Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
95. Xian Jinmei


Awalnya, Huang Xinxin memiliki pecahan kepingan teka teki yang terpisah tapi Zhou Man telah memberikannya kepingan yang terakhir sehingga dia bisa menyatukan seluruh fakta yang dia terima pada saat ini, dia sudah mengetahui siapa yang membunuh Xing Yunlai dan sudah mengetahui siapa yang membunuh Xian Liwei.


Seseorang yang seharusnya sudah mati sejak 10 tahun lalu, Huang Xinxin pernah mendengar cerita Keluarga Xian dan hanya ada dua orang wanita.


Jika melihat dari kondisinya, maka Xian Liwei sudah mati maka hanya akan menyisakan satu orang, adik tirinya , Xian Jinmei.


Xian Jinmei adalah setengah siluman, bagaimana pengawal biasa bisa mengejarnya ? Kecuali jika membuat jimat untuk menahannya maka dia akan bisa ditahan oleh mereka.


Tampaknya, Ming Yue juga tidak menyangka akan hal ini. Tidak masalah, selama dia datang kesana dengan penciuman rubah miliknya maka dia akan bisa menemukan petunjuk.


Dia akan membalas dendam untuk Xian Liwei dan tentu saja, untuk dirinya sendiri. Karena dia, Huang Xinxin mati di penjara dengan sia sia.


Anggap saja bahwa dia ceroboh dan tidak mampu untuk memperkirakan hal ini dengan baik, tapi ada orang lain yang akan mendapatkan kemarahannya terlebih dahulu.


Seseorang yang telah menyebabkan kematiannya di penjara, Wang Ming. Seseorang yang mencoba untuk mengambil kesempatan darinya.


Huang Xinxin menaikkan salah satu sudut bibirnya sehingga membuat Zhou Man merasa takut.


"Apa yang memang benar ?" Tanya Zhou Man dengan raut wajah bingung.


Huang Xinxin melihat bahwa Zhou Man benar benar tidak mengetahuinya jadi dia memilih untuk memberi tahu sedikit.


"Aku sudah mengetahui penjahatnya. " Jawab Huang Xinxin.


"Secepat itu ?! Kamu mengetahui dengan hanya satu ceritaku ?!" Tanya Zhou Man dengan semangat.


"Pelanggan suaramu. " Ucap Huang Xinxin dengan peringatan.


"Ah, aku benar benar salah dalam hal ini. Tolong maafkan aku. Tolong jelaskan padaku mengenai hal tadi. " Ucap Zhou Man.


"Memang, aku mengetahui siapa penjahatnya berkat ceritamu. Pada saat ini, aku tidak akan memberitahumu karena aku takut bahwa kamu akan diburu oleh orang itu sama seperti Xian Liwei. " Ucap Huang Xinxin.


Wajah Zhou Man langsung berubah menjadi ngeri ketika membayangkan bahwa dia akan diburu seperti Xian Liwei.


"Tidak perlu, tidak perlu tahu. Aku tidak perlu banyak tahu terutama aku benar benar tidak berguna dalam hal ini hanya akan menambah masalah. " Balas Zhou Man menggelengkan kepalanya dengan keras.


"Tampaknya, selama aku pergi ini, kamu membuat perubahan yang sangat besar. Kamu benar benar berkembang dengan sangat pesat, Tuan muda Zhou. " Puji Huang Xinxin.


Zhou Man yang dipuji oleh Huang Xinxin tampak merona dan tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan pujian.


"Aku tidak layak untuk pujian ini, sebelumnya aku memang tidak berguna. Hanya saja aku merasa malu pada Nona Huang yang memiliki banyak sekali kemampuan jadi aku berusaha untuk menjadi lebih baik, ini juga karena kedatangan kakek buyutku yang memberikanku arahan bagaimana pemuda dari Keluarga Zhou seharusnya bertindak. " Ucap Zhou Man dengan malu malu.


"Senior Zhou memberikan arahan yang baik untukmu, itu sangat baik, aku ikut berbahagia untukmu. " Balas Huang Xinxin dengan tawa ringan.


Huang Xinxin sendiri sudah mengetahui bahwa orang ini sudah mengincar sejak tadi terutama ketika mereka sedang berbicara jadi Huang Xinxin sengaja untuk memancing orang ini.


