My Husband Superstar

My Husband Superstar
Part 25


Daren sedari tadi mengerutu menunggu kedatangan Fany yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya, melangkahkan kakinya keluar dari ruang ganti untuk mencari istrinya, namun Pria itu seketika berhenti melangkah saat melihat pemandangan tidak menyenangkan . Bagaimana bisa, orang yang sudah berani membuatnya menunggu ternyata sedang di rendahkan oleh rekan kerjanya.


Daren mengeraskan rahangnya, tidak suka melihat miliknya di rendahkan orang lain. Ia melangkah mendekati mereka dengan tatapan yang sulit di artikan. Pria itu mengamit pingang istrinya begitu mesra di hadapan Keysa dan yang lainnya.


"Sayang ternyata kamu ada disini" ucapnya pada Fany namun tatapannya di tujukan pada Jeny dan Keysa secara bergantian, melalui sorot matanya, Daren seakan mengatakan jangan pernah mengusik milikku.


"Kak...Daren." Fany tersentak keget saat pria itu memeluknya tiba-tiba dan membawanya pergi dari hadapan Keysa.


Daren membawa Fany kesebuah ruangan yang sangat sepi. Ia mendorong tubuh mungil istrinya ke sudut ruangan dan menghimpitnya.


"Kau menyakitiku, lepaskan tidak !" Fany berusaha melepaskan cengkraman pria itu yang begitu menyakiti pergelangan tangannya.


Daren melepaskan cengkraman tangannya, tapi tidak dengan himpitan di tubuh mungil gadis itu.


"Lu itu kenapa? marah-marah tidak jelas." gerutu Fany tidak mengerti kenapa Daren bisa semarah itu padanya, padahal menurutnya dia tidak melakukan kesalahan.


"Ngapain lu ketemu Keysa !" Daren dengan tatapan menyelidik namun itu tak mampu membuat Fany merasa terintimidasi.


"Kenapa? apa salah? oh gue tahu, lu pasti malukan punya istri pelayan seperti gue ?" Fany sudah dapat menebak apa yang ada dipikiran Daren.


"Dasar bodoh !" kesal Daren, bisa-bisanya istrinya berfikit seperti itu, padahal Ia hanya tidak suka jika Fany di rendahkan.


"Kenapa kau diam saja saat Keysa merendahkanmu ? mana Fany yang gue kenal !" kesal Daren, di saat seperti ini bisa-bisanya Fany tidak melawan, padahal jika bersamanya gadis itu tidak akan mau kalah berdebat dengannya.


"Apa lu bodoh ? jika gue ngelawan nona Keysa itu sudah pasti dia tidak akan memaafkan gue, dan malah tambah marah." jelas Fany.


"Oh jadi jika gue nga datang, lu mau merendahkan diri dengan membersihkan sepatunya gitu ?" geram Daren.


"Ya kali gue ngelakuin itu, emang gue bodoh." jawab Fany, karena memang dari awal gadis itu tidak berniat menurunkan harga dirinya. Gadis itu menyeringai mendapatkan ide agar bisa lepas dari himpitan suaminya. "Kenapa kau semarah itu? apa segitu pedulinya lu sama gue ? sampai-sampai lu marah melihat gue direndahkan." Fany menggoda Daren.


Bukannya melongarkan kuncian Daren pada tubuhnya. Pria itu malah semakin menghimpitnya, sehingga wajah suaminya begitu dekat dengan wajahnya. Jantung gadis itu berdegup kencang untuk kedua kalinnya, Fany refleks memejamkan matanya.


"Lu kira gue sepeduli itu sama lu? jangan kegeeran jadi orang, gue marah karena hampir saja kau mempertaruhkan reputasi gue sebagai aktor." bisik Daren. Pria itu enggan mengakui bahwa dia marah karena Fany di permalukan dan malah mengeluarkan kata-kata yang begitu tajam.


Daren melonggarkan himpitannya pada tubuh Fany, dan bersandar di tembok samping istrinya.


Gadis itu tidak membuang kesempatan itu untuk segera kabur.


"Ku mau kemana lagi ?" tanya Daren.


"Gue mau kerja, urusan gue disini sudah selesai." jawab Fany tanpa menoleh menuruni anak tangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Niat Keysa pulang ke hotel di urungkan saat melihat pujaan hatinya keluar dari lift.


" Oh my God, gue mimpi apa semalam bisa bertemu pangeran gue di sini." Keysa histeris melihat pria yang selama ini di carinya, muncul di hadapanya secara tiba-tiba.


