Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
97. Ibukota


Huang Xinxin pada akhirnya mendapatkan kudanya sendiri berkat bantuan dari Zhou Man, tindakan Zhou Man juga sudah berubah jauh dan agak hati hati. Meskipun kadang kadang masih tidak bisa menahan diri ketika melihat gadis cantik tapi tidak seburuk dulu. Pada saat ini, dia menunjukkan bahwa dirinya menjadi bisa untuk di andalkan.


Keesokan harinya,


Huang Xinxin menggunakan pakaian baru yang dibelikan oleh Zhou Man dan tentunya dia mendapatkan makanan enak. Tapi, dia tetap menggunakan jubah hitam yang di bawanya karena dia ingin memberikan kejutan kepada seseorang yang istimewa baginya.


"Nona Huang, apakah kamu sudah siap untuk pergi menuju Ibukota ?" Tanya Zhou Man dengan hati hati.


"Tentu saja. " Jawab Huang Xinxin dengan senyum tipis di balik jubahnya.


"Aku sudah melakukan apa yang Nona Huang katakan, di dalam surat itu, aku tidak menulis kamu yang menangkapnya. " Ucap Zhou Man dengan tawa kecil.


"Bagus sekali, kamu sudah banyak meningkat. Entah apa yang membuatmu bisa menjadi seperti ini. " Puji Huang Xinxin pada saat yang sama Zhou Man memandang Huang Xinxin dengan tatapan yang mendalam.


Ingin rasanya dia mengatakan kepada Huang Xinxin bahwa dirinyalah yang mengubah Zhou Man menjadi seperti ini.


Tapi, Zhou Man tidak memiliki keberanian untuk itu. Katakanlah bahwa dia adalah seorang pengecut karena pada kenyataannya memang seperti itu.


Membayangkan bahwa itu adalah dirinya yang di hipnotis dengan mata Huang Xinxin maka dia bahkan tidak akan bisa memberikan serangan.


Bahkan musuh yang tangguh seperti Xian Jinmei sekalipun bisa dikalahkan dengan begitu mudah.


Mereka duduk di atas kuda dan berjalan menuju Ibukota, pengawal yang dimiliki oleh Zhou Man sama sekali tidak sedikit.


Ada dua belas orang yang sudah terlatih dengan sangat ahli tapi entah bagaimana, Huang Xinxin masih tidak bisa merasakan tenang.


Bagaimanapun, mereka masih harus melihat banyak hal, jika musuh lain adalah setengah siluman maka dia masih harus mengambil langkah.


"Perhatikan sekitar mu, jangan sampai lengah. " Bisik Huang Xinxin.


"Aku mengerti. "Balas Zhou Man.


Tapi, selama perjalanan, benar benar tidak ada satupun orang yang menyerang dan ini termasuk mencurigakan menurut Huang Xinxin. Dia benar benar merasa bahwa ada suatu hal yang disembunyikan dari hal ini.


Tapi, tidak ada bukti langsung dan pada saat ini, Xian Jinmei juga tidak akan bisa memberikan petunjuk apapun pada mereka.


Seseorang dengan tato bunga Persik di tangannya, persis seperti yang dikatakan oleh Xiao Zhang. Hal ini akan menjadi beberapa hal yang harus dipertimbangkan di masa depan.


Melihat dengan kondisi Kaisar pada saat ini maka seharusnya dia tidak terlibat dalam kasus ini maka harusnya ada dua pihak yang saling berlawanan.


Yang pertama adalah pihak Kaisar, sementara yang lain adalah pihak yang berdiri di dalam kegelapan ini sementara dia sendiri dan yang lainnya terjepit di tengah tengah antara kedua orang ini.


Tapi, Huang Xinxin akan memastikan bahwa dia tidak akan duduk diam dan menyaksikan orang orang terdekatnya terluka. Dia pasti akan melakukan yang terbaik untuk mengupayakan keselamatan keluarganya.


Tidak terasa bahwa mereka telah mencapai setengah jalan menuju Ibukota, perasaan lelah yang sebelumnya menghampirinya sendiri telah hilang sepenuhnya.