Seperti yang dia kira, orang ini benar benar ingin memburu keluarga Zhou setelah seluruh Keluarga Xian musnah bersama dengan Xian Liwei dan untuk Xian Jinmei ? Itu sudah bukan milik Keluarga Xian lagi, dia adalah siluman.


Huang Xinxin bisa melihat wajah di dalam kegelapan itu dengan jelas dan menemukan bahwa itu adalah wajah yang begitu cantik dan mempesona. Hanya saja wajahnya dingin dan tidak memancarkan emosi apapun di dalam wajahnya.


Orang yang memiliki emosi semacam ini, tentu saja berbahaya , bukan ? Huang Xinxin menghindar dan menangkis sekarang dari wanita itu.


Wanita itu terkejut dan menatap Huang Xinxin dengan tatapan waspada, tepat ketika tatapan mereka bertemu, Huang Xinxin menggunakan kekuatannya lagi.


Untuk menggunakan kekuatan ini hampir menghabiskan seluruh kekuatan mentalnya. Walaupun tidak terpengaruh seperti penjaga gerbang itu, tapi wanita ini seperti tersengat listrik dan menatap dengan tatapan terkejut ketika melihat tangannya sendiri terluka oleh luka pedang.


"Mundur." Perintah Huang Xinxin dan Zhou Man dengan patuh mundur ke belakangnya dan hanya menyisakan Huang Xinxin dengan wanita ini.


"Bagaimana kamu bisa menyerangku ?" Tanya wanita itu.


"Kenapa aku tidak bisa menyerangmu ? Seorang campuran, kamu masih akan kalah dengan seekor rubah sejati. " Jawab Huang Xinxin dengan senyum miring.


"Rubah ? Kamu adalah klan rubah ?! Bagaimana kamu bisa ada disini ?" Tanya wanita itu.


"Kenapa aku tidak bisa ada disini sementara kamu bisa ada disini, Nona kedua Xian ?" Tanya Huang Xinxin.


Wajah wanita itu berubah menjadi ganas dan kembali menerjangnya. Huang Xinxin mengembalikan wujudnya yang setengah rubah.


Telinga dan ekornya berubah, tiba tiba di belakangnya tumbuh ekor yang besar dan tidak hanya ada satu melainkan ada sembilan.


Salah satu ekor itu menjulur ke depan dan memukul Xian Jinmei sampai jatuh. Di hadapan seluruh rubah ekor sembilan, rubah lain dengan ekor yang lebih sedikit, sudah bisa dipastikan tidak akan berdaya.


"Kamu mungkin pernah mendengar namaku, aku juga berteman baik dengan kakakmu hanya saja aku tidak mengerti kenapa hatimu sangat dingin sampai sampai tega untuk membunuhnya ?" Tanya Huang Xinxin berjongkok dan mencengkram dagu Xian Jinmei.


"Dingin atau tidak, itu urusanku dengannya ! Dia adalah kakakku yang terbaik tapi pada saat yang sama dia adalah pendosa dari Keluarga Xian. Seandainya dia tidak jatuh cinta dengan Kaisar maka keluarga kami tidak akan jatuh ke dalam keterpurukan seperti ini !" Ucap Xian Jinmei dengan penuh kebencian.


"Aku akan bertanya padamu dengan tulus, apakah kamu yang membunuh Xing Yunlai ?" Tanya Huang Xinxin dengan nada lembut tapi mencekam dan mendominasi.


"Atas dasar apa kamu ingin mendapatkan jawaban dariku ?! Memang, aku yang membunuhnya, aku yang meracuni Jiu Rui, apakah ada yang salah dengan itu ? Aku sengaja untuk menggunakan namamu untuk melakukan semua itu, tapi bukankah kamu begitu ceroboh ?" Tanya Xian Jinmei.


"Semakin kamu berusaha meyakinkan seperti ini maka semakin kamu mencurigakan, kamu tampaknya bukan orang yang membunuh Xing Yunlai. " Balas Huang Xinxin dengan wajah acuh tak acuh.


"Aku yang membunuhnya, kenapa kamu tidak percaya ?!" Teriak Xian Jinmei dengan frustrasi.


...----------------...