
“Kakak Qiuqiu, kenapa banyak sekali orang yang hadir dibabak final? Aku merasakan firasat buruk tentang ini...” Entah mengapa Jia Huaran memucat wajahnya setelah gadis ini duduk dipodium bersama Ling Qiuyu.
“Huahua, mungkin firasatmu saja. Jika suasana babak final lebih ramai bukankah itu wajar?” Ling Qiuyu mencoba menenangkan gadis itu karena bagaimanapun Jia Huaran tanpa sebab wajahnya terlihat pucat pasi.
Saat Jia Huaran dan Ling Qiuyu mengobrol, Kakek Nue dan Feng En berdiri dibelakang Ling Qiuyu serta Jia Huaran.
“Hormat pada Tuan Putri dan Nona Muda Ling...” Keduanya memberi hormat sebelum menjelaskan kedatangan mereka karena Sembilan Harta Phoenix mendengar kabar yang tidak enak didengar dimana salah satu Tetua Lembah Bunga Persik bekerjasama dengan Sekte Pedang Dosa.
Mendengar itu seketika Ling Qiuyu mengingat Feng Guang yang dikeluarkan dari Lembah Bunga Persik, karena dia tidak sengaja mendengar pembicaraan ini dari Chi Sumei dan Bing Caoji.
Saat Ling Qiuyu dan Jia Huaran mendengarkan cerita Kakek Nue dan Feng En tentang ratusan pendekar Sembilan Harta Phoenix yang menyusup ke Arena Bunga Persik guna melindungi Ling Qiuyu dan Jia Huaran, keduanya terkejut terlebih semua ini adalah ide Shen Lao.
Yang lebih mengejutkan ada sosok para Tetua Lembah Bunga Persik yang tidak ada dipodium dan hanya menyisakan Jing Taohen yang sedang memberikan apresiasi kepada calon Pendekar Empat Penjuru yang baru.
“Sebelum memulai pertandingan babak final para peserta dipersilahkan untuk menunjukkan kemampuan mereka.” Jing Taohen menatap sosok Shen Lao yang membuat kejutan dimana pemuda itu mengeluarkan Binatang Roh yang melegenda.
Semua orang yang berada di Arena Bunga Persik dibuat diam ketika bayangan Naga Emas muncul dilangit selama beberapa detik terlebih langit terbelah untuk sesaat.
Tak lama giliran Bing Jinxia yang melepaskan tenaga dalam dan membekukan udara serta seluruh arena pertandingan.
Saat Bing Jinxia kembali ke bangku peserta giliran Ju Xiulan yang menunjukkan kemampuannya mengendalikan tanaman disusul Chi Rong yang menunjukkan kemampuannya dalam mengontrol Aura Salju Kekal.
Melihat empat peserta yang menunjukkan kemampuannya membuat para pendekar yang hadir di Arena Bunga Persik terkesima dan takjub karena bagaimanapun keempat orang itu adalah sosok generasi muda yang kelak akan menjadi pilar aliran putih dan netral.
Jing Taohen memberikan tepuk tangan sebelum mengumumkan empat julukan yang diberikan pada empat peserta babak final.
Shen Lao mendapatkan julukan Pilar Naga, Bing Jinxia mendapatkan julukan Pilar Es, Chi Rong mendapatkan julukan Pilar Salju dan Ju Xiulan mendapatkan julukan Pilar Alam.
“Pilar Naga? Aku tidak menyangka Shen Lao terlihat sangat keren setelah berbagai macam hinaan yang diterimanya karena melawan Feng Guang pengkhianat itu.”
“Ya, terlebih dia satu-satunya peserta laki-laki.”
“Ngomong-ngomong diantara ketiga gadis itu siapa yang cocok menjadi istri Shen Lao?”
“Ah, apa yang kau katakan? Sudah pasti diriku ini pantas menjadi pendamping hidupnya!”
Beberapa pendekar membicarakan sosok calon Pendekar Empat Penjuru yang baru, sedangkan para gadis berebut mendapatkan perhatian Shen Lao yang sama sekali tidak menatap mereka.
Bertepatan dengan para pendekar yang berbincang, She Bai yang berada di arena pertandingan segera memanggil dua peserta pertama yang akan melakoni debut mereka setelah mendapatkan julukan langsung dari sosok Pendekar Empat Penjuru terkuat Jing Taohen.
