Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
111. Penyihir Kerajaan Yu


Mereka melontarkan panah demi panah menuju siluman yang akan kembali membentuk jembatan, jumlah siluman yang ada di depan, tidak dapat di hitung dengan jari.


Tidak ada yang pernah tahu bahwa jumlah siluman yang menetap di hutan Kerajaan Yuwen sangat banyak bahkan hampir tidak terkendali.


Siluman berbeda dengan manusia, mereka memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan manusia hanya saja tentu saja ada kekurangan dari mereka yang membuat semuanya menjadi seimbang.


Manusia memiliki banyak rencana yang dapat digunakan untuk melawan musuh yang lebih kuat dan selain itu, siluman sendiri membutuhkan waktu yang panjang untuk mendapatkan kekuatan mereka. Selain itu, mereka juga membutuhkan ujian petir seperti yang dilakukan oleh Wei Qian Ming.


Tidak sedikit siluman yang gagal dan meninggal dalam ujian petir tersebut, sehingga seharusnya para siluman itu tidak akan maju keluar seperti ini tanpa sebab.


Harus ada seseorang yang memancing mereka untuk keluar dan menyebabkan keributan di Kekaisaran Jiu. Selama ini, Kekaisaran Jiu tidak pernah bersinggungan dengan para siluman ini tapi tidak menduga bahwa mereka masih datang kemari dan membuat keributan.


Ming Yue berjalan ke depan dan berdiri di atas benteng untuk berhadapan dengan lautan siluman yang ada di seberang jurang.


"Izinkan aku bertanya terlebih dahulu, Kekaisaran Jiu tidak pernah menyinggung para siluman. Kenapa kalian menyerang kami ?" Tanya Ming Yue.


Seekor siluman ular mata tiga berjalan ke depan dan menatap Ming Yue dengan ketiga matanya yang mengerikan.


"Itu semua karena kalian menyimpan dan menyandera Ratu Siluman kami ! Ratu Siluman mampu untuk menyatukan seluruh kekuatan para siluman, kalian dengan sengaja menahannya !" Teriak Siluman Ular Mata Tiga itu.


Ming Yue yang mendengar ini menaikkan salah satu alisnya dan mengerutkan dahinya, dia merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Siluman Ular Mata Tiga itu.


Dia tidak pernah mendengar terkait dengan Ratu Siluman yang dimaksud oleh para Siluman itu , hal ini adalah sebuah keanehan.


"Tampaknya ada kesalah pahaman. Di tempat kami, tidak ada Ratu Siluman dan kami tidak pernah berniat untuk mencuri atau menyandera Ratu Siluman kalian. " Ucap Ming Yue.


"Jangan percaya dengan kata katanya ! Para manusia memang sangat licik dan berusaha untuk menipu kita ! Kembalikan Ratu Siluman kami !" Teriak siluman yang lain.


"Bagaimana kalian bisa tahu bahwa Ratu Siluman kalian benar benar berada disini atau bukan ?" Tanya Ming Yue berusaha untuk tetap mendamaikan kedua pihak.


Jika ini benar benar salah paham maka ada baiknya untuk segera meluruskan nya, jika tidak maka semua pihak akan menderita karena kematian yang sia sia.


Pihaknya memang merupakan sekelompok prajurit yang terlatih dengan ketat tapi bukan berarti tubuh mereka terbuat dari besi. Mereka sudah bertarung selama beberapa hari berturut-turut sembari menunggu pesan tiba di Ibukota.


Tentu saja mereka sudah merasa lelah, jika bisa menunda perang ini maka itu adalah hal yang terbaik.


"Kami memiliki sebuah permata yang disebut dengan Permata Jiwa, itu akan bisa mendeteksi keberadaan Ratu kami dan itu menunjukkan bahwa Ratu kami berada di Kekaisaran Jiu. Kami tidak pernah keluar dari hutan kecuali keadaan mendesak, tapi kalian mencoba untuk menyandera Ratu kami. " Ucap Siluman Ular Mata Tiga.


