
Bing Jinxia menatap Ju Xiulan aneh, “Kenapa kau menyelamatkanku?” Dia tidak menyadari lemparan pisau beracun Mao Heisha yang mengarah padanya.
Namun Ju Xiulan bergerak cepat menolongnya, telapak tangan Ju Xiulan terluka.
“Aku sudah tidak memiliki alasan untuk hidup. Xiaxia tolong bunuh aku...” Ju Xiulan menangis dan menatap Bing Jinxia penuh harap.
Sementara itu Shen Lao memberikan serangan telak pada Mao Heisha lewat Rantai Neraka Suci. Chi Sumei dan Chi Rong melihat pertarungan Shen Lao membuat keduanya berharap jika pemuda itu dapat membunuh Mao Heisha.
Dan harapan itu menjadi kenyataan saat Shen Lao menggerakkan Rantai Neraka Suci lebih cepat sambil memainkan pedangnya.
Mao Heisha dibuat kesulitan mengimbangi gerakan Rantai Neraka Suci, segera Yan Ao dan Guan Zhubin membantunya.
Namun saat Shen Lao melepaskan Rantai Neraka Suci, mereka berdua kembali dipaksa ke posisi bertahan.
“Teknik Pedang Dewa Malam : Membelah Malam!” Shen Lao melancarkan tebasan pedang yang membuat Yan Ao terpental jauh kebelakang sementara itu Guan Zhubin mendapatkan luka didadanya.
Bersamaan dengan itu, aksi Rantai Neraka Suci membuat Ruo Long terkejut karena rantai itu bergerak sendiri menyerang Mao Heisha dari segala arah.
Niatnya yang akan menyerang Chi Sumei menghilang dan tergantikan dengan niat untuk merebut Rantai Neraka Suci dari Shen Lao.
“Dia memiliki pusaka yang menarik.”
Shen Lao menyadari raut wajah Ruo Long segera menggerakkan Rantai Neraka Suci untuk menyerang Ruo Long.
Kemudian dia memusatkan perhatiannya untuk menyerang Mao Heisha, Yan Ao dan Guan Zhubin secara bersamaan.
“Roh Phoenix...” Dua sayap api berwarna merah dan biru muncul dipunggungnya. Shen Lao terbang dengan kecepatan tinggi sambil memainkan pedangnya saat Mao Heisha mengambil jarak darinya.
“Seni Napas Phoenix...” Dalam satu tarikan napas, Shen Lao melancarkan puluhan tebasan dalam yang membuat tubuh Mao Heisha dipenuhi luka sayatan.
Dari arah belakang, Yan Ao menerjang dengan sebuah tebasan yang membentuk harimau petir. Namun lagi-lagi Shen Lao dapat mengantisipasinya.
“Phoenix? Jadi Pasangan Pendekar Phoenix yang kudengar akhir-akhir ini adalah dia dan Peri Bunga!” Yan Ao menebak jika Shen Lao merupakan sosok Pasangan Pendekar Phoenix.
“Sial! Ini memang seperti yang kita rencanakan, tetapi jika kita semua mati ditangannya, maka akan percuma!” Mao Heisha tanpa sadar berkata demikian. Memang Lembah Bunga Persik dan beberapa sekte aliran putih serta netral yang hadir di Lembah Bunga Persik mengalami kelemahan, tetapi jika Shen Lao menghabisi mereka semua maka semuanya akan percuma.
Terlebih Shen Lao tidak terpengaruh teknik terlarang yang membuat seorang pendekar tidak dapat menggunakan tenaga dalam kecuali pendekar yang menggunakan teknik terlarang tersebut.
Dalam kebingungannya, Mao Heisha tidak sadar Shen Lao sudah mebentuk ratusan pedang tak kasat mata.
Saat Mao Heisha sadar Shen Lao yang sudah berjarak singkat dengannya, tangan kirinya terlepas sedangkan dadanya tertebas.
“Ilmu Pedang Tanpa Wujud ~ Harimau Menerkam!” Shen Lao mengakhiri nyawa Mao Heisha saat itu juga dan menoleh ke arah Chi Rong dengan senyuman.
Chi Rong menangis karena Shen Lao menepati janjinya untuk membunuh Mao Heisha.
Melihat bagaimana Mao Heisha mati membuat Yan Ao dan Guan Zhubin berkeringat dingin.
Namun beberapa detik kemudian Shen Lao memuntahkan darah segar karena efek dari latihannya di Jurang Abadi mulai terasa terlebih Segel Mata Naga merupakan pedang bermata dua.
Dimana Shen Lao mampu meningkatkan kekuatannya secara drastis, namun kutukan dalam tubuhnya berkata lain. Jika Shen Lao tetap melanjutkan pertarungan bukan tidak mungkin Shen Lao akan menjadi orang yang cacat bahkan lumpuh seumur hidupnya.
Menyadari itu Chi Rong berteriak histeris, “Gege, berhentilah! Kau sudah cukup berjuang! Aku tidak ingin kau-”
“Rong‘er! Sudah menjadi tugasku untuk melindungimu! Tidak ada alasan bagiku untuk mundur!” Shen Lao tersenyum dan menatap Chi Rong yang khawatir padanya.
“Pada akhirnya kau masih mengkhawatirkan istrimu!” Yan Ao mengarahkan tebasan ke arah Chi Rong namun Shen Lao menahannya dengan mudah.
Guan Zhubin menyerang Shen Lao dari belakang dan mengeluarkan jurus demi jurus, namun Shen Lao dapat menghindarinya.
Saat Yan Ao dan Guan Zhubin mendekat, Shen Lao melakukan konsentrasi secara penuh sebelum menciptakan ratusan pedang tak kasat mata yang berterbangan diudara.
Ratusan pedang tak kasat mata itu menyatu menjadi satu sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi dipenuhi aura berwarna merah yang mengeluarkan api.
“Ilmu Pedang Tanpa Wujud ~ Musnah Dalam Satu Murka!”
Tubuh Yan Ao dan Guan Zhubin terpotong menjadi dua bagian, sedangkan Shen Lao kembali memuntahkan darah segar.
“Cih, kenapa aku menjadi penyakitan seperti ini! Aku sudah menemukan perempuan yang menerima kondisiku! Aku akan hidup demi mereka, keluargaku! Aku tidak akan mati ditempat ini!” Shen Lao berdiri dan dari belakang Ruo Long menendang perutnya.
Tubuh Shen Lao terpental jauh ke belakang, sedangkan matanya menatap Ruo Long yang memegang Rantai Neraka Suci.
“Apa kau sudah menyerah, bocah?” Ruo Long menyeringai lebar, begitu juga dengan Shen Lao.
Jari tengah Shen Lao mengarah pada Ruo Long sambil menggerakkan Rantai Neraka Suci dari kejauhan, “Rantai Neraka Suci ~ Rintihan Gema Kematian!”
Seketika Ruo Long memucat wajahnya saat tangan kanannya yang memegang Rantai Neraka Suci terlilit rantai tersebut dan hancur.
Semua orang yang melihat kejadian ini tersenyum karena berpikir Shen Lao akan membunuh penyusup terakhir.