Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
140. Reinkarnasi


Huang Xinxin merasa ketakutan ketika dia memikirkan tentang saat saat dimana Liu Chang Ming akan meledakkan diri sendiri dan Ming Yue yang berlari ke arahnya untuk memeluknya agar dia tidak terkena ledakan dari Liu Chang Ming.


Wajah wajah bangga Ming Yue yang tergambar di wajah pemuda itu telah membuat Huang Xinxin merasakan trauma yang mendalam.


Dia tidak ingin Ming Yue berkorban lagi untuk dirinya , dia tidak ingin Ming Yue meninggalkan dirinya !


"Jangan tinggalkan aku !" Teriak Huang Xinxin dan tiba tiba langsung membuka matanya dengan nafas yang berat dan tersendat-sendat.


Dia melihat sekitar dan mendengar suara sirine secara sama samar dan menemukan bahwa dia berada di sebuah ruangan putih bersih yang dipenuhi dengan harum desinfektan.


Dia melihat ke sekitar dengan tatapan yang redup dan merasa bahwa ini agak aneh. Ini bukan di tempatnya, tempat ini terasa dingin dan asing, dia merasa tidak terbiasa dengan tempat ini.


Huang Xinxin merasa bahwa dia telah datang ke dunia yang asing, dunia yang aneh dan tidak jelas ini. Tidak tahu dimana dia saat ini hanya saja suara sirine terus berbunyi dan tidak lama pintu dibuka dan menunjukkan beberapa orang dengan jas putih.


Huang Xinxin melihat ke arah mereka dan tidak asing dengan keberadaan mereka, secara samar samar ingatannya memberi tahu bahwa saat ini dia berada di dunia modern, dimana dia kembali ke tempat asalnya !


Dan orang orang dengan peralatan asing yang menggunakan jas putih ini disebut dengan Dokter !


Dia melihat ke sekitar dan tidak berhasil menemukan siapapun yang dia kenal , seperti Ayah dan Ibunya.


"Nona Xia, syukurlah anda sudah sadar dan pada saat ini kondisi anda telah stabil dan kamu juga sedang dalam kondisi yang baik. Seharusnya setelah kamu beristirahat beberapa hari maka kamu akan bisa pulang, aku akan memberitahukan kabar baik ini kepada Tuan dan Nyonya Xia. " Ucap dokter itu.


"Nona Xia ?" Tanya Huang Xinxin dengan bingung.


"Apakah ada yang salah dengan ingatan Nona ? Apakah Nona bisa mengingat nama sendiri dan nama orang tua ?" Tanya dokter itu dengan ragu dan memeriksa dirinya lagi.


"Tidak , tidak, aku hanya agak linglung. Aku mengetahui nama orang tuaku dan namaku sendiri tentunya, namaku Xia Xinxin dan orang tuaku adalah Xia Yun dan Li Xin. Selain itu aku adalah pelukis terbaik, bukankah begitu ?" Tanya Huang Xinxin berusaha untuk menutupi kebingungan nya.


"Ha ha ha, baguslah kalau Nona Xia mengingat semuanya. Hari ini, kami akan segera mengabari Tuan dan Nyonya Xia secepatnya. Mereka pasti akan sangat bahagia setelah Nona Xia koma selama tiga tahun. " Jawab Dokter itu.


"Tiga tahun ?" Tanya Xia Xinxin dengan agak bingung.


Dia sudah tinggal selama tiga puluh tahun tapi waktu di dunia modern hanya berjalan tiga tahun ? Jika menghitung usianya sekarang maka dia seharusnya berusia 25 atau 26 tahun.


Xia Xinxin memutuskan untuk tidak bertanya tentang hal ini, alih alih membuat orang lain curiga, dia lebih senang menyimpan hal ini sendiri dan memecahkan masalahnya.


Pada saat ini dia harus bertemu dengan orang tua aslinya, sekitar setengah jam , ada orang yang membuka pintu dengan terburu buru dan langsung berlari untuk melihatnya lalu memeluknya dengan erat.


