
Pada akhirnya, Kaisar juga tidak mempermasalahkan dendam lama lagi dan melepaskan Zhou Yuan agar bisa kembali berkumpul bersama dengan keluarganya, dengan begitu maka Zhou Yuan tidak perlu merasa resah lagi akan hal ini.
Zhou Yuan kembali bersama dengan yang lainnya untuk melepaskan Huang Xinxin untuk terakhir kalinya. Xian Liwei juga telah di lepaskan dan harus mengganti namanya menjadi Wang Liwei , mengikuti marga Ibunya.
Mereka semua hadir untuk mengantar Huang Xinxin untuk terakhir kalinya. Baru saja mereka merasa bahwa Huang Xinxin seperti masih di samping mereka dan bercanda tawa dengan mereka tapi sekarang Huang Xinxin benar benar telah tiada.
Wajahnya yang pucat terbaring di atas peti mati, bahkan ketika dia telah dirias dan menggunakan pakaian yang indah masih membuatnya tampak pucat.
Hanya saja di sudut bibirnya terlihat senyum manis yang menunjukkan bahwa dia bahagia karena telah berhasil bebas dari kekangan yang diberikan oleh Kekaisaran untuknya. Selama ini Kekaisaran telah bertindak dengan sangat jahat padanya dan sekarang tidak ada lagi yang bisa melakukan kejahatan padanya dan dia telah bahagia.
Orang orang menangis, entah menangis sesungguhnya atau tidak tapi entah bagaimana disini sangat sepi dan dingin.
Huang Lixin mengenakan pakaian serba putih dan terbuat dari karung dengan tali putih yang mengikat dahinya. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa dia akan kehilangan putrinya dua kali. Kali ini dia benar benar kehilangan.
"Semoga jiwamu kembali ke tempat asalmu dan kamu akan bahagia. Dengan begitu maka kamu tidak perlu tersiksa lagi. " Ucap Huang Lixin dengan pelan sehingga hanya dia yang bisa mendengarnya.
Selain Huang Lixin, Ming Yue dan Huang Shangyue juga mengenakan pakaian yang sama yang menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga yang sedang berduka.
Huang Xinxin memiliki waktu yang singkat dengan mereka , sayang sekali bahwa Jiu Rui masih belum sadar sampai saat ini sehingga tidak mengetahui hal ini.
Jika Jiu Rui tahu maka dia tidak akan kalah hancur dari tiga orang lainnya. Dia juga akan sama hancurnya, dia dan Huang Xinxin tumbuh bersama. Orang orang membawa satu botol yang berisi minyak tanah untuk membasahi jerami yang ada di bawah peti Huang Xinxin.
Setelah semuanya selesai, akhirnya mereka memegang tongkat api lalu menaruy di atas jerami sehingga semuanya menyebar dan menjalar.
Hal ini benar benar membuat semua orang menangis terutama Huang Lixin, bahkan Huang Shangyue yang terkenal cuek sekalipun dia bisa menahan air matanya meskipun dia berusaha untuk tidak menangis dan tidak menjadi pusat perhatian orang orang.
Hanya Ming Yue yang tidak menangis sedikitpun tapi rasa sakit hatinya sama sekali tidak kalah dari yang lain atau bahkan lebih.
Ternyata ini adalah perasaan sakit yang berada di atas segalanya dimana seseorang bahkan tidak bisa menangis, ternyata menangis lebih baik dibandingkan menahannya.
Ming Yue memandang sekelilingnya dan masih merasa tidak percaya bahwa dia akan benar benar mengantarkan Huang Xinxin pergi. Pada saat yang sama dia merasakan kehilangan , lebih daripada saat dia kehilangan Wang Ziqi. Dia merasa bingung akan perasaannya sendiri. Kenapa dia merasa begitu kehilangan sementara dia sendiri yakin bahwa dia mencintai Wang Ziqi atau mungkin..... selama ini dia telah salah menilai.
Mungkinkah bahwa selama ini sebenarnya yang dia rasakan pada Wang Ziqi bukan cinta ? Mungkinkah hanya rasa ketergantungan ?
Disaat semua orang mengacuhkannya, itu adalah Wang Ziqi yang datang untuk menemaninya dan menyemangatinya.
Mungkinkah perasaan yang dia rasakan untuk Wang Ziqi bukan cinta melainkan hanya rasa saling membutuhkan antar saudara ?
Jika dia benar benar mencintai Wang Ziqi , kenapa dia tidak merasakan kehilangan seperti ini ? Kenapa dia hanya merasa marah pada saat itu tapi kali ini dia benar benar merasa kehilangan.
