
Seorang pria dengan rambut yang disisir rapih, menggunakan jas dan kemeja berwarna putih dan abu abu yang senada. Hal ini membuat banyak orang menjerit karena ketampanan yang dimiliki oleh pria yang berjalan keluar ini.
Bahkan langkahnya sekalipun sangat tegap dan menunduk ke arah penonton dengan sangat sopan dan anggun.
Xia Xinxin tidak bisa melepaskan pandangannya dari pemuda ini, bagaimana mungkin dia bia melupakannya ? Itu adalah seseorang yang dia mimpikan pagi, siang dan malam tanpa henti.
Pandangannya menjadi berkaca kaca kala dia memandang pria ini, ini adalah seseorang yang dia rindukan.
Siapa lagi jika bukan kekasihnya , orang yang berhutang padanya cinta di kehidupan kedua, Ming Yue.
Pria di depan ini terlihat dari sisi manapun terlihat seperti Ming Yue bahkan caranya untuk menatap orang lain juga sama.
Bagaimana mungkin Xia Xinxin hanya bisa duduk tanpa ekspresi, dia tidak bisa menahan diri dan menyeka air matanya.
Sejak dia kembali ke tubuh aslinya, dia menjadi lebih lemah secara emosional, dia mudah untuk menangis dan merasa sedih
Untungnya semua perhatian tertuju pada Ming Yue bahkan Hua Yin sekalipun tertuju pada Ming Yue sehingga tidak menyadari tangisan Xia Xinxin.
Setiap kali Xia Xinxin menatap Ming Yue seperti ini, dia teringat bagaimana Ming Yue memberinya senyuman di akhir hidupnya dan berjanji padanya bahwa mereka pasti akan bertemu di kehidupan selanjutnya.
Sekarang sudah menjadi kenyataan. Dia benar benar bertemu dengan Ming Yue di kehidupan ini, hanya saja Ming Yue tampaknya berubah dan tidak mengenalnya.
Sejak awal, hanya dia yang bisa berjalan kembali ke masa lalu, hanya dia yang menyadari semuanya sementara orang lain tidak memahaminya bahkan Huang Lixin hanya mengetahui bahwa dia menempati tubuh Huang Xinxin tapi tidak mengetahui asalnya.
Bahkan jika mereka benar benar hidup kembali hari ini, sekarang mereka mungkin akan benar benar melupakannya sekarang. Benar juga..... sejak awal dia tidak memperhatikan ini.
Tapi..... tidak apa apa, bagaimanapun dia sudah mengatakan. Bahkan jika tidak bersama dengan Ming Yue di kehidupan ini, dia juga masih akan merasa bersyukur.
Paling tidak, dia bisa menenangkan keresahan di dalam hatinya. Xia Xinxin menyeka air matanya dan memaksa dirinya untuk tersenyum ke depan.
Dengan begitu maka dia tidak akan menarik perhatian dan menyebabkan orang lain merasa cemas, dia berdiri dan menatap Ming Yue dengan tatapannya yang jernih.
"Perkenalkan, namaku adalah Ming Yue , keturunan terakhir dari Dinasti Xia yang kalian lihat disini. Aku berterima kasih kepada kalian semua karena datang kemari untuk memberikan penghormatan kepada keluarga dan leluhur ku. " Ucap Ming Yue dengan tegas.
"Dia sangat tampan, bukan ?" Tanya Hua Yin dengan mata yang berbinar binar.
"Sangat tampan, apakah kamu menyukainya ?" Tanya Xia Xinxin dengan agak cemburu tapi dia berusaha untuk menutupinya dengan tawa.
Melihat Ming Yue yang kaku seperti ini membuatnya merasa bahwa ini seperti dia baru pertama kali menghubungi Ming Yue untuk membawa kepala pelayan dari dalam penjara Hakim Daerah.
Pria yang begitu kaku , pria berhati dingin, pria yang bisa melakukan apapun untuk tujuannya. Xia Xinxin masih ingat dengan jelas bagaimana perasaannya pada saat itu, dia merasa takut tapi pada saat yang sama dia mungkin sudah mulai tertarik dengan Ming Yue pada saat itu.
Tapi karena dia tahu bahwa Ming Yue cinta mati dengan Wang Ziqi maka dari itu dia tidak ingin mengakui perasaan itu karena dia tidak ingin tergila gila pada seseorang. Tapi, tepat ketika Ming Yue menggendongnya keluar dari penjara..
Tatapannya yang cemas dan penuh dengan kekhawatiran , tidak akan pernah bisa dilupakan olehnya. Sejak saat itu dia jatuh cinta, atau mungkin juga sejak dia mengirimkan makanan dan pakaian ke perbatasan barat daya.
Mereka tidak sempat untuk memiliki banyak kegiatan bersama, sayang sekali bahwa jodoh mereka pendek dan tidak ditakdirkan untuk bersama.
Seandainya...... mereka bisa bersama lebih lama lagi. Bukankah itu sangat baik ? Mengukir lebih banyak kenangan indah. Mengapa kenangan indah mereka hanya berada di situasi hidup dan mati.
