
Inilah yang disebut dengan seseorang yang memiliki kuasa penuh, Huang Xinxin bahkan tidak perlu menggerakkan tangannya dan orang orang sudah datang untuk membelanya, betapa indahnya kehidupan ini.
Jiu Rui memegang tangannya dengan erat dan bisa merasakan bahwa tubuhnya mulai bergetar.
"Bangunlah, Yang Mulia ini memberikan perintah !" Seru Jiu Rui dengan khawatir.
"Putra Mahkota, aku tidak layak. Aku telah membuat Yang Mulia tidak senang sebelumnya, maka dari itu aku akan menerima akibatnya. Selama Yang Mulia belum puas maka hamba ini tidak akan berani untuk menggerakkan kaki. Mohon Putra Mahkota tidak mempersulit ku. " Balas Huang Xinxin dengan lemah.
"Xinxin ! Kenapa kamu begitu keras kepala ?! Apakah kamu tahu bahwa tubuhmu tidak akan bertahan lagi ?!" Tanya Jiu Rui.
"Putra Mahkota, aku adalah orang yang mengetahui tubuhku sendiri. Kembalilah, jangan sampai membuat Yang Mulia tidak senang padamu. " Jawab Huang Xinxin.
Jiu Rui memandang Huang Xinxin dengan tatapan rumit, melihat Huang Xinxin dalam kondisi sekarat ini dan dia tidak berdaya membuatnya benar benar gila.
Tapi, pada saat yang sama, Jiu Rui menyadari bahwa posisinya sebagai Putra Mahkota masih belum bisa melindungi orang yang ingin dia lindungi.
Memikirkan hal ini membuatnya sakit hati, Jiu Rui berjalan ke dalam Istana dan melihat Ayahnya yang sedang bersantai tanpa rasa bersalah.
"Ayah, Putra ini ingin memberikan permohonan padamu. "Ucap Jiu Rui.
"Kamu datang kemari masih berani memohon untuk orang lain ? Apakah tidak takut aku akan menghukummu degan keras karena melanggar perintah ku ?!" Tanya Kaisar dengan nada tinggi.
"Ayah, selama 16 tahun ini, putra ini tidak pernah mengajukan permintaan, kali ini tolong kabulkan permintaan putra ini. " Jawab Jiu Rui.
"Tidak pernah mengajukan permintaan ? Apakah kamu memiliki hak untuk itu ?! Menahan keinginan untuk tujuan yang lebih besar adalah kewajiban Putra Mahkota !" Teriak Kaisar dan melemparkan cangkir ke depan wajah Jiu Rui.
Jiu Rui yang mendengar ini tampak terpukul, Ayah yang dia banggakan sejak kecil ternyata adalah iblis yang menyembunyikan diri selama ini. Membayangkannya saja sudah membuat hatinya hancur.
Bahkan jika orang diluar adalah orang yang tidak dikenal olehnya, dia masih akan datang. Karena tindakan Ayahnya benar benar berlebihan.
Hal ini benar benar tidak layak untuk mendapatkan hukuman yang begitu kejam. Huang Xinxin memiliki tubuh yang lemah sejak kecil tapi pada akhirnya masih harus menanggung kekejaman ini.
"Jadi..... aku tidak layak untuk mendapatkan apapun ? Kecuali aku menjadi Kaisar ?" Tanya Jiu Rui dengan nada yang rendah dan tampaknya membawa kemarahan yang besar.
Tiba tiba, Kasim Tua yang berjaga di depan pintu langsung berlari ke dalam dengan panik.
"Yang Mulia ! Ratusan Sarjana dari Akademi Kekaisaran datang untuk memberikan pendapat mereka dan menolak untuk melakukan pelajaran. " Ucap Kasim Tua itu dengan panik.
"Apa ?! Apakah mereka berniat memberontak ?! Beritahu mereka, yang menolak untuk menurut maka akan dipenggal !" Teriak Kaisar dengan murka.
"Yang Mulia, tolong perhatikan kembali keputusan anda !" Ucap Kasim dengan memohon.
Para sarjanawan adalah pilar negara, jika dibunuh tanpa nilai seperti itu maka takutnya akan menyebabkan gelombang besar.
"Apakah kamu juga ingin memberontak ?! Kenapa kalian semua benar benar tidak bisa diandalkan ?!" Teriak Kaisar dan melempar seluruh benda yang ada di mejanya dengan murka.
