
"Kamu benar benar penasaran ?" Tanya Xia Xinxin.
"Tentu saja. " Balas Hua Yin.
Xia Xinxin melambaikan tangannya yang menandakan bahwa Hua Yin harus mendekat kepadanya dan Xia Xinxin mendekati bibirnya ke telinga Hua Yin.
"Gaun ini dikatakan hanya ada satu di Negeri ini dan baru saja tiba hari ini, seharga 1,8 juta Yuan sementara perhiasan ini seharga 1 juta Yuan. " Bisik Xia Xinxin.
Wajah Hua Yin langsung berubah dan memandang Xia Xinxin seolah olah dia baru saja melihat seorang monster.
"Apakah kamu sudah gila ?! Kamu menghabiskan begitu banyak uang hanya dalam satu hari ? Hanya untuk gaun dan perhiasan ini ?" Tanya Hua Yin dengan wajah yang buruk dan sangat terkejut karena Xia Xinxin tidak pernah seboros ini sebelumnya.
"Aku adalah orang yang baru saja selamat dari ambang kematian, jika aku tidak menggunakan uangku dengan segera maka aku tidak tahu apakah aku akan kembali seperti dulu. Jika kembali aku koma lagi maka aku akan menyesal karena tidak berhasil menggunakan uangnya. " Ucap Xia Xinxin menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari Xia Xinxin membuat Hua Yin merasa tidak enak hati karena telah mengatainya gila dan menggelengkan kepalanya dengan pusing.
"Baiklah, baiklah, semua adalah uangmu dan kamu bisa menggunakannya untuk semua yang kamu inginkan. Lagipula jika kamu kehabisan uang dan tidak ada makanan maka kamu bisa hidup denganku. " Canda Hua Yin lalu mereka tertawa dan berjalan masuk ke dalam Aula yang besar dan megah itu.
Ketika mereka masuk maka semua orang memandang mereka terutama Xia Xinxin atau lebih tepatnya semua orang memandang kecantikan Xia Xinxin yang paripurna tanpa ada yang bisa menandingi.
Semua orang bertanya tanya siapakah gadis cantik ini ? Peri dari kelas mana yang secantik ini di angkatan mereka ?
Semua orang bertanya tanya tapi pada akhirnya tidak ada yang mampu untuk menemukan jawabannya , tentu saja mereka tidak bisa menemukan jawabannya. Bagaimanapun mereka adalah orang yang acuh tidak acuh dengan Xia Xinxin.
Terlebih gaya berpakaian Xia Xinxin sudah berubah seratus delapan puluh derajat sampai sampai Hua Yin yang selalu bersamanya saja sampai terkejut.
Sekelompok wanita yang sebelumnya adalah menjadi pusat perhatian langsung tidak menjadi perhatian lagi, semua orang menatap ke arah Xia Xinxin.
Yang membuat tiga orang wanita di depan mereka menatap dengan tidak senang dan berjalan ke arah mereka.
Xia Xinxin tentu saja ingat dengan tiga wanita ini, tiga orang inilah yang menindas nya di masa lalu, bagaimana mungkin Xia Xinxin bisa melupakan mereka.
Sebagai sebuah tanda, Xia Xinxin menggoyangkan tangan Hua Yin dan Hua Yin membalas dengan menggenggam tangannya dengan erat dan menatap matanya dengan anggukan kepala.
Hua Yin lalu tersenyum dan maju ke depan dengan percaya diri untuk menyambut tiga orang wanita ini.
"Lama tidak berjumpa. " Ucap Hua Yin dengan ramah.
"Aku penasaran dengan gadis yang berada di sampingmu ini, berani beraninya merebut perhatian semua orang ?" Tanya gadis yang ditengah, Xi Niang.
"Xi Niang, sudah tujuh tahun tidak bertemu ternyata kamu masih sama. Bahkan sekarang sudah melupakan teman sekelas, oh ya aku lupa. Bagaimanapun aku tidak lulus dari sekolah yang sama denganmu. " Ucap Xia Xinxin dengan senyum miring.
"Xia Xinxin ? Kamu sekarang bahkan tahu cara mendandani diri ? Aku berpikir siapa orang yang begitu tidak tahu diri untuk menggunakan begitu banyak perhiasan tanpa arah yang jelas ternyata adalah kamu. Kamu tampak seperti monyet yang menggunakan banyak perhiasan. Jangan tersinggung, bagaimanapun kita semua sudah dewasa. " Ucap Xi Niang menepuk bahunya.
Xia Xinxin menghela nafasnya dan membersihkan bahu yang disentuh oleh Xi Niang.
Hua Yin ingin membela Xia Xinxin tapi Xia Xinxin memberi isyarat untuk tetap diam, melihat keributan ini membuat semua orang tertarik untuk melihat perdebatan yang seru ini.
"Xia Xinxin, kamu benar benar tidak tahu diri baik dulu sampai sekarang. Kepada siapa kamu ingin menggoda, hm ? Kamu dulu menggoda guru guru agar memberikan nilai yang baik padamu dan sekarang membeli banyak perhiasan jelek ini. Aku melihat bahwa kamu hanya seseoranv yang haus akan perhatian !" Seru Xi Niang menunjuk nunjuk dirinya.
