Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
74. Mendatangi Jiu Rui


Pada saat yang sama, Huang Xinxin sendiri telah kembali ke kediaman bersama dengan Huang Lixin dan menunggu Huang Shangyue untuk kembali.


Dia telah menyiapkan kuda untuk Huang Shangyue di gang nomor tiga dari kediaman Bangsawan Wu, disana ramai dan penuh dengan pedagang luar kota sehingga tidak sulit untuk berbaur disana.


Huang Shangyue adalah putri bangsawan , bagaimana mungkin dia tidak tahu bagaimana cara untuk mengendarai kuda ?


Huang Shangyue berputar putar untuk beberapa kali dan memastikan bahwa tidak ada yang mengikutinya lalu memarkirkan kudanya di salah satu rumah kosong di belakang kediaman Huang.


Lalu masuk melewati pintu pelayan secara diam diam dan memasuki tempat kediaman Huang lalu melihat ruangan Huang Lixin yang masih menghidupkan cahaya


"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi ?" Tanya Huang Xinxin.


"Sudah, aku sudah mendapatkannya. Sangat tidak mudah untuk menjalankannya. Tampaknya, Wu Tang adalah orang yang waspada. Aku tidak berani berdiri terlalu lama disana karena memiliki banyak sekali penjaga di dekat sini. " Jawab Huang Shangyue.


Huang Lixin dan Huang Xinxin pada akhirnya duduk dengan diam dan mendengarkan cerita dari Huang Shangyue dengan diam diam dan menyadari bahwa ini kurang lebih seperti perkiraan mereka.


"Ternyata, Wu Tang masih belum banyak berubah. Sebelumnya aku takut bahwa Wu Tang telah berubah tapi pada akhirnya masih sama. " Ucap Huang Lixin dengan senyum mengejeknya.


"Sahabat lama ? Itu hanya ketika kami berada di usia 12 tahun kebawah, setelah itu dia menjadi iri dan ingin menjatuhkan kami. Setiap kali kami membolos bersama sama, dia mengatakan bahwa dia akan ikut tapi pada akhirnya melaporkan kami. Dia juga menuduh bahwa kami mencontek jawabannya padahal dia yang bertanya pada kami. Pada akhirnya, dia dipandang sebagai murid jenius dengan hasil menjatuhkan sahabatnya. Itu adalah sahabat yang sangat baik, bukankah begitu ?" Tanya Huang Lixin menceritakan pengalaman pahitnya.


"Melihat Ayah yang begitu sabar dan terus menerus memujinya membuatku mengagumi kesabaran yang Ayah miliki. Jika aku menjadi Ayah maka melihat wajahnya saja sudah akan kesal. " Balas Huang Xinxin dengan kesal.


"Pada saat ini kita tidak perlu impulsif, masalah kecil seperti itu tidak akan menjadi penghalang karena aku ingin rencana yang lebih besar telah dijalankan. " Ucap Huang Lixin.


"Tuan Huang memiliki pemikiran yang sangat menyeluruh, aku kelak akan belajar lebih sering. " Ucap Huang Shangyue dengan serius.


"Jangan belajar dariku, aku sudah tua. Kamu bisa belajar banyak darinya, dia licik dan penuh ide. " Balas Huang Lixin dan menunjuk putrinya.


"Ayah..... bukankah aku ini hanya cerdik bukan licik ? Kenapa seolah olah kamu menyalahkanku ?" Tanya Huang Xinxin dengan kesal.


"Tidak, bagaimana mungkin Ayah berani menyalahkan putri kesayangan Ayah. Kemana kamu akan pergi malam malam seperti ini ? Pada saat ini sudah larut malam, kamu harus segera tidur dan beristirahat agar cepat pulih. " Ucap Huang Lixin dengan khawatir melihat bahwa Huang Xinxin bersiap siap untuk pergi.


Huang Shangyue sendiri mendapatkan gambaran besar terkait orang orang bermarga Xiao ini, tiba tiba dia teringat dengan seorang yang tinggal di dekatnya.


"Dulu, ketika aku tidur di gubuk dekat sungai ada seorang pelayan yang sangat miskin sampai sampai harus makan, makanan kemarin. Dia bekerja di Kediaman Bangsawan Shang, hanya saja yang aneh adalah dia terus menerus berganti pakaian. Dia juga sudah beberapa kali berganti keluarga untuk dilayani, namanya Xiao Mu. Apakah dia memiliki hubungan dengan ini ?" Tanya Huang Shangyue.