Tapi, Kasim Tua itu tidak berdiri dan masih berlutut disana dengan tubuh yang gemetar.
"Bunuh mereka ! Jika mereka memberontak maka bunuh mereka semua dan keluarganya !!!!" Teriak Kaisar sampai bisa di dengar oleh semua orang.
Jiu Rui yang masih berlutut, merasa bahwa dia benar benar tidak mengenali Ayahnya. Ternyata, Ayahnya hanya monster yang bersembunyi dibalik bulu domba.
Hatinya bergetar karena rasa marah, sementara itu perintah pembunuhan telah diturunkan dan Prajurit mulai turun ketengah kekacauan dan menggertak para sarjanawan itu.
Para sarjanawan itu merasa bahwa diri mereka adalah pilar Negara, bagaimana mungkin ingin mundur ? Harga diri mereka bahkan lebih tinggi dibandingkan langit ketujuh.
Huang Xinxin yang mendengar kekacauan ini diaam diam tersenyum tipis, hampir tidak terlihat sama sekali.
Apa yang telah ditunggu telah datang, dia akan menjadi bendera perang yang dinantikan oleh semua orang.
Selama ini orang orang ini telah menahan diri untuk memprotes tindakan Kaisar tapi belum mencapai titik puncak kesabaran. Maka dari itu, Huang Xinxin menggunakan dirinya sendiri sebagai bendera perang.
Pada saat ini, jika Kaisar benar benar salah satu budak penting dari musuh itu maka dia pasti akan keluar untuk menolong Kaisar. Huang Xinxin merasa bahwa ini masih kurang, hanya diperlukan pukulan terakhir untuk membuat Kaisar berada di pojok.
Kaisar berani untuk memojokkan Ayahnya di masa lalu maka seharusnya sadar bahwa hari ini akan tiba cepat atau lambat.
Seorang gadis yang dianggap lemah dan tidak berdaya, tapi ternyata mampu memancing ombak yang sangat besar.
Huang Xinxin merasa bahwa seluruh tubuhnya mati rasa, ini adalah harga yang harus dia bayar untuk memancing keributan besar ini.
Disisi lain, Huang Lixin mendatangi Kaisar untuk berbincang dengan Ming Yue. Huang Lixin melihat kediaman yang sudah lama tidak dilihat olehnya ini.
"Rumah ini, benar benar sudah terlalu lama aku tinggalkan. Aku telah kehilangan sebagian kenangan tapi ketika aku menginjakkan kakiku kemari, 15 tahun lalu ketika Ming Xiu baru saja pindah kesini, aku ingat bahwa dia bercerita dengan semangat bagaimana dia berjuang untuk mendapatkan rumah ini dengan uangnya sendiri." Ucap Huang Lixin dengan lembut dan melihat sekitar.
"Tuan Huang, bisakah kamu bercerita lebih banyak tentang Ayahku ?" Tanya Ming Yue.
"Ayahmu adalah orang yang pekerja keras dan memiliki sifat pantang menyerah, dia menolak untuk menyerah walaupun disudutkan oleh banyak orang. Pada saat itu, di pengadilan ada banyak sekali orang yang membencinya tapi pada akhirnya tidak ada satupun dari mereka yang berhasil mengusirnya. " Jawab Huang Lixin.
"Aku bertanya padanya pada saat itu, kenapa jenderal memiliki gaji yang begitu kecil sampai sampai harus bekerja 10 tahun untuk mendapatkan kediaman. Tapi, dia berkata bahwa inti dari pekerjaannya ini bukan gaji tapi perlindungan yang dia berikan dan keamanan semua orang yang ada di tangannya, itulah yang paling berharga. Ketika muda, dia adalah orang yang banyak bicara tapi seiring berjalannya waktu berubah menjadi lebih pendiam. " Lanjut Huang Lixin dengan perasaan yang sesak.
"Seandainya aku tidak ikut ke medan perang maka dia masih akan berdiri dengan sehat dan memimpin perang, aku bahkan lalai untuk menjalankan keinginan terakhirnya. Dia mengatakan padaku bahwa dia tidak ingin putranya menjadi jenderal lagi, itu ketika disaat saat terakhirnya. Dia mengatakan bahwa semuanya sia sia....... mungkinkah?!" Huang Lixin tiba tiba mendapatkan pemikiran yang mengejutkan.