
Disisi lain, Ming Yue sendiri membagi tugas dengan Huang Lixin untuk mencari bukti bukti tentang pelayan yang menyediakan makanan dan siapapun yang masuk ke dalam Istana.
Pada saat yang sama, dia mencari tabib yang menjadi tabib Kekaisaran pada hari itu. Itu adalah tabib yang sama dengan yang memeriksa Huang Xinxin dan mengetahui tentang Racun Sembilan Neraka.
Orang semacam itu benar benar berbahaya, jadi Ming Yue sudah meminta Yue Zhang untuk mencarinya secara pribadi. Ini sudah hari kedua dan dia masih belum memiliki petunjuk apapun.
Bahkan bekas orang masuk sekalipun tidak ada , kecuali ini adalah orang yang berada di dalam Istana.
Tapi, semuanya sudah diselidiki baik pelayan maupun selir, hanya Permaisuri dan Ibu Suri yang tidak memiliki keterangan yang jela pada waktu terjadinya hal ini hanya saja Ming Yue juga tidak bisa memaksa mereka terutama ketika status mereka sangat tinggi.
Hanya saja mungkin Ibu Suri terlepas dari kecurigaan, alasan mengapa dia tidak bisa dimintai jawaban adalah karena dia pada saat ini pergi ke kuil di luar kota untuk mendoakan mendiang Kaisar.
Hal ini memang dilakukan secara tahunan dan juga hal ini sudah biasa sehingga Ming Yue juga tidak berusaha memaksa sementara Permaisuri sendiri dikatakan sedang sakit parah dan para pelayannya mengatakan bahwa pada malam itu sendiri dia sedang tidur dan berada dalam pengaruh obat yang diberikan tabib.
Jadi, sulit untuk meminta jawaban darinya. Hal ini menjadi lebih sulit pada saat ini, dia masuk ke kediamannya dan ini adalah hari peringatan ibunya.
Ketika dia masuk, dia bisa melihat bahwa di depan papan nama ibunya terdapat sebuah bunga kamelia yang baru saja ditaruh disana , terlihat dari bentuknya bahwa itu baru saja dipetik.
"Aku mengetahui banyak hal tentangmu, jadi jangan mencari lebih banyak tentangku karena kamu hanya akan menyesal. " Ucap Ming Yue membaca surat yang ada di bunga kamelia itu. Tiba tiba Ming Yue merasa cemas, baru kali ini jantungnya berdebar dengan sangat cepat.
Ada orang asing yang masuk ke dalam kediamannya tapi begitu cepat menghilang. Ming Yue benar benar merasa bingung. Orang ini pastilah merupakan seseorang yang memiliki ilmu bela diri yang tinggi. Jika tidak maka dia tidak akan bisa melompati tembok setinggi 4 meter ini.
Ming Yue bisa melihat bekas perginya orang ini dan berusaha untuk mengejar dengan mengikuti jejak kaki tapi tiba tiba, jejak kakinya menghilang dan Ming Yue tidak berhasil menemukan orang ini.
Ming Yue memukul udara dengan kesal karena tidak berhasil mendapatkan pelakunya bahkan ketika sudah berada di depan matanya.
Ming Yue mengumpat dengan kesal karena hal ini. Bagaimana mungkin dia membiarkan penjahat itu lolos bahkan ketika sudah berada tepat di depan matanya ? Ming Yue benar benar putus asa pada saat ini. Dia memandang sekitarnya dan berusaha untuk mencari jejak tapi orang ini benar benar sepenuhnya menghilang seolah olah dia adalah asap. Betapa menyebalkannya bahwa orang memiliki kemampuan semacam ini. Setelah mencari banyak tempat pada akhirnya Ming Yue menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa mencari orang ini.
Orang ini licik dan memiliki rencana cadangan, kemungkinan orang ini tahu bahwa dirinya akan mengejar orang ini dan dia sudah terlebih dahulu membuat rencana cadangan untuk menjebaknya.
Bagaimana jika ada dua orang ? Bagaimana jika ternyata yang datang ke kediamannya ada dua orang sementara orang yang dia ikuti ini hanyalah pengalihan perhatian ?
Ming Yue langsung kembali lagi ke kediamannya dan benar saja bahwa ada tulisan lain di depan papan peringatan Ibunya dan itu tampak seperti baru saja ditulis, hal ini bisa dilihat dari tinta yang masih basah.