"Ibu bersalah padamu ! Ibu seharusnya tidak memaksamu untuk menulis cerita, ibu seharusnya tidak memaksamu untuk melakukan apa yang kamu tidak sukai. Ibu benar benar bersalah padamu, maafkan aku ! Ibu berjanji padamu akan mendukung semua pilihan yang telah kamu buat. " Ucap Li Xin.


"Ayah juga akan menjagamu dengan baik mulai sekarang dengan begitu maka Ayah akan tinggal denganmu dan menemanimu setiap hari. Maafkan Ayah, jangan tinggalkan Ayah dan Ibuku lagi seperti sebelumnya. " Ucap Xia Yun.


Xia Xinxin melihat mereka berdua yang memeluknya dengan erat dan samar samar merasakan bayangan Huang Lixin di dalam diri mereka. Ternyata, selama ini dia hanya berada di dalam kondisi koma.


Ternyata semua yang dia rasakan dan tangisi itu hanya mimpi semata, betapa menyakitkan nya. Dia bahkan mencintai seseorang yang tidak nyata.


Hal ini membuat Xia Xinxin kecewa ternyata Huang Lixin, Huang Shang Yue, Ming Yue dan Jiu Rui, semuanya hanya ada di dalam mimpi indahnya selama tiga tahun ini.


"Apakah ada yang salah ? Kenapa wajahmu tampak tidak senang ?! Kenapa kamu malah menangis ?!" Tanya Li Xin dengan panik ketika melihat putrinya mengalirkan air mata tanpa henti.


"Kami berjanji akan memperlakukan mu dengan lebih baik di masa depan, tolong jangan menangis. " Ucap Xia Yun mulai mengusap air mata putrinya tapi semakin lama menjadi semakin deras.


Sehingga kedua orang tua Xia Xinxin berlari dan menanyakan hal ini kepada Dokter terkait dengan kondisi putri mereka yang mengkhawatirkan.


"Hal ini mungkin membutuhkan istirahat lebih dari Nona Xia, dia telah koma selama tiga tahun sehingga emosinya tidak stabil. Biarkan dia seorang diri dan menenangkan emosinya terlebih dahulu. " Ucap Dokter.


"Baiklah, kalau begitu maka kami masih membutuhkan bantuan dan pengawasan dari Dokter di masa depan. "Ucap orang tua Xia Xinxin dengan sopan.


"Tuan dan Nyonya tenang saja, ini sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membantu Nona Xia sampai pulih sepenuhnya. " Ucap Dokter itu.


Mereka mengangguk dan pamit , Orang Tua Xia Xinxin tidak berani masuk dan hanya bisa melihat dari kaca yang ada di pintu masuk karena takut membuat putri mereka ketakutan lagi seperti tadi.


Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya alasan Xia Xinxin menangis bukan karena mereka melainkan karena dia merindukan Ming Yue dan Huang Lixin.


Apakah ada cara lain yang membuatnya bisa bertemu lagi dengan Ming Yue dan Huang Lixin ? Tapi pada saat yang sama, Xia Xinxin merasa kasihan kepada kedua orang tuanya yang tampak sangat khawatir dengan kondisinya yang tidak bisa dikendalikan maka dari itu Huang Xinxin mengusap air matanya dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.


Setelah seminggu sejak sadar, dia mendapatkan banyak terapi mulai dari pengendalian emosi miliknya sampai ke cara berjalan sekalipun juga dilatih.


Karena dia koma selama tiga tahun maka seluruh anggota tubuhnya terasa sangat kamu sehingga dia dilatih untuk berjalan dan bergerak seperti semula lagi.


Awal awal bukan hal yang mudah tapi seiring berjalannya waktu , dia sudah bisa bergerak seperti biasa tapi tidak dalam jangka waktu yang lama. Sehingga dia menggunakan kursi roda untuk berjalan jalan ke taman dan berjemur menikmati cahaya matahari pagi.