Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
141. Keluar Rumah Sakit


Xia Xinxin sudah sadar selama satu minggu dan kemajuannya termasuk pesat, pada saat ini dia sedang mendorong kursi rodanya sendiri menuju taman dan melihat bahwa disana ada banyak anak anak dan orang tua atau pasien lainnya yang mengikuti tindakannya untuk berjemur cahaya matahari.


Kebetulan ini adalah musim semi sehingga udara menjadi agak hangat dan bunga bunga bermekaran dimana harum bunga memenuhi indra penciuman mereka semua dan kupu kupu yang indah menghiasi pandangan mereka.


Belum lagi dengan suara air terjun buatan di sudut taman rumah sakit yang membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa lebih nyaman.


Tiba tiba ada yang duduk di depannya dan itu adalah wajah yang agak asing tapi pada saat yang sama dia mengenali wajah ini.


"Hua Yin, lama tidak bertemu. " Ucap Huang Xinxin.


"Aku menempuh pendidikan tambahan di luar negeri dan baru saja mendengarkan kabar baik ini dari paman dan bibi sehingga aku langsung mengambil cuti untuk datang kemari dan melihatmu. " Ucap Hua Yin.


"Sudah begitu merepotkan mu, kamu tampak jauh lebih kurus belakangan ini. Apakah kamu tidak makan sama sekali ?" Tanya Xia Xinxin dengan cemas ketika melihat sahabat baiknya ini.


"Tidak makan sama sekali ? Lupakan saja. Bahkan jika aku kurus, kamu jauh lebih kurus lagi. Pada saat ini kamu hanya tersisa tulang dan kulit. Kamu harus mulai melukis lagi dan menghasilkan uang agar mampu untuk memberikan makan bagi dirimu sendiri dan aku." Canda Hua Yin.


"Tidak mungkin, bahkan jika aku tidak melukis. Uang milikku masih akan lebih dari cukup untuk menghidupi kita berdua. " Ucap Xia Xinxin membalas candaan itu.


"Kamu benar benar tahu cara untuk membual, tahukah kamu ? Minggu depan ada acara festival peringatan sejarah masa lalu yang menceritakan sejarah Kekaisaran. " Ucap Hua Yin dengan serius.


"Mana tahu hal ini bisa menjadi sumber inspirasi milikmu dengan begitu maka kamu mungkin bisa menghasilkan uang. " Lanjut Hua Yin dengan mata yang berbinar binar.


"Sejak tadi yang kamu bahas hanya uang dan uang. Apakah kamu sudah tidak khawatir lagi dengan kondisi sahabat mu ini ?" Tanya Xia Xinxin mengeluh.


"Tentu saja tidak, dengan ketahanan tubuhmu aku percaya bahwa kamu akan baik baik saja. " Jawab Hua Yin dengan senyum mengejek.


"Kamu benar benar menyebalkan sekali. Sekarang kamu bahkan tahu cara untuk menindas ku yang lemah ini. " Balas Xia Xinxin.


"Baiklah, baiklah. Aku tidak boleh menindas Yang Mulia. Apakah Yang Mulia bersedia untuk menemaniku ?" Tanya Hua Yin.


"Baiklah, aku akan menemanimu. Aku seharusnya bisa berjalan sebentar lagi. " Jawab Xia Xinxin.


"Aku percaya padamu, aku akan menunggumu dan menunjukkan banyak hal yang menarik padamu. " Balas Hua Yin dengan antusias.


Xia Xinxin menganggukkan kepalanya dan diam diam menyimpan rencana miliknya, dia setuju untuk mengikuti festival sejarah ini untuk melihat apakah ada Dinasti Xia dan Dinasti Jiu yang telah dia lalui ?


Xia Xinxin penasaran dan masih belum menyerah sepenuhnya hanya saja dia penasaran dengan satu hal, jika dia berhasil reinkarnasi , apakah Ming Yue juga berhasil reinkarnasi ?


Hal ini membuatnya merasa penasaran sekaligus antusias.


"Kenapa wajahmu memerah ?" Tanya Hua Yin dengan bingung.


"Mungkin saja karena cuaca yang agak panas sehingga membuat wajahku terbakar oleh sinar matahari. " Bohong Xia Xinxin.


Padahal karena memikirkan bahwa ada secercah harapan kalau dia akan bertemu lagi dengan Ming Yue di kehidupan ini membuatnya benar benar bahagia.


Dia merasa bahwa hal ini membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum dengan lebar. Seandainya dia benar benar bertemu dengan Ming Yue maka dia akan sangat beruntung.


"Aku mendengar bahwa yang datang besok ke festival budaya itu adalah keturunan dari keluarga Kekaisaran terakhir. " Ucap Hua Yin.


"Benarkah ? Kalau begitu maka aku akan sangat antusias untuk melihatnya. " Balas Xia Xinxin tidak bisa menahan senyumnya.


