
Note : Maaf author libur up dua hari, selanjutnya author akan kasih challenge buat kalian !
Kalau likenya 1 k, maka author akan up 3 chapter
kalau likenya 1,5 k author akan up 3 chapter lagi
Jangan lupa like, komen dan favorit ya !!!!
...----------------...
Fakta bahwa Yue Qingyue menampar Huang Xinxin dan menindas Huang Xinxin telah menyebar dari mulut ke mulut.
Huang Xinxin sendiri juga hanya diam saja tapi hal ini sudah menyebar, hal ini baik juga. Agar orang orang tidak terlalu curiga dengannya.
Agar musuh yang berada di dalam kegelapan ini tahu bahwa dia masih orang yang sama, gadis lemah yang bodoh dan impulsif, dengan begitu maka orang orang ini tidak akan begitu curiga.
"Bagaimana dengan keadaan mu ?" Tanya Huang Xinxin mengulurkan tangannya untuk meraih dahi Jiu Rui.
" Aku baik baik saja, hanya sedikit kurang sehat. " Jawab Jiu Rui.
Huang Xinxin menghela nafas bagaimana Jiu Rui ini masih saja keras kepala dan menolak mengakui bahwa dia sakit karena bermain di salju.
Huang Xinxin juga tidak memaksa lagi dan tahu bahwa Jiu Rui ingin menyimpan harga dirinya agar tidak di ejek.
"Jiu Rui, di masa depan jaga dirimu baik baik. " Ucap Huang Xinxin dengan lembut.
"Kenapa kamu mengatakannya seolah olah kamu akan pergi ?" Tanya Jiu Rui sembari berbaring di atas ranjangnya.
"Tidak, tidak apa apa. Hanya saja mungkin di masa depan, kita akan jarang bertemu. Setelah kamu menjalani upacara kedewasaan maka kamu pasti akan menemukan seseorang yang kamu cintai dan jika kamu sudah menikah maka kita akan jarang bertemu. " Jawab Huang Xinxin.
"Xinxin, aku tidak akan melupakanmu. Tapi, kenapa kamu membatalkan pertunangan kita ?" Tanya Jiu Rui pada akhirnya mengeluarkan sesuatu yang sudah lama dipendam olehnya.
"Jiu Rui, kita tidak berjodoh untuk menjadi pasangan. Kamu dan aku, tidak berada pada jalan yang sama. Kamu tahu sendiri bahwa setiap kali aku mendekatimu, kamu akan menghindar. Kadang kadang, seseorang yang mengejarmu juga akan berada di tahap lelah dimana dia mulai kehilangan seluruh ketertarikannya pada dirimu dan itu terjadi padaku, aku sudah lelah dan aku sadar bahwa aku tidak akan bisa mendapatkanmu. Oleh karena itu, berbahagialah dengan seorang gadis yang kamu cintai. " Ucap Huang Xinxin dengan bijak.
Dia menjelaskan segalanya agar Jiu Rui tidak salah paham lagi, bisa dianggap juga menyalurkan apa yang dirasakan oleh Huang Xinxin yang asli.
"Xinxin, bagaimana jika suatu hari nanti bahkan jika aku sudah mendapatkan pasangan tapi aku masih tidak bisa melupakanmu ?" Tanya Jiu Rui.
"Kalau begitu maka kamu bisa terus mengingatku, sebagai temanmu. " Jawab Huang Xinxin dengan polos.
Tapi, dia melihat kekecewaan di mata Jiu Rui dan tidak mengerti alasan kekecewaan yang Jiu Rui rasakan.
Apakah itu karena Jiu Rui kecewa karena telah kehilangan penggemarnya atau karena Jiu Rui sebenarnya menyukainya ?
Banyak alur cerita yang berubah, tapi fakta bahwa Jiu Rui tidak akan bersamanya adalah hal yang tidak akan bisa diubah.
"Sudah malam, tidurlah dulu. Aku akan mengunjungimu esok hari. " Ucap Huang Xinxin dengan tenang.
"Jangan lupa untuk kembali, jika tidak maka aku akan membencimu. " Balas Jiu Rui sambil menahan tangan Huang Xinxin.
"Bagaimana kamu bisa tahu ?!" Tanya Jiu Rui dengan terkejut.