"Aku tahu bahwa kamu sampai saat ini tidak memiliki kekasih, kamu bahkan tidak memiliki seseorang yang menyukaimu. Kamu benar benar buruk sekali, bahkan tidak ada seorang pria yang ingin mendekat. "Lanjut Xi Niang.
"Apakah kamu sudah cukup berbicara ?" Tanya Xia Xinxin.
"Ini adalah gaun baru pemberian suamiku, dasar jal*ng !" Teriak Xi Niang dengan marah.
Xi Niang maju ke depan dan ingin menjambak rambut Xia Xinxin tapi Xia Xinxin mengingat ingatan dari Huang Xinxin , dengan mudah menangkap tangan Xi Niang dan membanting nya ke tanah.
"Semula aku tidak ingin menggunakan kekerasan tapi kamu memaksaku. Aku melihat bahwa gaun ini adalah gaun palsu , bukan ? Aku mendengar bahwa suamimu adalah Pengusaha Minyak tapi tampaknya kamu menggunakan gaun yang palsu. " Ucap Xia Xinxin dengan tenang.
"Apanya yang palsu ?! Ini semua asli !" Teriak Xi Niang.
"Tampak begitu indah dan mencolok, seperti ingin pergi ke pasar. Kamu dengan terang terangan menunjukkan palsu, bahkan sekarang sepatumu sudah mengelupas. Kepada siapa kamu ingin berbohong ?" Tanya Xia Xinxin.
Xi Niang mulai melihat bahwa tag merek milik pakaiannya masih ada dan dia segera menyembunyikannya.
"Menurut hukum, merusak benda milik orang lain maka harus mengganti. Aku akan menggantinya, tenang saja. " Ucap Xia Xinxin dan membuka tasnya lalu menjatuhkan beberapa lembar uang di atas kepala Xi Niang.
"Beli beberapa sepatu yang baru, lain kali bawa suamimu. " Balas Xia Xinxin sembari berjongkok dan menepuk nepuk wajah Xi Niang.
Xia Xinxin berjalan ke dalam bersama dengan Hua Yin dan Hua Yin menganggukkan kepalanya dengan puas ketika melihat keberanian Xia Xinxin.
Itu berarti Xia Xinxin sudah berhasil melawan ketakutan yang sudah lama bersarang di dalam hatinya. Selama ini, Xia Xinxin selalu merasa ketakutan karena Xi Niang dan teman temannya. Kali ini, Xi Niang mendapatkan balasan seperti ini maka sudah bisa dianggap impas.
Xia Xinxin duduk di sebelah Hua Yin dan memutar mutar cangkir anggurnya sebelum akhirnya menyesapnya sedikit dan melihat Xi Niang yang langsung berlari keluar.
"Kamu sangat hebat, aku sempat takut bahwa kamu hanya akan diam saja ternyata kamu benar benar sangat hebat. " Puji Hua Yin.
"Kamu tidak seharusnya meremehkanku. " Balas Xia Xinxin dengan santai dan tenang.
"Dia setiap kali di grup angkatan selalu menyombongkan suaminya yang sangat kaya dan memberinya perhiasan ternyata semua itu palsu. Aku penasaran dengan pekerjaan asli suaminya. " Ucap Hua Yin.
"Orang seperti dia yang hanya bisa menindas orang lain , sangat layak untuk mendapatkan hal ini. Jika aku tidak bertindak seperti itu maka dia yang akan merendahkanku. Aku sudah bertahan selama tujuh tahun bisa dianggap memberinya kebaikan. " Balas Xia Xinxin sama sekali tidak menyesal.
Satu satunya hal yang dia sesali adalah dia menyia nyiakan anggur bagus ini untuk menyiram sebuah gaun palsu.
Setelah ini makananpun datang disajikan dan Hua Yin sibuk untuk berbincang dengan beberapa teman lama sementara Xia Xinxin sibuk untuk duduk sendirian di meja makan dengan tenang.
Saat duduk, Xia Xinxin memandang Meja di seberangnya dan menemukan bahwa seorang pria muda juga sedang duduk sendirian di meja makan.
Lalu Xia Xinxin menyadari bahwa itu adalah Ming Yue ?! Ternyata Ming Yue di kehidupan ini sebenarnya satu angkatan dengannya ?
Xia Xinxin tertegun dan memandang pemuda itu , kebetulan sekali bahwa Ming Yue juga menatap ke arahnya dan tatapan Ming Yue tampak tidak senang ketika melihat ke arahnya.
Tidak lama kemudian Hua Yin kembali ke tempat duduknya dan mulai makan bersama dengannya.
"Yin, apakah itu adalah Ming Yue ?" Tanya Xia Xinxin.
Hua Yin awalnya tidak menyadari tapi setelah melihat arah pandangan Xia Xinxin dan menemukan bahwa apa yang dikatakan oleh Xia Xinxin benar.
"Itu memang benar Ming Yue yang kemarin, ternyata dia adalah satu angkatan dengan kita. " Jawab Hua Yin dengan antusias.
"Aku ingat bahwa aku tidak membuat masalah dengannya tapi entah kenapa dia menatapku dengan tidak senang, apakah aku membuatnya kesal ?" Tanya Xia Xinxin dengan bingung.