"Kamu tersenyum begitu cerah, tampaknya suasana hatimu sedang sangat baik. Apakah kamu baru saja mendapatkan banyak uang ?" Canda Hua Yin.


"Entahlah, aku hanya merasa lebih baik saja. Kamu tidak tahu tapi aku seperti tenggelam ke dalam mimpi yang sangat dalam ketika aku sedang koma. Aku merindukanmu, orang tuaku dan teman teman yang lainnya tapi pada saat yang sama aku juga enggan untuk meninggalkan mimpi itu. " Ucap Xia Xinxin dengan tatapan yang mendalam.


"Benarkah ? Kalau begitu maka itu pasti menjadi mimpi indah bagimu, kamu tidak tahu bahwa Ibumu benar benar tulus menyayangimu pada saat ini dan sudah berubah sepenuhnya. Dia melupakan pekerjaannya dan berubah menjadi Ibu rumah tangga yang fokus untuk mendatangimu setiap hari. Setiap minggu aku akan bertanya kondisimu padanya dan dia selalu memintaku untuk mendoakanmu. " Ucap Hua Yin.


"Ya , aku juga bisa merasakannya. Aku juga tidak menyimpan dendam padanya. Bagaimanapun setelah aku sadar kembali ini aku mendapatkan sebuah pencerahan. " Balas Xia Xinxin.


Hidup sebagai Kaisar wanita pertama , membuatnya melihat banyak sekali sifat sifat orang yang membuat pemikirannya menjadi semakin terbuka dan menjadi semakin luas.


Dia tidak berhati sempit lagi seperti yang sebelumnya, sekarang dia memiliki pengalaman sebagai seorang Kaisar yang memimpin prajurit melawan musuh dan juga memerangi kelaparan dan kekeringan yang melanda perbatasan.


Dia sekarang mampu memahami tindakan Ibunya yang dulu dia anggap tidak masuk akal dan egois, sekarang dia merasa bahwa itu adalah hal yang cukup masuk akal. Sekarang Ibunya berubah menjadi lebih baik maka itu akan semakin baik.


Xia Xinxin melihat ke sekitar dan menikmati cahaya matahari yang menerpa ke wajahnya.


"Berapa lama kamu akan berada disini ? Apakah ini akan menunda pendidikan mu ?" Tanya Xia Xinxin dengan cemas.


"Kebetulan sekali bahwa dua hari lagi universitas ku akan mengadakan libur selama satu minggu maka aku sendiri mengajukan untuk libur lebih awal dengan surat yang diberikan Ibumu maka aku boleh meminta cuti untuk kembali lebih cepat. " Jawab Hua Yin.


"Baguslah kalau begitu, aku tidak ingin hal ini menjadi penghambat mu di masa depan. " Balas Xia Xinxin mengungkapkan kekhawatiran nya.


"Kamu tenang saja, aku bukannya orang yang tidak masuk akal. Aku bisa memperhitungkan semuanya dengan baik. Kamu tenang saja dan pikirkan pemulihan mu. "Ucap Hua Yin.


Mereka saling memperbincangkan bagaimana kehidupan tiga tahun belakangan ini bagaimanapun semuanya tampak baik baik saja dan tidak banyak yang berubah tapi siapa yang menyangka bahwa ada banyak perubahan. Ada banyak pelukis baru yang datang dan popularitas miliknya perlahan lahan mulai meredup.


Xia Xinxin sendiri tidak merasa sedih dengan hal ini, dia mengetahui bahwa hal ini akan terjadi. Bagaimanapun sudah tiga tahun berlalu dan dia menghilang tanpa kabar. Ada orang orang yang mengingatnya saja sudah sangat baik.


Terutama karena dia masih muda dan belum sempat tinggal terlalu lama di dunia seni sehingga namanya belum terukir dalam di hati orang orang.


Hua Yin rajin menemani Xia Xinxin di rumah sakit dan menemaninya menjalani terapi yang diberikan oleh Rumah sakit untuknya agar dia menjadi lebih cepat sembuh dan tidak terasa bahwa tiga hari sudah berlalu dan Xia Xinxin akhirnya dinyatakan sepenuhnya sembuh oleh Dokter yang merawatnya selama tiga tahun penuh ini dan hari ini, dia sudah bisa berjalan sendiri tanpa kursi roda dan juga bisa keluar dari rumah sakit.


Tapi dia masih harus meminum beberapa jenis obat dan vitamin untuk semakin meningkatkan kesembuhannya.


"Terima kasih banyak Dokter telah merawatku. " Ucap Xia Xinxin dengan sopan.


"Ini adalah tugas kami, Nona Xia bisa kembali seperti sedia kala dan sehat kembali adalah merupakan kebanggaan kami. " Balas Dokter itu.


"Terima kasih banyak Dokter, keluarga kami berhutang banyak atas jasa baik anda. " Ucap Xia Yun.


Dokter itu menganggukkan kepala dan menundukkan kepalanya sebagai bentuk kesopanan kepada Keluarga Xia.