"Aku mungkin akan sangat beruntung jika mengencani seorang pria tampan seperti ini tapi tampaknya dia tidak mudah untuk di dekati. Dia begitu tinggi dan begitu dingin, takutnya dia adalah seseorang yang tidak tersentuh. " Ucap Hua Yin hanya bisa berandai andai.
"Pada saat ini, kami membawa sebuah lukisan yang dilukis beberapa ratus tahun lalu dan merupakan satu satunya lukisan yang dibuat pada Dinasti Jiu. Siapapun yang mirip dengan lukisan ini akan bisa berfoto dengan Tuan Muda Ming !" Seru pembawa acara dengan antusias.
"Benarkah ?! Cepat tunjukkan !" Teriak orang orang dengan antusias sekaligus menggila.
Bahkan Hua Yin ikut menggila dan tidak nafsu lagi dengan makanan yang dia tukar tadi, yang semula lapar menjadi tidak lapar. Benar benar kehebatan Ming Yue yang mampu untuk menggetarkan dunia ternyata bukan bualam belaka.
Xia Xinxin bahkan tidak perlu mengambil ponselnya untuk memfoto Ming Yue itu semua karena bayangan pemuda itu bahkan terekam lebih jelas di dalam otaknya seperti otaknya telah rusak dan terus menerus memikirkan Ming Yue.
"Kalian semua harus tahu bahwa Ming Yue adalah nama dari kekasih Kaisar Huang, Kaisar wanita pertama. Alasan kenapa Tuan Muda Ming diberikan nama yang sama adalah karena kemiripan dari wajah Tuan Muda Ming dan Ming Yue kekasih dari Huang Xinxin !" Seru pembawa acara.
Jangankan mirip, ini seperti orang yang sama. Gaya dia berdiri, cara dia berbicara dan cara dia menatap orang lain bahkan sama persis. Itu adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa di ubah.
Xia Xinxin yakin bahwa dia tidak akan salah, alih alih mengatakan bahwa mirip dengan Ming Yue maka lebih cocok jika mengatakan bahwa dia adalah reinkarnasi dari Ming Yue.
"Kenapa tidak ada lukisan dari Ming Yue ini ?!" Teriak seorang penggemar.
"Tenang, tenang. Aku akan menunjukkan sebuah lukisan yang sangat indah, lukisan ini adalah lukisan yang akan membuat orang lain merasa iri. "Ucap Pembawa Acara sengaja untuk memanas manasi.
"Apakah kamu akan menunjukkannya atau tidak ? Kenapa begitu lambat ?!" Teriak Hua Yin tidak sabar.
"Sabar, kamu tidak boleh membuat keributan. " Balas Xia Xinxin.
"Bagaimana mungkin kamu masih begitu tenang ketika kesempatan untuk berfoto dengan pria tampan ini di depan mata ? Kenapa kamu benar benar tenang pada saat ini ? Aku mencurigai sesuatu, selama ini kamu tidak dekat dengan pria manapun dan beralasan bahwa tidak ada yang menarik minatmu dan sekarang pria yang begitu tampan juga tidak bisa menarik minatmu ?! Apakah kamu gila atau jangan jangan kamu menyukai...... ?" Tanya Hua Yin dengan nada yang dipelankan.
Xia Xinxin yang mendengar ini tertawa dan wajah Hua Yin berubah menjadi lebih curiga lagi setelah melihat Xia Xinxin menjadi curiga.
"Jadi benar ? Tenang saja, aku akan mencoba membantumu untuk kembali. Dunia ini luas, ada banyak pria tampan yang cocok untukmu. Kamu juga sangat cantik. " Ucap Hua Yin menepuk bahunya.
Brukk !
Tangan Xia Xinxin menyentil dahi Hua Yin yang membuat gadis itu menjadi mengeluh kesakitan.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, hm ? Siapa bilang aku tidak tertarik dengan pria tampan ini ? Aku tertawa karena kamu tampak begitu bodoh." Ejek Xia Xinxin.
"Aduh ! Bilang saja kalau begitu, kenapa kamu diam dan tersenyum seperti itu. Membuatku takut saja. " Balas Hua Yin dengan lega.
"Saudara saudari sekalian, aku akan segera menunjukkan lukisannya kepada kalian. Ini adalah lukisan terakhir yang dibuat oleh Kaisar wanita pertama, Huang Xinxin sekaligus harta berharga bagi Keluarga Ming !" Seru pembawa acara.
Orang orang mulai tampak antusias kembali dan pembawa acara itu membuka gulungan kertas yang menunjukkan tinta yang telah memudar dan menunjukkan sepasang kekasih yang sedang duduk membelakangi di taman.
Xia Xinxin membelalakkan matanya ketika dia melihat lukisan itu, lukisan yang sudah dia buang. Dia membuat empat lukisan, satu adalah Huang Lixin, satu adalah Ming Yue dan satu lagi Jiu Rui sementara ini adalah yang terakhir.
Dia menjual semuanya kecuali.... yang satu ini, dia merasa bahwa ini tidak pantas tapi juga tidak berniat untuk memajang nya karena merasa bahwa ini akan membuatnya sedih sehingga dia membuangnya.
Entah siapa yang memungutnya kembali untuk disimpan sampai generasi kesepuluh ini. Xia Xinxin menahan nafasnya dalam dalam ketika melihat lukisan ini.