Huang Xinxin yang sedang merapihkan lengan pakaiannya tiba tiba merasa terkejut ketika mendengar kata kata Huang Shangyue, ciri ciri yang mirip dengan Xiao Zhang.


Pada saat itu, Xiao Zhang juga hidup dalam kondisi yang sama, tampaknya memang ada hubungan satu sama lain di antara para pelayan ini. Jika harus menguraikan satu persatu maka akan sangat sulit. Para pelayan ini pasti bisa mengubah nama dan menghilang dengan begitu mudah.


"Kamu bisa memastikannya pada Xiao Zhang yang di belakang, jika dia sayang nyawanya maka dia pasti akan menjawab dengan jujur. Selain itu, kamu bisa meminta orang untuk mengejar dan menangkap Xiao Mu itu. Dengan begitu maka kita tidak akan takut bahwa dia kabur. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum dingin.


"Ayah mengatakan bahwa kesembuhan kakiku berdasarkan pada keinginan terdalamku. Sekarang aku mengetahuinya dengan jelas, aku ingin bahwa aku cepat sembuh. Karena itu maka aku akan kembali berjalan. " Jawab Huang Xinxin memaksa dirinya sendiri untuk berdiri.


Pada awalnya memang sangat sakit, kakinya terasa seperti dipaksa untuk diluruskan dan hampir saja seperti terpisah dengan lututnya.


Tapi, pada saat ini dia benar benar sudah bisa berdiri dan menatap Huang Lixin dan Huang Shangyue. Kedua orang itu memandangnya dengan terkejut.


"Kamu..... benar benar mengejutkan. Kemana kamu sebenarnya akan pergi sampai sampai bertekad begitu besar ?" Tanya Huang Lixin.


"Aku ingin pergi untuk menghibur seseorang, orang yang telah memberikanku banyak hal. Aku berhutang padanya. " Jawab Huang Xinxin menghela nafas.


"Apakah kamu akan pergi dengan kuda ?" Tanya Huang Shangyue.


"Itu benar, aku akan pergi dengan kuda. " Jawab Huang Xinxin.


"Aku akan mengantarmu, dengan kakimu yang seperti itu maka kamu tidak akan bisa berjalan dengan baik. Kita berdua memiliki tubuh yang mungil, kuda tidak akan merasakan keberatan. " Ucap Huang Shangyue.


"Baik, tidak masalah. Apakah kamu akan menggunakan topeng untuk menutupi wajahmu ?" Tanya Huang Xinxin.


"Benar, aku hanya akan mengantarmu. " Jawab Huang Shangyue.


"Baiklah kalau begitu maka aku harus merepotkan mu malam malam. " Ucap Huang Xinxin.


Huang Xinxin dan Huang Shangyue berjalan ke depan, Huang Xinxin bisa berdiri tapi masih belum dalam kondisi yang terlalu baik.


Dia masih harus menggunakan tumpuan untuk membantunya berjalan, Huang Shangyue tidak banyak bicara tapi melakukannya dengan tindakan sehingga dia tidak memerlukan banyak kata kata.


Huang Shangyue membiarkan Huang Xinxin untuk naik terlebih dahulu sebelum akhirnya dia naik dan mengendarai kuda.


"Pegangan erat erat, jika kamu jatuh maka aku tidak akan bertanggung jawab. " Ucap Huang Shangyue.


Huang Xinxin hanya tertawa ringan dan mengulurkan tangannya lalu melingkari tubuh mungil Huang Shangyue, kepalanya menyender di tubuh Huang Shangyue dengan erat.


Walaupun baru bertemu sehari tapi entah mengapa, mereka memiliki keterikatan yang dalam. Hal ini membuat Huang Xinxin merasa nyaman dengan Huang Shangyue.


"Aku sebenarnya orang yang tidak mudah percaya tapi entah kenapa aku sangat percaya denganmu, jangan kecewakan aku. " Gumam Huang Xinxin pada Huang Shangyue.


"Jangan terlalu percaya pada manusia, jika kamu tidak ingin kecewa. " Balas Huang Shangyue.


...----------------...