
"Lama tidak berjumpa dan sekarang kamu menjadi semakin cantik. " Ucap Nyonya Xia berjalan ke depan dan memeluk wanita cantik yang baru datang.
"Dibandingkan denganmu, bagaimana hal ini bisa layak untuk di sebutkan ? Setelah tiga tahun tidak bertemu, wajah Xinxin menjadi semakin cantik dia bahkan lebih dewasa dibandingkan dengan sebelumnya. " Ucap wanita cantik itu memuji.
"Bibi Meng terlalu memuji, Xinxin merasa malu untuk hal ini. " Balas Xia Xinxin menundukkan kepalanya.
Xia Xinxin masih ingat dengan orang ini yang merupakan sahabat ibunya dari sekolah menengah pertama dan mereka sudah berteman selama lebih dari dua puluh tahun.
Xia Xinxin mengangkat kepalanya untuk menatap ke arah putra yang dibawa oleh Bibi Meng, cukup tampan tapi sayangnya masih sangat muda. Tampaknya adalah putranya yang paling kecil.
"Jika tidak ada acara seperti ini maka sangat sulit untuk membawanya keluar, sepanjang hari dia membenamkan diri di dalam kamar dan sibuk berkutat dengan kuas dan lukisannya. Hal ini membuatku agak cemas bahwa dia tidak akan memiliki kekasih. " Ucap Nyonya Xia mengatakan kekhawatirannya.
"Ini adalah hal yang baik juga jika Xinxin memiliki kebiasaan itu maka kamu tidak perlu khawatir dengan keadaannya, memiliki aktivitas yang disukai juga bagus dan fokus pada tujuan yang positif dibandingkan dia keluar terus menerus. " Balas Nyonya Meng.
Mereka saling berbasa basi selama hampir lima belas menit yang membuat Xia Xinxin hampir mati karena kebosanan, dia sesekali menjawab dan terus mempertahankan senyum tipis di wajahnya itu.
Sampai sampai rahang wajahnya menjadi kaku hanya karena hal ini saja, tentu saja hal ini membuat Xia Xinxin hampir mengumpat. Hanya saja dia harus memberi Ibunya wajah, jika tidak maka Ibunya akan malu karena hal ini.
"Ah lihatlah kebiasaan kita ini, kita mengobrol sampai lupa waktu dan lupa untuk duduk sehingga membuat anak anak berdiri sampai kaki mereka pegal. " Ucap Nyonya Meng.
"Benar juga, apakah Putramu yang tertua tidak akan datang hari ini ?" Tanya Nyonya Xia.
"Kenapa kamu menanyakan dia ?" Tanya Nyonya Meng dengan heran.
"Aku ingat bahwa kamu terus mengeluh kalau dia belum memiliki seorang kekasih dan terus menerus mengatakan bahwa ingin mencari seorang kekasih. Aku berpikir bahwa ini adalah hal yang baik untuk mengenalkan Xinxin dengan putramu itu dengan begitu maka ada kemungkinan bahwa kita akan menjadi keluarga." Ucap Nyonya Xia dengan antusias.
"Ibu.... "Panggil Xia Xinxin dengan nada peringatan.
"Benar juga ! Hal ini sangat baik sekali, jika memiliki seorang menantu seperti Xinxin maka itu akan menjadi keberuntungan keluarga kami. Untung saja kamu menyadarkan hal ini kepadaku dan sebenarnya dia memang akan datang. Tapi kenapa Xu lama sekali untuk datang, ya ?" Tanya Nyonya Meng.
"Dia seharusnya datang sebentar lagi, dia adalah orang yang lambat dan suka menunda nunda. Tidak heran jika dia adalah yang paling terlambat di bandingkan kita semua. " Jawab Nyonya Xia dengan santai.
"Dan seperti biasa, kamu masih menjadi orang yang paling tepat waktu di antara kita semua dan masih menjadi orang yang sangat perhatian dengan waktu yang dijanjikan. " Balas Nyonya Meng.
"Itu adalah hal yang penting terutama di dalam dunia bisnis, jika kamu tidak bisa menghargai waktu orang lain maka jangan harap untuk bisa dihargai oleh orang lain. Aku belajar untuk menghargai waktu orang lain dengan datang tepat waktu. " Ucap Nyonya Xia dengan santai.
"Baiklah Nyonya Xia yang merupakan seorang wanita yang hebat dan masih bekerja dengan keras, padahal uangmu sudah sangat banyak tapi kamu tidak kunjung berhenti. " Balas Nyonya Meng.
"Menjadi seorang penulis, tidak mudah untuk berhenti tapi juga tidak mudah untuk lanjut. Kamu akan merasakan banyak hambatan tapi di satu sisi jika kamu tidak melanjutkan maka kamu akan merasakan kehilangan. " Ucap Nyonya Xia dengan santai dan tidak terlalu memikirkan kata kata Nyonya Meng.
Tidak lama pintu dibuka dan menunjukkan wanita lain dengan pakaian yang lebih ramai dibandingkan dengan dua yang lainnya.
Jika yang dua sebelumnya mengenakan pakaian polos yang elegan tapi kali ini berbeda dan penuh dengan perhiasan seolah olah ingin semua orang tahu bahwa dia adalah orang kaya.