Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
53. Pingsan


Pengumuman sedikit ya, terimakasih banyak untuk yang sudah mengikuti PPA, author pasti akan berusaha lebih baik, dalam rangka ini maka author akan mengadakan challenge lagi buat kalian semua!


Challenge baru!


1. Like 3,5 k dan Popularitas 75 k up 3 chapter


2. Like 4,2 k dan Popularitas 82 k up 3 chapter


3. Like 5 k dan Popularitas 90 k up 3 chapter


Ayo, jangan lupa untuk like, komen, vote dan share ya! dukung terus Pendekar Pelukis Abadi, terimakasih


...----------------...


Huang Xinxin dan para pemanah langsung bersiap siap sebelum akhirnya melepaskan anak panah mereka.


Huang Xinxin mengincar para orang bar bar yang ada di dekat Yue Zhang sehingga Yue Zhang bisa membelah lautan orang bar bar itu menjadi dua bagian dengan begitu maka mereka akan panik dan tidak akan bisa menyatukan kekuatan lagi.


Huang Xinxin merasakan bahwa jantungnya berdetak dengan cepat dan tangannya berkeringat, dia merasa bahwa dia akan muntah.


Tampaknya ini efek kelelahan ketika sudah sampai di puncaknya, Huang Xinxin menahan semua itu dan menahan seluruh pemanah dari Suku Bar bar.


Kemampuan memanah nya termasuk luar biasa, tidak sia sia pelatihan di kamp tentara miliknya selama tiga tahun.


Dia dikatakan memiliki bakat bela diri yang luar biasa sehingga diajak untuk mengikuti pelatihan di kamp tentara selama tiga tahun.


Selama disana, dia mempelajari banyak hal untuk mempertahankan hidup dan buktinya hal ini benar benar bisa digunakan.


Memanah dan menembak tidak berbeda jauh karena sama sama membutuhkan tingkat fokus yang tinggi.


Huang Xinxin percaya bahwa di tidak boleh pecah fokus oleh rasa sakit yang dia rasakan. Huang Xinxin memanah seluruh pemanah dari Suku Bar Bar sementara satu persatu pemanah di sampingnya tumbang oleh anak panah.


Huang Xinxin menghindar dan anak panah mendarat di tempat dia berdiri sebelumnya. Huang Xinxin menarik tiga anak panah sekaligus dan melepaskannya.


Dia melambung ke arah yang berbeda dan menusuk ketiga orang sampai mati, Huang Xinxin berpegangan dengan benteng untuk menahan tubuhnya yang sudah hampir roboh.


Yue Zhang harus bisa memenangkan pertandingan dalam waktu satu jam jika tidak maka dia tidak akan bisa membantu lagi.


Tiba tiba, ketika melihat pertandingan sengit itu, dia melihat satu kuda melaju dari dalam gerbang menuju ke arah pertarungan.


Ketika menyipitkan mata untuk melihat dengan jelas siapakah itu, ternyata itu adalah Ming Yue ! Pria itu benar benar sudah sadar ! Siapa yang menyangka bahwa pria itu benar benar datang kemari untuk melawan musuh tepat ketika dia baru saja sadar.


Ming Yue membalikkan musuh dengan pedangnya dan situasi perlahan lahan menjadi menguntungkan mereka.


Pada saat yang sama, Huang Xinxin melepaskan jimat yang tersisa darinya sehingga para orang bar bar itu terpencar dan terpecah belah.


Dia mengambil kesempatan itu bersama dengan empat pemanah yang lainnya untuk memanah musuh.


"Serang ! Serang !" Teriak Huang Xinxin.


Anak panah disana sangat berlimpah, sayangnya tidak di dukung dengan busur yang baik. Untungnya Huang Xinxin menggunakan busur yang dibawanya dengan khusus.


Hanya saja tiba tiba dia menyadari bahwa ada orang bar bar yang entah dari mana memanjat ke atas benteng.


Huang Xinxin melihat bahwa tidak memungkinkan untuk menyerang dengan panah.


Huang Xinxin langsung mengeluarkan Kuas Giok Abadinya menjadi tombak kecil yang mengancam.


Orang bar bar itu mengayunkan pedang mereka kemana mana tapi Huang Xinxin menghindar, dia berputar kesana dan kemari tapi hanya bisa menghindar.