Apakah hal ini menandakan bahwa dia sebenarnya jatuh cinta pada Huang Xinxin ? Ming Yue ingin tidak percaya tapi hatinya menolak untuk bekerja sama.
Hatinya terus menerus berteriak bahwa dia sebenarnya cinta pada Huang Xinxin tapi memangnya kenapa jika dia cinta pada Huang Xinxin ? Pada saat ini Huang Xinxin telah tiada dan tidak menyisakan apapun bahkan tidak menyisakan kata kata terakhir untuk dirinya.
Ming Yue melihat bagaimana api perlahan lahan melahap tubuh Huang Xinxin sampai sampai menghalangi pandangannya. Ingin rasanya dia memadamkan api itu dan melompat ke dalam untuk mempertahankan Huang Xinxin dan berteriak kepada semua orang bahwa Huang Xinxin masih hidup.
Dia hanya tertidur....... ya, pasti dia hanya tertidur. Semua orang disini salah !
Ming Yue mengalami pergolakan batin dan hampir saja jatuh ke belakang jika tidak di tahan oleh Yue Zhang yang menemaninya selalu.
"Tampaknya, kamu merasakan lebih dari sesuatu yang kamu anggap mirip dengan Nona Wang. " Ucap Yue Zhang mengerti Ming Yue. Mereka tumbuh bersama, bagaimana mungkin tidak mengerti satu sama lain.
"Tampaknya.... aku telah salah selama ini. Aku tidak mencintai Ziqi, aku hanya menganggapnya sebagai penolongku dan aku tidak bisa hidup tanpa dia. Hanya saja, aku berpikir lagi, aku tidak merasa begitu kehilangan ketika dia pergi tapi ketika Xinxin pergi, aku merasa seperti separuh jiwaku telah terbang bersama dengan kobaran api itu. " Bisik Ming Yue.
"Aku sudah menduganya hanya saja kamu sangat keras kepala, tapi semuanya telah terlambat. Yang tersisa hanya kesalah pahaman, Nona Huang menganggap bahwa kamu mendekatinya hanya karena dia mirip dengan Nona Wang. Ini mungkin akan menyebabkan ketidak puasan sebelum dia pergi, sayang sekali bahwa kamu tidak sempat untuk menjelaskan. " Ucap Yue Zhang.
"Itu adalah kesalahanku, benar benar kesalahanku. Aku tidak mampu menilai perasaanku sendiri, betapa bodohnya aku. Betapa tidak pekanya aku. Seandainya aku mengerti dirinya lebih banyak maka dia tidak akan menderita sebanyak itu hanya karena ku. " Balas Ming Yue dengan sakit hati.
Disisi lain, Huang Xinxin sendiri merasa bahwa dirinya terombang ambing di depan kenyataan. Di sana, dia melihat keluarganya yang mencari cari dirinya dan disisi lain dia melihat bahwa Huang Lixin, Ming Yue dan Huang Shangyue menangisinya.
"Bagian mana yang akan kamu pilih ?" Tanya sebuah suara.
"Apakah kamu adalah kesadaran dari Buku Pendekar Pelukis Abadi ?" Tanya Huang Xinxin.
"Benar, aku adalah orang yang membawamu masuk ke dalam cerita karena jiwamu memiliki kemiripan dengan karakter utama dari cerita ini, yaitu Huang Xinxin. Kamu bisa melanjutkan karakter atau berhenti disini saja. "Ucap sistem itu.
Huang Xinxin berpikir dengan tenang, dia merindukan keluarganya dan sahabatnya, Hua Yin tapi pada saat yang sama dia merasakan perasaan yang aneh.
Dia merasa seperti sangat sakit ketika berpisah dengan Ming Yue, dia melihat wajah Ming Yue yang tampak sangat tersiksa.
Huang Xinxin pada akhirnya membuat keputusan yang telah dia pertimbangkan dengan hati hati.
"Aku akan melanjutkan cerita ini sampai selesai, apapun akhirnya, aku masih akan melanjutkannya. "Ucap Huang Xinxin.
"Apakah kamu yakin ? Kamu tidak merindukan keluargamu ?" Tanya sistem itu.
"Aku merindukan mereka tapi orang di dalam cerita itu memberikan kesan hidup padaku dan aku juga belum menyelesaikan tugasku di dalam cerita itu, hal ini membuatku merasa tidak puas. Aku ingin menyelesaikannya terlebih dahulu, bahkan jika setelah itu aku harus kembali, maka aku tidak akan kembali dengan penyesalan. " Jawab Huang Xinxin.