"Sayangku, kamu benar benar orang yang keras kepala. Kamu harusnya tetap diam dan menunggu apa saja yang bisa aku lakukan. Aku baru saja akan meninggalkan tempat ini dan kamu sudah tidak sabar untuk mengejarku, sayang sekali bahwa kita tidak dipertemukan pada saat ini tapi di masa depan kita pasti akan bertemu satu sama lain. "
Ming Yue merobek kertas itu dengan murka dan meninju dinding di sampingnya sampai retak, buku buku jarinya sekalipun berdarah.
"Apa yang terjadi Tuan ?" Tanya penjaga itu.
"Apakah kalian berjaga ? Penjahatnya sudah masuk kesini tanpa jejak, apakah kalian tidak bisa melihat apapun ?!" Tanya Ming Yue dengan nada yang tinggi. Dia semula tidak ingin marah tapi ketika dia berbicara masih tidak bisa menahan kemarahannya. Hal ini benar benar membuatnya kesal.
Tidak ada hal yang bisa membuatnya lebih kesal daripada ini. Selama dia menjadi jenderal, dia tidak pernah gagal dalam menangkap penjahat tapi kali ini, bisa bisanya dia gagal dalam menangkap penjahat ini ? Benar benar memalukan !
Dia bahkan tidak memiliki wajah untuk menghadap Huang Lixin lagi, apalagi menghadap Huang Xinxin.
Pada saat ini, Huang Xinxin pasti sedang menunggu kedatangannya dan menunggu dia menyelamatkan nya.
Bagaimana mungkin dia melewatkan kesempatan emas ini ? Penjaga itu berlutut di hadapan Ming Yue dengan ketakutan ketika melihat Ming Yue sangat marah.
"Tuan jangan marah, aku akan mengirimkan orang untuk mengejar penjahat itu. Cepat atau lambat pasti akan tertangkap. Tuan jangan sampai menyakiti diri sendiri, aku akan memanggil tabib. " Ucap penjaga itu dengan nada rendah karena takut.
"Pergilah, tidak perlu tabib. Aku ingin pergi ke tempat lain untuk melaporkan hal ini. " Balas Ming Yue dan pergi menuju Kediaman Huang.
Hal ini harus di koordinasikan dengan Huang Lixin dengan begitu maka barulah bisa mereka menyatukan kekuatan untuk menangkap penjahat yang sangat licik ini. Huang Xinxin membutuhkan penjahat ini secepatnya, jika tidak maka mereka tidak akan bisa bertahan, lebih tepatnya Huang Xinxin tidak akan bisa bertahan.
Satu hal yang tidak mereka ketahui adalah, bahkan di hari pertama sekalipun, Huang Xinxin hampir saja tidak mampu bertahan.
Huang Xinxin sendiri seharusnya bisa bertahan jika saja di kepalanya tidak mengalami pendarahan. Hal ini di sebabkan oleh kejahatan Wang Ye yang berusaha untuk menjilat Kaisar.
Ming Yue sendiri berusaha dengan keras untuk mengejar orang itu, semua orang berpacu dengan waktu karena takut bahwa Huang Xinxin tidak bertahan pada saat ini adalah saat saat krusial.
Sulit untuk menentukan siapa yang akan menang, antara Kaisar atau Huang Xinxin. Ada beberapa orang yang sudah membenci Keluarga Huang akan diam diam memberikan dukungan kepada Wang Ye seperti Guan Nian dan Keluarg Yue.
Kedua keluarga itu sama sama membenci Keluarga Huang dan Huang Xinxin dan berharap bahwa dia akan membusuk di penjara tanpa bisa keluar lagi.
Pada saat ini, tanpa sadar, Kaisar hanyalah boneka yang digunakan oleh orang lain. Sayang sekali bahwa Kaisar sangat bodoh dan tidak mampu mewarisi kehebatan ibunya dalam berstrategi.
Kaisar pada saat ini bahkan hampir tidak bisa dibandingkan dengan sepersepuluh Ibu Suri, seandainya dia sekalipun memiliki kemampuan untuk itu, dia tidak akan bisa menjalankannya.
Hal itu karena dia telah membiarkan para bangsawan ini bertingkah sesuai keinginan mereka untuk beberapa waktu ini.