"Kalian tahu, jika peperangan ini terjadi maka akan memberikan dampak besar bagi kedua pihak. Terutama kami benar benar tidak tahu menahu terkait dengan Ratu kalian ini. Bahkan jika kalian berhasil masuk, itu tidak akan masuk dengan mudah dan kalian juga tidak akan berhasil mendapatkan sesuatu karena Ratu kalian tidak berada disini. " Ucap Ming Yue.


"Jangan menunda lagi. " Ucap sebuah suara yang asing.


Ketika Ming Yue mengangkat kepalanya, dia melihat sebuah kereta hitam yang berasal dari belakang siluman. Para siluman membuka jalan dan menundukkan kepala mereka kepada kereta itu.


Dikatakan bahwa dia telah hidup selama 300 tahun dan menyerap ribuan orang untuk terus bertahan hidup dan memupuk kekuatannya, ada yang mengatakan dia adalah pria tua, ada yang mengatakan bahwa dia adalah pria tampan atau bahkan wanita muda.


Selama ini dia selalu menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya sehingga tidak banyak orang yang mengetahui rupanya.


Pria itu memiliki postur tubuh yang agak tinggi dan tampak gagah, dia turun dari kereta kuda dan melihat sekitar dengan anggun.


"Jenderal Ming, lama tidak bertemu denganmu. " Ucap Penyihir Agung.


Suaranya pelan tapi jernih, orang orang bisa mendengarnya dengan jelas bahkan ketika dia mengatakannya dengan sangat pelan.


Suaranya seperti memiliki daya untuk menghipnotis orang lain. Ming Yue dengan segera mengambil alih kondisi ini.


"Semuanya, jangan sampai memiliki pikiran yang kosong. Fokus pada tujuan awal kita. " Ucap Ming Yue kepada pasukannya sebelum akhirnya dia maju ke depan.


"Memang, lama tidak bertemu, Penyihir Agung. Tapi, aku lebih senang jika tidak pernah bertemu lagi denganmu. " Ucap Ming Yue dengan senyum lebar.


"Betapa ramahnya Jenderal Ming dalam menyambut seseorang, membuatku benar benar kagum. " Balas Penyihir Agung.


Penyihir Agung sendiri tidak tampak berbeda dengan manusia pada umumnya, hanya saja aura yang dipancarkan dari tubuhnya, tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan manusia biasa.


"Penyihir Agung terlalu memujiku, hanya saja aku penasaran dengan alasan Penyihir Agung datang kemari. Terutama ini adalah peperangan antara Kekaisaran Jiu dan Para Siluman, lalu apa yang dimaksud 'jangan menunda lagi', Penyihir Agung ?" Tanya Ming Yue dengan dingin.


Penyihir Agung menatapnya dengan tatapan seribu makna dan Ming Yue tidak mampu memahami apa yang dimaksud oleh Penyihir Agung hanya dari tatapannya.


Hanya saja, satu hal yang disimpulkan oleh Ming Yue adalah Penyihir Agung tidak datang kemari dengan niat yang baik, karena setiap hal yang berkaitan dengan Penyihir Agung adalah hal yang buruk.


Melihat Penyihir Agung sengaja untuk memanas manasi Para Siluman maka ini menunjukkan bahwa Kerajaan Yu sengaja untuk bergabung kekuatan ke dalam kekacauan ini untuk melumpuhkan Kekaisaran Jiu.


Ming Yue mengepalkan tangannya erat erat dan menarik nafasnya dalam dalam, berusaha untuk tetap terlihat tenang.


Ketika dia tampak panik maka musuh akan bisa dengan mudah menemukan kelemahannya, sebagai seorang Jenderal maka dia memiliki kewajiban untuk melindungi orang lain.


"Seharusnya, sikapku sudah cukup jelas untuk di mengerti oleh Jenderal Ming, bukan ? Aku tidak perlu menjelaskan dengan kata kataku lagi. " Ucap Penyihir Agung dengan kekehan kecil.


...----------------...


Halo semuanya, Terima kasih banyak untuk yang sudah komen crazy up, author sebelumnya lupa ada challenge yang 7k, 8k , dan 9k like . Maaf banget ya karena kelupaan, Terima kasih untuk yang sudah membaca.


Bonus up like 7 k : 1 / 3