
Semua orang tercengang ketika mendengar itu bahkan para bangsawan yang berdiri di luar mulai menjadi sunyi ketika mereka mendengar kata kata dari Ming Yue, mereka tiba tiba mengingat lagi bahwa Huang Xinxin telah mempertaruhkan nyawanya untuk pergi ke perbatasan.
Hal ini benar benar membuat orang marah ketika memikirkan tindakan Kaisar. Bahkan orang orang yang membenci, perlahan lahan mulai memandang dari arah yang berbeda.
Terlepas dari sikap Huang Xinxin sebelumnya yang sebelumnya telah diremehkan oleh orang orang tapi sekarang dia telah membuktikan kemampuannya sendiri dan membuat orang yang telah meremehkannya merasa malu.
Pada saat ini, tubuh Huang Xinxin terasa seperti membeku, benar benar membuat semua orang khawatir. Bahkan tabib sekalipun tidak bisa tidak merasa takut.
Terutama ketika mendapatkan tatapan tajam dari Ming Yue. Siapa yang tidak takut ketika melihat Ming Yue yang sudah membunuh ribuan orang ?
Orang jenis apa yang belum pernah dibunuh oleh Ming Yue ? Di medan perang, bahkan tidak bisa melihat dengan jelas. Bagaimana mungkin Ming Yue adalah orang yang baik dan polos ?
Tentu saja itu bukan hal yang mungkin untuk terjadi, pada saat yang sama Ming Yue menyuruh Yue Zhang untuk menjemput Cuizi dan putrinya untuk dibawa ke penjara kediamannya. Hal ini tidak boleh sampai dilihat oleh orang lain. Sehingga kedua orang itu dibius dan dibawa ke atas kereta kuda.
Yue Zhang mengendarai kuda itu secara pribadi dan orang orang tahu bahwa itu adalah Ming Yue yang kembali ke kediaman sementara dia sendiri masih menetapkan di kediaman Bangsawan Huang untuk menunggu Huang Xinxin sampai sadar sepenuhnya jika tidak maka dia tidak akan kembali sama sekali.
Dia merasa bersalah, bagaimana mungkin dia tidak mendapatkan informasi sama sekali ? Hal ini membuatnya tidak nyaman, terutama ketika Huang Xinxin mengambil tindakan ini untuk memberinya tanda tanda tentang kasus belasan tahun yang terkait dengan orang tuanya.
Ming Yue pasti akan sangat berterima kasih tapi tidak tahu bagaimana cara untuk membalasnya, hal ini pasti terkait dengan Ibu Suri dan untuk menenangkan kemarahan orang orang maka Ibu Suri pasti akan keluar dari pertapaannya.
Pada saat ini, semua orang merasa khawatir dan tidak bisa tidur dengan tenang. Hanya Huang Xinxin yang bisa beristirahat dengan tenang.
"Kondisi Nona Huang telah membaik dan akan sadar dalam beberapa jam, hanya saja dia mungkin tidak bisa berjalan untuk sementara waktu karena cedera yang ada di kakinya yang pelu pengobatan lebih lanjut. Jika dia berlutut lebih lama sebentar saja maka takutnya dia tidak akan bisa berjalan sama sekali sepanjang hidupnya. Tubuhnya lemah karena racun dan ditambah lagi dengan ini..... "Tabib itu tidak melanjutkan kata katanya karena kata katanya sudah dimengerti oleh Ming Yue dan Huang Lixin.
"Baiklah, terima kasih karena telah datang kemari malam malam. " Ucap Huang Lixin dengan nada meminta maaf pada tabib itu.
"Tuan Huang tenang saja, senang rasanya bisa ikut membantu. Nona Huang memiliki jiwa pemberani yang sangat tinggi, ini membuatku kagum sekaligus malu. " Ucap Tabib itu sebelum akhirnya pamit. Itu hanya menyisakan Ming Yue dan Huang Lixin.
"Paman Huang, Ibu Suri pasti akan datang sebentar lagi. Apakah kamu mengetahui banyak tentang dirinya ?" Tanya Ming Yue.