“Untuk Ju Xiulan dan Chi Rong, silahkan maju kedepan!” Tepat setelah She Bai berkata demikian, Ju Xiulan dengan kecepatan tinggi terbang di udara dan menatap Chi Rong yang berjalan dengan anggun menuju arena pertandingan.
“Hei, perempuan suram. Apa perutmu itu membuatmu kesulitan berjalan? Tenang saja, karena aku akan mengalahkanmu dengan mudah!” Ju Xiulan sudah memprovokasi Chi Rong yang terlihat mendapatkan perhatian banyak pendekar laki-laki.
“Saudari Ju, apa kau cemburu? Sayang sekali karena sekeras apapun usahamu demi mendapatkan cinta Gege, aku tetap menjadi wanita pertama yang membuatnya menjadi seorang pria.” Chi Rong menjawab lebih panas, bahkan dia merasa bangga karena Shen Lao melepas keperjakaannya dengan dirinya.
Mendengar itu tanpa sadar Ju Xiulan melepaskan aura pembunuh, “Maaf, perempuan suram. Suamimu itu akan mati ditanganku.”
“Karena aku mencintainya, maka dari itu aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri.” Ju Xiulan tersenyum manis setelah berkata demikian.
Chi Rong membatin mendengarnya, ‘Dasar perempuan gila!’
She Bai segera memulai aba-aba pertandingan setelah melihat kedua peserta mengambil jarak.
“Pertandingan final antara Chi Rong melawan Ju Xiulan dimulai!”
Chi Rong segera melepaskan Aura Salju Kekal dan membekukan arena pertandingan sama seperti yang dilakukan Bing Jinxia.
Sedangkan Ju Xiulan tertawa pelan, “Pilar Alam? Jangan membuatku tertawa, kemampuanku yang sebenarnya adalah racun. Jadi panggil aku Dewi Racun, Ju Xiulan.”
Saat Ju Xiulan berkata demikian, gadis cantik yang memakai gaun hijau ini melepaskan aura tubuhnya sebelum menyemburkan api dari mulutnya.
Semua penonton tercengang, terlebih saat api yang keluar dari mulut Ju Xiulan berhasil membuat es yang membekukan arena pertandingan mencair.
“Ilusi Racun Api!”
Chi Rong melebar matanya karena bagaimanapun api yang keluar dari mulut Ju Xiulan adalah racun bukanlah api sungguhan.
Ju Xiulan bergerak cepat kedepan dan melepaskan serangan tapak dari kejauhan dimana tapak itu menciptakan udara yang memadat.
Chi Rong melepaskan aura tubuhnya dan menahan serangan tapak itu hingga ledakan tercipta saat tapak Ju Xiulan berbenturan dengan pelindung es.
“Saudari Ju, aku tidak akan mengalah!” Chi Rong yang tidak pernah bergerak dari tempatnya sekarang bergerak dan mengeluarkan pedang dari Cincin Ruang.
Dengan mengalirkan sejumlah tenaga dalam pada pedangnya, Chi Rong mengolah pernapasan, “Pernapasan Bulan!”
“Hei, yang benar saja. Jangan melakukan gerakan berlebihan, bukankah kau hamil?” Ju Xiulan panik namun dengan cepat gadis itu kembali memasang ekspresi tidak peduli.
“Dasar peri bodoh!” Ju Xiulan mengendalikan tanaman dengan aura tubuhnya yang dia manipulasi.
Akar-akar hendak melilit tubuh Chi Rong namun berhasil dipotong dengan baik oleh Peri Bunga dari Istana Bulan Biru itu.
“Chi Rong si Peri Bunga, untukmu dan Xiaxia, kalian berdua jauh dibawahku. Pemenang Turnamen Bunga Persik sudah ditentukan sejak awal, antara aku dan Laolao.” Ju Xiulan menatap dingin Chi Rong saat perempuan dari Istana Bulan Biru menebaskan pedangnya yang memancarkan cahaya terang.
“Mekar Merindu!”
Kupu-kupu berterbangan terlihat memenuhi arena pertandingan setelah Chi Rong menebaskan pedangnya. Namun bukannya Ju Xiulan yang terluka, justru Chi Rong tergeletak saat Ju Xiulan mengikat tubuh perempuan itu menggunakan akar-akar yang menjalar.
____
Udah mau End nih. Habis ini baca Immortal Warrior karya Rafli Art dong, kurang lebih MC nya mirip Shen Lao. Butuh masukan.