Sementara disisi lain, Ming Yue merasa semangat ketika dia mendengar bahwa Zhou Man menemukan petunjuk terkait dengan pembunuh Xian Liwei yang ternyata adalah asik tirinya sendiri yang seharusnya sudah mati sejak lama, Xian Jinmei.


Hanya saja, orang yang menangkapnya sendiri dirahasiakan oleh Zhou Man dan Zhou Man memilih untuk tidak mengatakannya kepada Ming Yue lewat surat.


Ming Yue berpikir bahwa ada hal yang mencurigakan sehingga Zhou Man memutuskan untuk merahasiakan ini untuk sementara waktu.


Ming Yue hanya tidak tahu bahwa orang yang telah di tunggu tunggu olehnya telah kembali untuk menemaninya menyelidiki hal ini.


"Xinxin, aku pasti akan membalaskan dendam untukmu. Kamu bisa tenang disana. " Gumam Ming Yue dengan penuh tekad.


Dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk mencari tahu siapa yang membuat Huang Xinxin menjadi kambing hitam.


Ming Yue sendiri sudah menunggu selama satu jam di gerbang, tidak banyak orang yang bisa melihatnya begitu bersemangat. Sementara itu, di samping Ming Yue sendiri, ada Yue Zhang.


Setelah satu jam berlalu, akhirnya Ming Yue bisa melihat rombongan Zhou Man yang sudah mendekat ke gerbang.


Zhou Man sendiri sudah bersiap untuk melakukan drama ini bersama dengan Huang Xinxin.


"Tuan Ming, lama tidak bertemu. " Ucap Zhou Man dengan sopan.


"Aku memohon bantuan Tuan Muda Zhou untuk membantuku dalam hal ini. " Balas Ming Yue dengan terus terang.


"Tuan Ming tampak sangat terburu buru, hal ini membuatku ikut penasaran juga. " Ucap Zhou Man dan meminta pengawalnya untuk membawa Xian Jinmei ke hadapan Ming Yue.


Ming Yue memeriksa Xian Jinmei dan merasakan apa yang dikatakan oleh Zhou Man di surat benar.


Xian Jinmei benar benar menaruh racun di salah satu gigi palsunya dan dia akan menggigitnya ketika sedang berada di ujung tanduk, memang tidak akan bisa menemukan informasi apapun. Tapi paling tidak sudah mengurangi salah satu musuh kuat.


"Aku penasaran, siapa pengawal Tuan Muda Zhou yang begitu berbakat sehingga berhasil untuk melakukan pencapaian besar ini ? Aku pasti akan memberikannya hadiah besar secara pribadi. " Ucap Ming Yue.


"Lupakan saja tentang hadiah, itu bukan hal yang penting. Ini adalah pengawalku yang menangkap Xian Jinmei. " Balas Zhou Man dan menunjuk seseorang yang duduk di atas kuda dengan tenang.


Ming Yue yang sejak tadi fokus dengan Xian Jinmei baru menyadari bahwa ada seseorang yang menggunakan jubah hitam berdiri di belakang Zhou Man dengan kudanya.


Orang itu turun dari kudanya dan menundukkan kepalanya kepada Ming Yue dengan sopan.


"Lama tidak bertemu denganmu, Tuan Ming. " Ucap Huang Xinxin.


"Kamu pernah bertemu denganku ?" Tanya Ming Yue dengan heran karena tidak ingat bahwa mereka pernah saling mengenal satu sama lain sehingga hal ini membuatnya bingung.


Tapi, Huang Xinxin tidak terburu buru dan menurunkan tudung kepalanya, pada saat ini orang di depannya masih tidak memiliki petunjuk apapun.


"Kita memang pernah bertemu satu sama lain, secara pribadi aku harus berterima kasih kepada Tuan Ming karena telah menyelimutiku ketika aku kedinginan. " Ucap Huang Xinxin.


Ming Yue merasa aneh tapi pada saat yang sama, hatinya bergetar dan dia merasa bahwa gadis di depannya ini tampak familiar.


"Aku tidak mengingat hal itu. " Balas Ming Yue dengan bingung.


"Hari itu, ketika aku kembali dari penjara..... " Ucap Huang Xinxin dengan mengejutkan.