
Ming Yue merasa kebingungan dengan mimpi yang dia alami karena dia melihat dua orang yang memiliki wajah yang sama persis dengan dirinya bahkan tingkah laku , cara bicara dan lainnya semuanya sama persis dengan yang ada di dalam ingatannya, hal ini tentu saja membuat Ming Yue bingung tentang apa yang harus dia lakukan.
Jika mengatakan bahwa itu hanya sekedar mimpi biasa tapi kenapa dia merasa sangat sedih sampai sampai dadanya menjadi sesak dan dia tidak bisa bernafas dengan baik, bahkan setetes aje mata menetes dari sudut matanya. Hal ini membuat Ming Yue kebingungan, benar benar sangat bingung sekali karena dia merasa bahwa wanita yang bersama dengan gambarannya itu seperti seseorang yang tidak asing dan sudah pernah ditemui olehnya hanya saja siapa dan dimana adalah pertanyaan yang dia tanyakan berulang kali pada dirinya sendiri tapi nyatanya dia sama sekali tidak mengingat hal ini.
Ming Yue sendiri merasa bahwa wanita di mimpi itu adalah seseorang yang memiliki peran penting, bisa dilihat bahwa dia adalah orang yang sangat luar biasa.
Hanya saja sayang sekali bahwa Ming Yue di takdirkan untuk tidak bertemu secara langsung dengan orang semacam itu. Dikarenakan di dunia yang modern ini maka keberanian dan kekuatan militer seperti yang dimiliki dunia itu tidak akan berguna sedikitpun.
Karena disini sudah dipenuhi dengan hukum yang berlaku untuk menjaga seluruh ketertiban tidak seperti pada zaman Kekaisaran dimana seseorang yang memiliki kekuasaan maka bisa berbuat apa saja yang dia inginkan hal ini sudah menjadi rahasia umum dari setiap rakyat Dinasti .
Ming Yue yang baru saja terbangun dari mimpi melihat bahwa disana ada cangkir anggurnya yang kosong jadi dia mengambil anggurnya untuk mengisi kembali cangkirnya yang sudah kosong.
Tapi tidak menduga bahwa anggur yang ada di botolnya juga sudah habis dan ada sebanyak dua botol yang sudah dia habiskan, pada saat ini dia berada di tengah kebingungan.
Xia Xinxin sendiri tidak tahu bahwa dirinya sudah berhasil menjadi pusat perhatian bagi Ming Yue, ketika pagi hari tiba, Ming Yue mengendarai mobilnya menuju toko anggur untuk membeli anggurnya yang sudah habis.
Bahkan jika dua botol sudah habis, dia masih tidak merasa puas. Ditengah perasaan putus asa dan kebingungan yang sulit untuk di jelaskan ini membuatnya merasa haus untuk terus menerus meminum alkohol.
Baru saja Ming Yue membuka pintu toko anggur itu dan melihat punggung seorang wanita yang tampak cantik, punggung wanita itu sama persis dengan punggung wanita yang ada di dalam mimpinya.
Ming Yue memandang dari kejauhan dan merasa bahwa orang ini tampak tidak asing sama sekali sehingga dia menonton dengan damai dari pintu masuk dan menunggu sampai akhirnya gadis itu berbalik.
Betapa terkejutnya Ming Yue bahwa ternyata itu adalah Xia Xinxin yang memiliki perasan yang berubah ubah, hal ini tentu saja membuat Ming Yue merasa agak keringat dingin karena soal mimpinya ini.