
"Nona Xia benar benar ingin tahu tentang hal ini ? Aku mendengar bahwa Nona Xia bukan lulusan dari sekolah kami, lalu kenapa datang kemari ?" Tanya Ming Yue mengalihkan pertanyaan.
"Apakah aku berasal dari sini atau tidak adalah urusanku, kenapa Tuan Muda Ming tiba tiba mengubah arah pembicaraan ? Apakah kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku sebelumnya ?" Tanya Xia Xinxin dengan dingin.
Pada saat ini bahkan Xia Xinxin sekalipun tidak begitu sabar lagi untuk menunggung Ming Yue menjawab pertanyaannya.
"Seseorang yang tidak di undang datang untuk membuat keributan di hadapan semua orang dan mempermalukan orang lain, aku selalu benci dengan orang yang suka menindas orang lain sepertimu. Kamu tidak di undang sementara ini adalah acara yang dibuat untuk lulusan sekolah kami, bukankah kamu seharusnya lebih malu untuk mempermalukan orang lain yang di undang ?" Tanya Ming Yue.
Xia Xinxin terdiam ketika mendengar ini sebelum akhirnya menundukkan kepalanya. Ming Yue melihat bahwa Xia Xinxin merasa bersalah karena hal ini dan terus menekannya.
"Kalau begitu maka kamu harus meminta maaf padanya sendiri, aku memang tidak mengenal wanita itu hanya saja aku benci melihat seorang pembully sepertimu. Kamu tidak lebih dari orang yang iri dan mencari perhatian, apakah kamu tahu ? Apakah kamu berpikir bahwa kamu terlihat hebat dengan menyiram orang lain menggunakan anggur ?" Tanya Ming Yue.
"Ha ha ha, kamu pasti bukan orang yang berada di sekolah itu sejak awal. " Ucap Xia Xinxin masih menunduk.
"Aku pindahan pada kelas tiga. " Balas Ming Yue.
Xia Xinxin tiba tiba mengangkat kepalanya dan menatap Ming Yue dengan tatapan yang mengerikan.
Ming Yue ini benar benar tidak tahu akan kemampuannya sendiri dan berusaha untuk menjadi penyelamat dengan cara menghakimi orang lain ?
Darah di tubuh Xia Xinxin langsung mendidih sampai ke titik dimana wajahnya sampai memerah, Ming Yue masih belum sadar diri dan mengira bahwa dia memerah karena malu.
Tiba tiba Xia Xinxin menarik nafas dalam dalam dan menatap Ming Yue dengan tatapan penuh dendam sebelum akhirnya mengangkat tangannya.
Bukkkk !
Kepalan tangan Xia Xinxin mencapai wajah Ming Yue dengan sangat tepat sampai sampai Ming Yue terlempar ke samping.
"Jika kamu berani maka laporkan saja aku, tapi satu hal yang harus kamu ketahui adalah jika kamu tidak mengetahui dengan jelas maka lebih baik tutup mulutmu !" Seru Xia Xinxin.
"Dasar bajingan sialan !" Umpat Xia Xinxin sebelum akhirnya pergi dan naik ke mobilnya.
Xia Xinxin merasa bahwa alasan Ming Yue membencinya benar benar tidak masuk akal, hal ini membuat Xia Xinxin benar benar kesal dan dia langsung membuka musik kesukaannya untuk mengemudikan mobilnya.
Dia melihat bahwa ada panggilan dari Hua Yin tapi dia memilih untuk tidak mengangkatnya, pada saat ini dia sedang marah. Takutnya dia akan mengatakan sesuatu yang tidak pantas dan menyakiti hati hanya karena hal ini.
Xia Xinxin menepi dan menyenderkan kepalanya lalu memejamkan matanya, berusaha untuk menenangkan diri tapi pada akhirnya masih tidak bisa sehingga dia memutuskan untuk maju sedikit dan menemukan sebuah minimarket.
Dia berhenti disana dan turun dari mobilnya lalu membeli sebotol air mineral dingin yang dia sukai, mungkin juga emosinya menjadi tidak stabil karena dia baru saja selesai minum anggur.
Dengan begitu maka dia harus meminum banyak air putih untuk menetralkan tubuhnya lagi, dia menghabiskan satu botol secara langsung dan mengambil botol lain.
Setelah dia membayar, dia kembali ke atas mobilnya dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua baik baik saja. Jika dia memang tidak bisa bersama dengan Ming Yue di kehidupan ini maka akan sangat baik jika tidak dipaksakan. Bagaimanapun semua hal yang dipaksakan tidak akan berdampak baik. Hal ini bukan kata kata semata melainkan memang merupakan hal yang sudah pernah kejadian dan sering terjadi.
Cukup tahu bahwa Ming Yue baik baik saja maka itu sudah membuatnya lebih baik, sejak awal dia sudah salah. Dia mengharapkan bahwa Ming Yue akan sama dengan Ming Yue yang dulu tapi dia salah besar.
