
"Baiklah kalau begitu, tampaknya kita berada di jalan yang berbeda. " Ucap Huang Xinxin dan mengeluarkan salah satu lukisan yang ada di lengan pakaiannya.
"Aku selalu mendengar bahwa Ketua Sekte Yang tidak memiliki lukisan terhadap mendiang Nyonya Sekte yang sangat cantik dan manis, ini membuatmu menyesal seumur hidup. " Lanjut Huang Xinxin.
Yang Gui menoleh dan melihat wajah istrinya yang tampak begitu mirip dan tampak tidak menyangka dengan hal ini.
"Bagaimana kamu bisa tahu wajah istriku ?!" Tanya Yang Gui dengan panik.
"Di dunia ini, apa yang aku tidak ketahui ? Apakah kamu ingin aku memberikan ini kepada seluruh dunia agar dunia tahu secantik apa wajah Nyonya Sekte Gunung Kunlun ?" Tanya Huang Xinxin dengan tenang dan memberikan senyum mengejek pada Yang Gui.
"Seumur hidup ini, kamu selalu menyesal karena tidak memiliki lukisan istrimu tapi di satu sisi juga merasa cemburu karena takut istrimu dilihat oleh orang lain. Aku awalnya berbaik hati untuk memberikan ini kepada Ketua Sekte Yang, tapi karena Ketua Sekte Yang tidak menginginkannya maka aku hanya bisa membakarnya. " Lanjut Huang Xinxin dan berjalan mundur dari tempatnya.
Dia mengeluarkan korek api yang terbuat dari tabung bambu itu dan menatap ke arah Yang Gui dengan tatapan tajam dan menantang.
"Bagaimana kau bisa tahu wajah istriku ?! " Teriak Yang Gui.
"Sudah ku bilang, aku mengetahui segalanya. Aku berpikir, dengan tidak mengatakan langsung maka Tuan Yang akan memahaminya tapi tampaknya tidak. Sebelum datang kemari, aku telah mencari tahu bahwa penduduk sekitar dapat membeli dengan harga 300 Emas dan pedagang mampu membeli dengan harga 400 Emas, bukan 500 Emas, aku hanya mencobanya padamu sebelumnya. Aku mempertimbangkan dengan jarak yang harus ditempuh maka seharusnya lebih mahal. " Ucap Huang Xinxin.
"Apa yang diinginkan oleh Nona Huang agar memberikan lukisan itu padaku ? Aku akan memberikan harga 400 Emas seperti yang aku berikan kepada para pedagang. " Ucap Yang Gui.
"Baiklah kalau begitu maka aku setuju, Ketua Sekte Yang seharusnya bertindak seperti ini sejak tadi jadi kita tidak perlu adu otot untuk mencapai kesepakatan menguntungkan ini. Aku akan membayar menggunakan kertas perjanjian." Ucap Huang Xinxin.
Yang Gui mengangguk dan membuat surat perjanjian harga 400.000 Emas untuk mendapatkan 1.000 kilogram Buah Persik Salju.
Setelah itu, Huang Xinxin menanda tanganinya dan beginilah kesepakatan di antara mereka. Huang Xinxin memberikan lukisan itu.
"Aku ingin barang barangnya diantar ke Perbatasan Barat Daya, untuk memastikan maka beberapa muridmu bisa ikut denganku untuk pergi mengambil uang di kediaman ku, aku tidak membawanya bersama denganku. Kalau bisa kirim beberapa murid untuk mencegah hal yang tidak di inginkan. " Ucap Huang Xinxin.
Dia memang tidak membawa uangnya karena mustahil baginya untuk membawa sebanyak itu hanya dengan dia sendirian, selain akan dirampok, kudanya juga tidak akan kuat.
Yang Gui juga memahami hal ini dan mengutus delapan muridnya untuk pergi dengannya kembali ke Kediaman Huang.
Huang Xinxin tidak hanya memberikan satu lukisan melainkan dua lukisan, Huang Xinxin mengetahui wajah Istri Yang Gui karena deskripsi dari penulis.
Dia juga tidak yakin sebenarnya akan berhasil, siapa yang menyangka bahwa Istri Yang Gui benar benar sesuai dengan deskripsi dari penulis.
