Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
175. Ingatan Dalam Arak


Mereka menghabiskan masing masing satu cangkir sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah satu sama lain disini karena mereka berdua sangat canggung, hampir tidak ada kata kata yang keluar dari bibir mereka karena mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


Xia Xinxin sibuk dengan ingatan masa lalunya sampai sampai dia melupakan bahwa dia sedang duduk dengan Ming Yue dan hanya ingat dengan rasa di dalam Arak Cahaya Bulan ini.


Sementara Ming Yue sendiri sibuk dengan pemikirannya tentang mimpi yang dia alami kemarin, sehingga dia sibuk di dalam pikirannya.


Keduanya duduk setengah jam tanpa suara yang membuat orang lain yang melewati mereka tampak bingung dengan tingkah laku mereka yang sangat sulit untuk ditebak.


Xia Xinxin sendiri merasa bahwa dia tidak akan bisa berbincang lagi dengan Ming Yue yang ada di kehidupan ini karena mereka sama sekali berbeda dan sulit untuk memandang Ming Yue di kehidupan ini dan kehidupan sebelumnya adalah orang yang sama.


Jika seperti itu maka Ming Yue ini tidak lebih dari pria yang sudah akan menjadi suami orang lain dan ada baiknya bagi Xia Xinxin untuk tidak terlalu terlibat dengannya.


Dengan begitu maka tidak akan menjadi bahan yang dicurigai oleh orang orang , pada saat ini Xia Xinxin tidak sadar bahwa dirinya sudah melamun selama setengah jam dan ketika dia sadar, dia langsung berdiri dan merapihkan pakaiannya.


"Tuan muda Ming, kelak akan bertemu lagi di pernikahanmu. Aku mendoakan yang terbaik untukmu dan Nona Wang, sekarang aku masih memiliki urusan lain. Izin pamit terlebih dahulu. "Ucap Xia Xinxin.


"Baik, kalau begitu maka aku juga memiliki beberapa urusan yang harus aku urus. Aku pasti akan mengundang Nona Xia datang ke pesta pernikahanku sebagai salah satu tamu terhormat. " Balas Ming Yue.


Dia berniat untuk membuat Ming Yue mengingat masa lalu dengan menikmati Anggur Cahaya Bulan yang mirip dengan arak buatannya di kehidupan lalu tapi justru dia yang mengingat semua masa lalu yang indah tapi menyakitkan itu.


Disisi lain, Ming Yue masuk ke dalam mobilnya merasa bahwa kepalanya agak pusing sementara dia sendiri tidak mengonsumsi banyak anggur dan tidak dalam kondisi yang mabuk hanya saja kenapa dia merasa pusing.


Dia tiba tiba secara samar samar mengingat sesuatu, dia memeluk seorang gadis yang rambutnya acak acakan dengan penuh kasih sayang. Dia melihat bahwa gadis ini memeluk dirinya yang bersimbah darah.


Hal ini membuat Ming Yue terkejut tapi dengan segera dia langsung kembali sadar dengan dunia nyata dan memandang sekitar dengan terengah engah, dia merasa bingung dengan semua yang dia lihat itu.


Itu sama dengan yang ada di dalam mimpinya, dia merasa bahwa ini adalah sesuatu yang dia lupakan hanya saja apa itu ?


Ming Yue duduk sejenak dan menenangkan dirinya sebelum akhirnya mengemudikan mobilnya untuk kembali ke rumah dan mencari tahu.


Dia menebak bahwa itu berada pada zaman Dinasti Xia hanya saja masih perlu banyak hal yang dia cari, Ming Yue merasa penasaran sekaligus merasa tegang akan hal yang dia mimpikan dan dia lihat belakangan ini.