"Aku selalu tahu hal ini, sudah tidurlah. Cepat sembuh, Putra Mahkota. " Jawab Huang Xinxin sebelum akhirnya berjalan keluar dan pergi dari Istana untuk menuju kediaman seseorang.
Tentu saja tidak kembali ke kediamannya, dia belum menyelesaikan dendamnya dengan Yue Qingyue yang sudah menampar nya dan menghinanya.
Keluarga Yue selalu merasa bahwa dirinya adalah keluarga yang setara dengan Keluarga Kekaisaran karena menikah dengan adik kesayangan Kaisar.
Oleh karena itu mari membuat mereka merasa malu akan hal ini. Huang Xinxin memiliki seribu rencana jahat untuk melawan mereka.
Huang Xinxin tiba di kediaman seseorang yang sudah pernah dihampirinya baru baru ini, siapa lagi jika bukan kediaman Bangsawan Zhou.
Kebanyakan lampu sudah padam ketika tengah malam seperti ini, pelayan datang untuk menghampirinya.
"Katakan pada Tuan Zhou bahwa aku ingin bertemu dengannya. " Ucap Huang Xinxin dengan tenang.
"Tapi, Nona Huang , Tuan kami sedang beristirahat. " Balas Pelayan itu tampak agak tidak ramah.
"Aku melihat bahwa lampu ruangannya masih hidup, tolong sampaikan kedatangan ku padanya. " Ucap Huang Xinxin dengan lebih tegas lagi sehingga membuat pelayan itu agak takut.
Huang Xinxin melihat sekeliling dengan tatapan menyelidiki sementara pelayan itu pergi untuk memberi tahu kedatangannya kepada Zhou Yan.
"Silakan ikuti aku, Nona Huang. " Ucap pelayan itu dengan lebih ramah kali ini dan langsung membawanya masuk.
Huang Xinxin memasuki ruangan Zhou Yang dan terlihat bahwa ada beberapa selirnya yang diusir keluar.
"Jadi, apa yang membawa Nona Huang datang kemari ?" Tanya Zhou Yan.
"Tuan Zhou, aku mendengar bahwa kamu baru saja mendapatkan banyak sekali uang. Tapi, aku yakin kamu juga mendengar bagaimana kabar yang baru saja beredar. "Jawab Huang Xinxin dengan senyum manis.
Melihat senyumnya membuat Zhou Yan merasakan ketakutan mendalam, jika orang menunjukkan niatnya secara terang terangan maka mungkin akan lebih menenangkan.
Tapi, Huang Xinxin berbeda, apa yang diinginkannya, tidak pernah terlihat dengan jelas.
"Ha ha ha, bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan uang banyak ?" Tanya Zhou Yan keringat dingin.
"Tuan Zhou tidak perlu berkelit, apa yang orang tidak ketahui adalah apa yang aku ketahui. Terutama, ketika kamu harus memilih siapa yang menjadi Tuanmu sesungguhnya. Tuan Zhou, putuskanlah dengan bijak. Walaupun besok adalah Perjamuan Musim Dingin, tapi juga merupakan hari kelulusan bagi banyak murid di Akademi Kekaisaran. " Jawab Huang Xinxin sambil menatap jarinya yang menari nari di atas meja.
"Apakah Nona Huang ingin aku menggagalkan seorang murid ujian ? Tapi ini menentang hukum !" Ucap Zhou Yan dengan terkejut.
"Menentang hukum ? Bukankah Tuan Zhou sudah terbiasa ? Bukankah kamu menerima tiga peti emas dari Keluarga Yue ?" Tanya Huang Xinxin dengan acuh tak acuh.
Wajah Zhou Yan langsung berubah ketika mendengar ini.
"Bagaimana kamu bisa tahu ?!" Tanya Zhou Yan ketakutan.
"Aku sudah mengatakan bahwa aku tahu segalanya, Zhou Yan. Aku menginginkan kegagalan dari Yue Ming dan Yue Han, lagipula mereka sejak awal memang seharusnya gagal tapi karena pengaruh keluarga mereka membuat mereka menjadi berhasil. Tuan Zhou, kamu harus memutuskan dengan bijak. " Jawab Huang Xinxin sebelum akhirnya bangkit dan pergi dari sana.