"Tuan dan Nona, kira kira berapa lama buah buahan itu akan tiba di Perbatasan Barat Daya ?" Tanya Huang Xinxin.
Pada saat ini mereka sedang beristirahat dibawah pohon, makanan sudah sedang dalam perjalanan menuju Barat Daya maka seharusnya Huang Xinxin tidak perlu buru buru lagi.
"Menurut pengalaman kami maka seharusnya akan tiba dalam waktu 1 hari penuh. " Ucap wanita itu.
"Nona Huang tidak perlu memanggilku Nona, Nona Huang bisa memanggilku Tian Li. " Lanjut wanita itu.
"Baik, kalau begitu maka kamu juga bisa memanggilku Huang Xinxin. "Balas Huang Xinxin dengan ramah.
Setelah itu mereka tidak banyak berbincang lagi dan Huang Xinxin hanya memejamkan matanya saja dan merasa agak lelah. Dia tidak berani untuk tertidur hanya berani untuk memejamkan matanya.
Huang Xinxin merasa benci pada dirinya sendiri karena begitu lemah, sebelumnya dia tidak selemah ini tapi tubuh ini benar benar tidak bisa diandalkan.
Seperti yang diharapkan dari tubuh yang sudah tercemar oleh racun selama bertahun-tahun panjang , itu akan dengan mudah jatuh sakit.
Tidak bisa dibayangkan, sesakit apa Huang Xinxin selama ini menahan seluruh penderitaannya.
"Nona Huang, lingkaran hitam di matamu telah membesar. Kamu pasti kelelahan, kita akan mengambil penginapan sebentar untuk beristirahat. Selama itu, tidurlah terlebih dahulu, aku akan membangunkanmu. " Ucap Tian Li.
Huang Xinxin ingin menolak tapi sadar dengan kondisi tubuhnya pada saat ini pasti tidak akan bertahan lama lalu mengangguk.
Mereka sampai di desa pertama dan mencari penginapan sederhana, itu lebih mirip dengan rumah penduduk.
Huang Xinxin berbaring di kasur yang terbuat dari busa tipis dengan dibagian bawahnya adalah jerami.
Dari sini tercium aroma dari kotoran hewan seperti ayam dan bebek tapi Huang Xinxin tidak tahan lagi dan tertidur.
Selama tidur itu, dia memimpikan masa masa ketika dia berada di abad ke 21. Dimana dia mengingat bagaimana masa masa dia merintis kariernya sebagai pelukis.
Semula, tidak ada yang menganggapnya serius sebelum akhirnya semua orang mulai mengakui bakatnya.
Xia Xinxin tidak nyaman dengan mimpi ini dan merasa bahwa jiwanya bergejolak, dia melihat keluarganya dan sahabatnya yang mencari cari dirinya kemana mana.
Xia Xinxin seperti tidak terlihat oleh orang orang ini dan mereka terus menerus mencari Xia Xinxin , bahkan sampai melapor ke polisi.
Air mata mulai mengalir dari kedua matanya dengan lembut mengalir dan membasahi wajahnya.
"Ayah, Ibu, Hua Yin , jika berjodoh maka kita pasti akan bertemu lagi. " Ucap Xia Xinxin dan menyeka air matanya.
Dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat ini, tapi tiba tiba ada suara yang memanggilnya dan ketika dia membuka mata.
Itu adalah Tian Li yang mengguncang tubuhnya dengan panik dan Huang Xinxin bangkit dengan susah payah.
Dia menyeka air matanya dengan buru buru karena malu dilihat oleh banyak orang, Tian Li menyerahkan air putih padanya.
"Aku masuk untuk mengecekmu dan melihat bahwa kamu demam jadi aku datang untuk mengambil kain basah tapi siapa yang menyangka bahwa kamu akan menangis dan memanggil, Ayah dan Ibumu. " Ucap Tian Li.
"Maaf merepotkan, aku mimpi buruk jadi aku tidak sadar dalam hal ini. " Balas Huang Xinxin dengan tidak enak hati.
"Santai saja, kamu kelelahan dan ini adalah reaksi yang wajar dari tubuh manusia. " Ucap Tian Li menenangkan dirinya.
...----------------...
Bonus Up like 2,2 k : 3 / 3