dia juga memberi tahu sebagian dan mengatakan bahwa kasusnya berhenti di Xiao Zhang.


Sementara Kepala Pelayan dan Xiao Zi terkait dengan kasus pembunuhan Wang Ziyi, dengan begini maka Jiu Rui terputus akan informasi ke depan.


Jiu Rui mengirimkan tiga orang dengan kemampuan bela diri yang baik untuk melindungi Huang Lixin.


Huang Xinxin tersenyum miris ketika melihat ini, dia benar benar merasa bersalah. Dia seharusnya mengatakan yang sebenarnya kepada Jiu Rui yang tulus untuk membantunya, hanya saja sangat sulit untuk mempercayai Jiu Rui.


Karena, perbedaan karakter yang dimiliki Jiu Rui benar benar berbeda. Bahkan tidak ada kebencian sedikitpun yang dipancarkan oleh Jiu Rui untuknya.


Entah bagaimana ini terasa canggung untuknya, satu satunya orang yang sangat dia waspadai di dalam cerita ini adalah Jiu Rui tapi ketika dia tiba disini maka semuanya terasa sangat berbeda dan apa yang dia yakini dengan mudah dihancurkan seolah olah sengaja untuk menipunya.


Huang Xinxin membersihkan kuasnya dan melukis sesuatu tentang hujan di tengah danau yang sepi.


Awan dan kabut yang dibuat nyata dengan bulir bulir air yang halus, menerpa danau itu. Angin yang dengan lembut menemani bulir bulir air itu.


Setelah selesai menyelesaikan lukisannya, Huang Xinxin menyadari bahwa dirinya belum berganti pakaian sejak pulang. Dia meminta pelayan untuk menyiapkan air hangat untuknya.


Dia melepaskan pakaiannya dan merendam dirinya di air hangat, dia sudah meninggalkan kediaman selama dua hari dan lusa dia akan bertemu dengan Tuan Zhou.


Ini juga akan berpengaruh terhadap kemajuan dirinya di masa depan, akankah Huang Xinxin berhasil untuk menemukan orang yang telah meracuninya ?