"Kalau dia benar benar memutuskan untuk keluar maka kamu tidak perlu lagi kesana karena situasi pasti akan stabil, dia memiliki kemampuan lebih dari yang dibayangkan oleh orang orang. Bahkan Kaisar sekalipun tidak akan bisa menandinginya. " Jawab Huang Lixin sambil memandang jauh.
Sementara disisi lain, malam telah tiba dan cuaca berubah menjadi semakin dingin tapi tidak mampu untuk memadamkan api kemarahan orang orang.
Sehingga orang orang masih berkumpul di depan Istana dan meminta Kaisar keluar untuk mengeluarkan kata kata yang lebih bijak dan meminta maaf.
Jika terjadi perebutan takhta maka kekacauan akan ada dimana mana, tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang menggunakan pakaian sederhana dengan warna merah yang menyala dan rambut yang diikat dengan penuh.
"Ibu suri !" Teriak orang orang dengan terkejut dan berlutut untuk memberikan hormat kepada Ibu Suri.
"Para Tuan Tuan sekalian, Nyonya ini telah tua. Tidak tahu apakah bisa menemani kalian untuk waktu yang lama atau tidak. " Balas Ibu Suri.
Ibu Suri yang sudah berusia 60 tahun ini masih tampak muda seperti baru saja 40 tahunan, dia memiliki garis wajah yang cantik dan tegas. Dia cocok untuk menjadi pemimpin.
Ibu Suri memiliki marga Dan, sebuah Keluarga Bangsawan Kuno yang telah lama menghilang tapi jaringan yang dia miliki masih berada dimana mana layaknya jaringan yang tidak terlihat.
"Kami memberi hormat kepada Ibu Suri ! Ibu Suri harus memperhatikan kesehatan diri sendiri !" Teriak orang orang.
"Aku tahu bahwa putraku salah dan aku akan menghukumnya tapi, bagaimanapun dia adalah putraku. Jika Tuan Tuan sekalian bersedia untuk bersikap rendah hati maka Nyonya Tua ini bisa tidur dengan tenang. " Ucap Ibu Suri.
"Ibu Suri, Yang Mulia telah kehilangan jalan kebenaran. Dia menghukum yang benar dan memihak yang jahat. " Balas yang lain.
Ibu Suri tampak tidak panik bahkan jika di depannya semua adalah para pria yang bermartabat, yang menunjukkan bahwa dia memiliki aura pemimpin.
Ketika dia menatap, tidak ada yang berani menatap matanya. Ketika dia menyela, tidak ada yang berani memberikannya kata kata lain.
"Aku tahu, hal ini memang merupakan kelalaian ku. Aku adalah Ibu dari Yang Mulia, maka aku harus menanggung dosanya. Aku akan bersujud kepada kalian semua disini dan terkhusus Nona Huang sebagai gantinya. " Ucap Ibu Suri dengan nada lemah.
Semua orang terkejut ketika Ibu Suri langsung menjatuhkan diri, mereka semua langsung bersujud dan memohon ampun.
"Tolong jangan rendahkan diri anda sendiri ! Kami tidak layak ! Jika Ibu Suri sudah mengatakan seperti itu maka kami akan kembali, tolong Yang Mulia meminta maaf kepada Nona Huang. " Ucap seorang pria.
"Baik, aku akan menyampaikan kata kata lain. Para Tuan disini bijaksana dan memiliki hati yang luas. Aku akan mengirimkan hadiah kecil untuk kalian. " Balas Ibu Suri dengan senyum tipis yang mengerikan. Pada akhirnya, kekacauan yang bahkan tidak bisa ditangani oleh Kaisar selama berjam jam bisa ditangani oleh Ibu Suri hanya dengan lima menit kemunculannya.
Ketika semua orang pergi, senyum di wajah Ibu Suri menghilang dan dia berjalan masuk ke dalam Aula Istana untuk melihat Putranya yang sangat tidak berguna itu.
...----------------...
Bonus Up like 4,2 k : 2 / 3