My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 42


Selama pembicaraan mereka di dalam ruang istirahat, Nathan menghindari Keysa, mungkin yang di katakan kakaknya benar, ia seharusnya menjauhi Keysa.


Dan yang membuat pria itu risih, adalah lirikan para kru yang bekerja di tempat itu, setiap Nathan lewat pasti ada aja yang liatin, tapi cara natapnya beda sebelum kejadian di kamar itu, siapa yang tidak mendengar suara teriakan Kaysa yang begitu nyaring.


Nathan yang melihat Keysa menghampirinya buru-buru berjalan kearah lain, ia tidak ingin gosip bertambah lagi.


"Kak Radit aku ke toilet dulu ya." pamitnya yang di jawab anggukan oleh pria itu.


"Nathan tunggu." panggil Keysa namun pria itu tak kunjung berhenti dan malah mempercepat jalanya.


"Nathan !" pekik Keysa menarik tangan pria itu.


Natahn berhenti, mungkin menghindari Keysa bukanlah pilihan yang tepat, baiklah dia akan mengatakan yang sejujurnya.


"Cukup Keysa, sudah cukup kamu membuatku malu di depan rekan kerja yang lainnya, kita itu nggak ngapa-ngapain, jangan sampai merek itu menggapmu wanita --" pria itu menjeda kalimatnya, tidak ingin Keysa tersinggung dengan kata-katanya.


"Aku ingin kamu menjauhiku." lanjutnya.


"Than, apa aku salah jika mencintaimu ? apa salah jika aku sayang padamu? aku hanya ingin kamu menerimaku, aku janji akan berubah." isak tangis mulai terdengar di bibir munggil gadis itu. Ia baru tahu sesakit ini di hindari oleh pria yang ia sayang.


"Kita itu tidak mungkin bersama." lirih Nathan.


"Kenapa? kita itu sama-sama manusia." jawab Keysa.


"Salib di lehermu tidak akan pernah menyatuh dengan tasbih di tanganku." ucap Nathan.


"Deg" jantung Keysa seakan berhenti, apa yang di katakan Nathan benar adanya, mereka beda agama akankah mereka bisa bersatu?.


"Tapi aku cinta sama kamu Than." lirih Keysa.


"Jika kamu mencintaiku, maka cintai dulu tuhanku, baru nanti Tuhanku yang akan membuatku jatuh cinta padamu, dengan perasaan yang sangat dalam yang tidak pernah kau duga." ucap Nathan.


Gadis itu terdiam, sekarang saingannya bukan manusia, melainkan penciptanya.


Nathan memutuskan pergi setelah mengatakan itu, namun langkahnya terhenti karena perkataan Keysa.


"Kalau begitu, buat aku jatuh cinta pada Tuhanmu, sebagaimana kamu telah membuatku jatuh cinta padamu." ucap Keysa mantap dengan tatapan penuh harap.


Pria itu berbalik, menatap gadis di hadapanya mencoba mencari keraguan di dalam matanya, namun nihil ia tidak menemukan apapun selain tatapan tulus yang di tujukan padanya.


"Apa kamu yakin? ini tidak semudah yang kamu kira? apa orang tuamu akan setuju dengan keputusanmu?" tanya Nathan, ia tidak ingin Keysa menyesal di kemudian Hari.


"Aku yakin." Keysa mengangguk mantap.


Pria itu mengembangkan senyumnya melihat kesungguhan gadis di hadapannya.


***


"Kak." panggil Nathan saat melihat kakaknya turun dari Taxi.


"Ada apa kak Fany ingin bertemu denganku?" tanya pria itu.


Bukannya menjawab gadis itu malah menoyor kepala Nathan. "Udah kakak bilangin jangan dekat-dekat dengan Keysa, sekarang gosipnya sudah tersebar di seluruh lingkungan kerja, untung saja tidak ada media yang tahu." gerutu Fany.


"Kakak tahu dari mana?" Nathan mengerutkan keningnya, merasa heran kenapa tiba-tiba kakaknya bisa tahu masalah ini.


"Dari kak Radit lah, siapa lagi coba." jawabnya acuh.


"Oh iya, karena kak Fany ada di sini, sekalian saja yuk ketemu kak Radit." ucap Nathan tanpa persetujuan menarik kakaknya ke tempat di mana syuting tengah berlangsung.