Anak panah dilepaskan tapi jarak mereka terlalu dekat sehingga itu dengan mudah bisa ditangkap dengan tangan.


Tenaga dua orang bar bar ini benar benar besar, Huang Xinxin mengincar kaki mereka tapi. mereka menggunakan persenjataan khusus sehingga melindungi kaki dengan baja.


Huang Xinxin hanya bisa mengincar bagian tubuh atas yang menggunakan baja ringan. Dia berhasil menggores tubuh salah satunya tapi dia mendapatkan tendangan sehingga dia terlempar ke belakang.


Huang Xinxin berguling ke samping dan menahan pedang besar milik orang bar bar ini dengan Kuas Giok Abadinya.


Perlahan lahan pedang orang bar bar itu retak sebelum akhirnya hancur menjadi ribuan keping, hal ini benar benar mengejutkan semua orang disana.


Huang Xinxin langsung bangkit ke depan dan menusuk perut orang bar bar itu, pada saat yang sama dia melompat ke belakang dan menusuk jantungnya.


Hal ini benar benar kejadian sepersekian detik, tidak ada yang bisa melihat dan mampu mengerjakan dengan baik tentang apa yang sebenarnya terjadi disini.


Hanya saja masih ada satu orang lainnya dan pedang itu sudah berada di atas kepalanya. Huang Xinxin tidak bisa menangkis atau menghindar sehingga dia memejamkan matanya.


Tapi, rasa sakit itu tidak kunjung datang dan dia melihat bahwa Ming Yue telah membunuh orang bar bar itu.


"Kamu tidak apa apa ?" Tanya Ming Yue memegang tangannya.


Kali ini, Huang Xinxin tidak menolak, dia baru saja akan mengatakan tidak apa apa sebelum akhirnya dia muntah darah. Tampaknya, bahkan tubuhnya tidak mengizinkannya untuk berbohong kepada orang lain.


"Tubuhmu sangat dingin. " Ucap Ming Yue dan menggendong tubuh Huang Xinxin dalam posisi pengantin.


Ming Yue membawanya untuk bertemu dengan tabib tapi tidak ada satupun tabib yang mampu mendeteksi keluhan Huang Xinxin.


Ming Yue menduga bahwa ini disebabkan oleh Racun Sembilan Neraka, hal ini benar benar membuatnya merasa bersalah.


Huang Xinxin memiliki tubuh yang lemah tapi maju ke medan perang untuk menyelamatkannya.


"Putri Huanxi tampaknya telah tidak tidur selama beberapa hari dan juga menderita kecemasan tingkat tinggi, dia juga menderita racun berbahaya. " Ucap tabib itu.


"Apakah tidak ada obat untuk meringankan deritanya ?" Tanya Ming Yue.


"Maaf Jenderal, tapi kemampuan hamba ini terbatas. Tidak mampu untuk mengobati penyakit dari Putri Huanxi. " Jawab tabib itu dengan takut takut tapi Ming Yue tidak mengatakan apapun, hanya mengusir tabib itu.


Tidak lama kemudian, Yue Zhang masuk ke dalam kamp dan mereka sudah menang sepenuhnya berkat bantuan dari Huang Xinxin.


"Dia telah merawatmu selama beberapa jam dan duduk disini, kamu terus memeluk tangannya dan mengigau nama Nona Wang terus menerus. Dia tidak memukulmu saja sudah merupakan hal baik. " Ucap Yue Zhang.


"Aku bermimpi bahwa Ziqi datang untuk menyelamatkanku tapi semua itu adalah mimpi semata karena yang menyelamatkanku adalah dia. Aku telah merepotkan dia, aku akan menjelaskan padanya ketika dia bangun. " Balas Ming Yue dengan rasa bersalah.


"Ya, dia benar benar pemberani, semua yang dia bawa adalah Buah Persik Salju yang berasal dari Gunung Kunlun, pasti tidak mudah untuk mendapatkannya dan juga pasti tidak akan sedikit uang yang di keluarkan untuk membeli semua ini. " Ucap Yue Zhang menganalisis situasi yang terjadi pada saat ini.


"Takutnya, cara menebusnya hanya dengan cara menjual mu ke keluarga Huang. " Canda Yue Zhang.


"Tampaknya, peperangan telah membuat otakmu menjadi rusak. " Balas Ming Yue dengan kesal.


...----------------...


Bonus up like 2,8 k : 2 / 3