Mereka hanya seperti rupa yang sama tapi sifat yang berbeda, sejak awal dia memang sudah sangat salah karena berharap terlalu tinggi karena sejak awal, hanya dia sendirian yang mengenang hal ini.
Xia Xinxin menghela nafas dan memikirkan ini membuat pemikirannya menjadi lebih teratur, paling tidak, tidak membuatnya darah tinggi seperti tadi lagi.
Tapi, dia tidak menyesal telah memukul Ming Yue tadi, seperti yang dia katakan pada Ming Yue tadi, karena dia tidak tahu apapun tentang hidupnya maka memang lebih baik jika dia diam dan tidak mencampuri urusan orang lain jika tidak maka dia tidak akan sebaik itu melepasnya hanya untuk satu pukulan.
Xia Xinxin melihat lima panggilan dari Hua Yin sebelum akhirnya menelpon balik dan menunggu sampai diangkat. Hua Yin memang langsung mengangkatnya, tidak lama sejak dia memanggil.
"Halo ?! Dimana kamu saat ini ? Kenapa kamu menolak panggilan ku ? Apakah kamu baik baik saja pada saat ini ?" Tanya Hua Yin terdengar sangat khawatir.
"Maaf, aku sedang turun ke minimarket dan aku tidak membawa ponsel jadi aku tidak tahu ada panggilan darimu. " Jawab Xia Xinxin berbohong.
"Kenapa suaramu seperti kamu sedang menangis ? Apakah kamu sedang membohongiku ? Katakan dimana kamu sekarang ? Aku akan segera menyusulmu. " Balas Hua Yin.
"Hua Yin, dengarkan aku. Apakah kamu percaya padaku ? Kalau kamu percaya maka percayalah bahwa saat ini aku sedang baik baik saja , aku akan tiba di rumahku dalam waktu sepuluh menit. " Ucap Xia Xinxin.
Untuk beberapa detik tidak ada balasan dari Hua Yin sebelum akhirnya dia mendengar suara helaan nafas.
"Baiklah, kabari aku jika kamu sudah tiba di rumah. Jangan sampai kamu membawa mobil dengan asal asalan , jaga dirimu baik baik. " Ucap Hua Yin.
"Baik, selamat tinggal. " Balas Xia Xinxin dan memutuskan sambungan.
Pada saat ini Xia Xinxin ikut menghela nafas dan memasang sabuk pengaman miliknya, dengan begini maka dia akan tiba dengan aman di rumahnya. Dia akan menjadi lebih tenang dan tidak akan bertindak dengan asal asalan.
Seperti janjinya, dia benar benar kembali ke rumah seperti yang dia katakan, dia bukan orang yang harus ditemani setiap hari. Dia memiliki kesadarannya sendiri tentang apa yang dia harus lakukan dan apa akibatnya jika dia bertindak dengan asal asalan.
Itu akan merepotkan banyak orang, tidak hanya bagi dirinya melainkan juga untuk orang tua dan sahabatnya.
Hal ini membuat Xia Xinxin berpikir berulang kali untuk bertindak tanpa berpikir, dia mengendarai mobilnya dengan perlahan dan ketika dia pulang, itu sudah larut malam dan orang tuanya sudah tidur.
Dia memarkirkan mobilnya dan masuk ke rumah lalu mengganti pakaiannya. Dia merasa malas untuk mandi tapi jika tidak mandi maka dia akan merasa bahwa seluruh tubuhnya penuh keringat.
Pada akhirnya dia terpaksa untuk mandi sebentar, dia lalu melihat ponselnya sembari menunggu bathtub nya terisi penuh, dia memberikan pesan pada Hua Yin bahwa dia baru saja tiba di rumah dan menambahkan sebuah foto dirinya sendiri.
Hua Yin langsung membalas dengan kata oke, Xia Xinxin mematikan ponselnya dan menghela nafas lagi. Dia memikirkan kata kata Ming Yue sepanjang perjalanan tadi. Dia yakin bahwa dia seharusnya tidak akan memikirkan kata kata yang diucapkan oleh Ming Yue tapi semua itu adalah sebuah kebohongan besar.
Karena, nyatanya dia tidak bisa melupakan apa yang dikatakan oleh Ming Yue karena sesungguhnya apa yang dikatakan oleh Ming Yue sangat menyakiti hatinya. Tapi, pemuda itu, apa yang diketahui olehnya ?
Bahkan jika yang mengatakan itu bukan Ming Yue melainkan orang lain maka dia juga akan sakit hati tapi mungkin tidak akan sesakit ini.
Disisi lain, Ming Yue yang baru saja tiba di Istananya yang megah duduk di ruang tamu dan merasa bahwa wajahnya panas dan bengkak.
"Wow, bahkan sekarang Tuan Muda Ming yang terhormat dan bertingkah laku sopan sekarang tahu bagaimana caranya untuk berkelahi dengan orang lain ?" Tanya seseorang dari dalam rumahnya, itu adalah temannya, Wang Zhang.