Keysa menghampiri pangerannya, namun langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis seumuran dirinya datang menghampiri pangerannya terlebih dahulu. Keysa memasang telinganya baik-baik mencoba menguping pembicaraan dua insan di hadapannya.


"Kak Fany dari mana saja? dari tadi aku cariin nga muncul-muncul ?" tanya Nathan saat melihat kakaknya menghampirinya.


"Gue habis ketemu kak Daren." jawab Fany singkat, moodnya sekarang sedang buruk akibat bertengkar dengan suaminya. Sungguh Ia sudah lelah bertengkar dengan suaminya, ingin rasanya berbaikan, setidaknya jika tidak bisa sebagai sepasang kekasih, mungkin sebagai teman, namun egonya begitu tinggi untuk meminta duluan.


"Ini nih kalau pengantin baru, nga di rumah nga di tempat kerja maunya barengan mulu." goda Nathan pada kakaknya.


"Apaan sih, nga lucu tempe." Fany mengerucutkan bibirnya.


"Kak Fany kok doyan banget nyalain tempe?" Nathan menimpali kekonyolan kakaknya.


"Kalau boleh tahu kalian punya hubungan apa ya?" tanpa malu Keysa mempertanyakan hubungan mereka saking penasarannya.


Jeny hanya bisa menepuk jidat, melihat tingkah konyol aktrisnya.


"Kami adik kakak, ada apa ya ?" Nathan merasa aneh dan juga heran dengan pertanyaan wanita di hadapannya. Datang-datang menanyakan hubungan mereka padahal kenal pun tidak. Ya Nathan tidak mengenal Keysa karena jarang melihat berita dan hanya ke asikan bermain game.


"Kak Fany kenal sama wanita ini ?" tanya Nathan merasa risih dengan tatapan Keysa.


"Itu... gue..."


Keysa dengan sigap merangkul bahu Fany, dan memotong pembicaraan gadis itu. "Kita teman akrab ya kan ?" ucapnya tanpa malu, padahal sebelum bertemu Nathan, Keysa memperlakukannya dengan buruk.


"Gue akan memafkanmu, dan kembali menjadi tamu VIP di butik tempat lu bekerja." bisik Keysa di telinga Fany.


"Iya kita kenal udah lama." jawab Fany, akhirnya Fany bisa mendapatkan maaf Keysa tanpa harus mempermalukan dirinya.


"Kamu benar nga ngenal gue gitu ?" tanya Keysa pasa Nathan.


Nathan mengetuk-ngetuk dagunya mencoba mengingat wajah wanita di hadapannya, di mana gerangan meraka pernah bertemu.


"Oh iya gue ingat, lu yang waktu itu di bandarakan ?" Nathan memastikan.


"Tepat sekali." Keysa begitu senang akhirnya pujaan hatinya mengingatnya.


Fany yang merasa di abaikan memutuskan masuk kedalam mobil, membiarkan Nathan berbicara dengan Keysa, Ia bahkan tidak marah pada Keysa walau Keysa sudah keterlaluan padanya.


"Maaf ya, gue waktu itu buru-buru makanya nga sempat minta maaf" Nathan merasa bersalah pada Keysa. Karena saat di bandara, Ia tidak sengaja menambrak gadis itu hingga gadis itu terjatuh kelantai, bukannya menolongnya, Nathan bahkan tidak menoleh hanya sekedar untuk melihat wanita yang di tabraknya sakin buru-burunya.


Bukannya marah, Keysa malah jatuh cinta pada Nathan pada pandangan pertama, berharap Ia bisa bertemu lagi, dan akhirnya doanya di jabah begitu cepat oleh allah.


"Santai aja kali, gue juga nga kenapa-napa, buktinya sampai sekarang gue masih hidupkan." canda Keysa. "Oh iya hampir lupa, nama gue Keysa" Keysa mengulurkan tanganya.


"Nathan." jawab Nathan tanpa berniat menyambut uluran tangan Keysa dan malah menyatukan kedua tangannya di dada. "Maaf bukan mahram" ucapnya agar Keysa tidak salah paham padanya.


"Gue pamit dulu ya, Assalamualaikum." ucap Nathan masuk kedalam mobilnya, melajukan mobil perlahan meninggalkan basemen tersebut.


"Waalaikumsalam warohmatullah."


-


-


-


-


-


TBC


Terima kasih para Reader karena bersedia mengikuti cerita author.


jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.


Hay kakak-kakak tercinta, author potato juga ikut lomba You Are A WRITER season 5 loh.


Jika kakak-kakak tercinta suka dengan cerita author, jangan lupa dukung author dengan cara jangan biarkan vote nya kendor ya🙏😊.