Gadis itu hanya bisa pasrah, mau memberontak juga tidak bisa melihat tubuh kekar adiknya.


"Kak." panggil Nathan pada seorang pria yang sedang bermain hp.


Pria itu menoleh dan tersenyum melihat siapa yang bersama asistennya. "Sudah lama?" tanya nya mempersilahkan gadis itu duduk.


"Kak aku kesana dulu ya." pamit Nathan menyisakan kakaknya dan juga bosnya.


Gadis itu hanya mengangguk dan menjawab pertanyaan Radit. "Udah lama kok, udah 21 tahun lewat beberapa minggu." jawabnya di iringin kekehen kecil.


"Kamu tuh ya, nga bisa di ajak serius." pria itu ikut tertawa.


"Iya dah, berdebat denganmu nggak akan ada kelarnya." ucap Radit mengacak-acak rambut Fany.


"Ih kak, jadi berantakan." ucapnya manja memanyukan bibirnya, Ya Fany hanya bisa manja di dekat Radit, mungkin karena Ia sudah terbiasa denganya dan sudah mengagapnya kakak.


"Idih jelek tau kalau ngambek gitu." ucap Radit di iringi tawanya.


"Biarin." jawabnya.


Keduanya terus saja bersenda gurau dan tertawa bersama tanpa menyadari ada seseorang yang tengah kesal melihat kedekatan mereka berdua.


Siapa lagi kalau bukan Daren, pria arogan dengan gengsinya tingkat dewa, memilih memendam kekesalannya, dari pada harus mengakui bahwa ia cemburu melihat istrinya dekat dengan pria lain.


"Mati gue, bentar lagi gue kenal omel dah dari si bos." batin Deon saat melihat kemana arah tatapan bosnya.


"Yon !" panggilnya penuh tekanan.


Yang di panggil hanya bisa menghela nafas, baru saja di omongi sudah bertingkah.


"Iya kak." sahutnya.


"Gue itu nyuruh lu beli permen, bukan gulali." gerutunya.


"Lah itukan permen bos." tunjuk Deon pada toples di hadapannya.


"Kenapa manis sekali?" tanyanya.


"Lah emang kalau permen itu asem ya bos?" kesal Deon, mana ada coba permen itu kagak manis, padahal juga ia sudah berpesan, 'Yon beliin gue permen yang manis ya'


"Lu ngeledek gue." Daren tak kalah kesalnya.


"Kagak bos." Deon hanya bisa cengegesan.


Ini nih kalau bosnya lagi kesal, nyebelinnya akut, nggak mau salah, dan satu lagi oon nya muncul, untung dia seorang bintang dan di karunia wajah yang tampan.


Sesi syuting untuk adegan romantis akan segera berlansung di mana yang akan memerangkan adegan itu tak lain, Keysa dan juga Daren.


Di sisi lain, Keysa sudah was-was ia teringat janjinya pada Nathan yang akan berubah. Dan di sisi lain, tampak seorang pria menyeringai licik ingin membalas kekesalannya, siapa lagi jika bukan si pria Arogan.


Ia berfikir mungkin dengan syuting adegan romantis bisa membuat istrinya kesal seperti apa yang di rasakannya barusan.


Dan betul saja, sedari tadi gadis itu meremas ujung bajunya saat syuting akan di mulai.


"Kak Fany nggak apa-apa gitu ngeliat kak Daren peluk-peluk cewek lain?" tanya Nathan walau sebenarnya ia juga tidak terima melihat Keysa akan beradengan romantis dengan kakak iparnya.


"Nggak, kan cuma syuting, kita itu harus profesional." ucapnya mengembangkan senyumnya, menutupi rasa kesal dan juga sakit hatinya.


Selama syuting berlangsung, Fany beberapa kali membuang nafas, menarik nafas melihat adegan romantis di hadapannya, Ia bahkan tidak pernah di perlakukan selembut itu oleh suamiya.


"Hanya syuting, jangan terbawa suasan." batinnya.


-


-


-


-


-


TBC


Hay kakak cantik yang imut-imut aku balik lagi loh, ada yang rindu nggak😊🤭, kurasa Nggak ya😅.


Salam dari Neng Fany katanya, buat dia semangat dengan komentar dan hadiah-hadiah kalian🥰.


Ih dasar Auhtor banyak maunya🤨🤣.