
Beberapa saat setelah meninggalkan Restoran Bunga Persik. Hari memang sudah mulai gelap. Saat Shen Lao kembali ke sebuah bangunan yang memiliki sembilan lantai, Ling Qiuyu terlihat menunggunya di lantai satu.
“Tuan Muda Shen, bagaimana dengan Ibukota Jiaran? Apakah kamu menemukan sesuatu?” Wajah Ling Qiuyu yang tampak murung kembali segar. Tatapan ramah yang penuh kehangatan membuat Shen Lao tersenyum bangga.
“Aku sudah menemukan sesuatu yang dapat membuat Nona Qiuyu senang. Aku akan secepatnya membuat perhitungan dengan Bangsawan Zhong.” Shen Lao mengajak Ling Qiuyu untuk berbincang.
Ling Qiuyu mendengarkan penjelasan Shen Lao dan terkejut karena pemuda ini dapat menaklukkan Tuan Putri Jia Huaran yang terkenal dingin.
“Pantas saja bau badan Tuan Muda tercium aroma wangi perempuan...” Ling Qiuyu terlihat merubah ekspresi wajahnya.
Shen Lao menatap ramah Ling Qiuyu, “Nona Qiuyu, apakah aku membuatmu cemburu?”
Ling Qiuyu memerah wajahnya dan sebisa mungkin dia bersikap dewasa mengingat umurnya terpaut jauh dari Shen Lao, “Aku tidak cemburu Tuan Muda Shen. Lagipula Tuan Putri terkenal dengan kecantikannya dan membuat semua pria yang menatapnya tergoda. Jadi wajar jika Tuan Muda Shen jatuh hati pada Tuan Putri.”
“Apa Nona Qiuyu marah denganku?” Shen Lao mendengar nada bicara Ling Qiuyu yang terdengar berbeda. Atmosfer diantara keduanya berubah memanas.
“Aku tidak marah Tuan Muda Shen. Dibandingkan diriku yang tidak cantik, Tuan Putri masih muda dan umur kalian sama...” Ling Qiuyu sangat jelas terlihat cemburu, tetapi pembawaan yang dewasa membuat Shen Lao tersenyum.
“Menurutku Nona Qiuyu adalah perempuan idaman. Selain telah berbisnis dan membuka usaha saat muda, Nona Qiuyu juga pandai memasak. Saat kita sarapan pagi bersama, aku jadi teringat masakan mendiang ibuku...”
Tubuh Ling Qiuyu bergetar mendengarnya. Tak lama Ling Qiuyu mengajak Shen Lao untuk makan malam bersama.
Seperti biasa masakan Ling Qiuyu membuat Shen Lao tersenyum penuh kerinduan pada masakan mendiang ibunya.
Selepas makam malam, Shen Lao membersihkan tubuhnya sebelum bermeditasi menyerap khasiat dari Permata Iblis yang dia simpan dalam Segel Ruang Tak Terbatas.
___
Saat matahari menyeruak masuk menembus kegelapan diiringi suara kicauan burung, Ling Qiuyu membuka kamar Shen Lao.
Alangkah terkejutnya Ling Qiuyu ketika melihat bentuk badan Shen Lao. Seketika jantungnya berdebar kencang.
Shen Lao membuka matanya dan mendapati Ling Qiuyu yang menatapnya malu-malu.
“Selamat pagi Nona Qiuyu...” Shen Lao memakai jubahnya dan menghampiri Ling Qiuyu.
”Pagi Tuan Muda Shen...” Ling Qiuyu membungkuk lembut, “Aku ingin mengajak Tuan Muda Shen sarapan pagi bersama...”
Ling Qiuyu menjelaskan bahwa Nenek Nue berhasil merekrut pendekar berkat uang yang diberikan Shen Lao. Sekitar sepuluh pendekar jiwa bergabung ke dalam Sembilan Harta Phoenix.
“Mereka kehilangan pekerjaan dan berasal dari Kekaisaran Yin...” Ling Qiuyu menambahkan.
Sup hangat buatan Ling Qiuyu menjadi nikmat tersendiri di pagi hari. Saat Shen Lao makan dengan lahap, terdapat jagung yang menempel di ujung bibirnya.
Ling Qiuyu yang melihatnya mengulurkan jari telunjuknya dan membersihkannya, “Tuan Muda Shen melihatmu makan seperti ini, aku jadi ingat saat kamu kecil.”
Ling Qiuyu tersenyum lembut padanya. Shen Lao menatap dan menjadi penikmat senyum tersebut.
Saat Nenek Nue menjelaskan kepada Shen Lao tentang perkembangan perekrutan anggota Sembilan Harta Phoenix, seorang pelayan datang dan memberitahu Shen Lao tentang kedatangan Jia Huaran.
Seketika raut wajah Ling Qiuyu berubah. Dia menatap Shen Lao menyelidik, “Tuan Muda Shen, jika tidak keberatan, hari ini aku ingin ikut bersamamu.”
“Hm, baiklah. Lagipula aku ingin memperkenalkan Nona Qiuyu kepada Tuan Putri.” Lalu Shen Lao dan Ling Qiuyu berjalan keluar bangunan. Mereka berdua melihat Jia Huaran datang bersama pengawal.
Ketika Jia Huaran dan Ling Qiuyu saling berpandangan. Shen Lao merasakan keduanya saling menatap tajam.
Namun beberapa saat kemudian, ekspresi Jia Huaran berubah, “Lao, bukankah dia pebisnis terbaik di Ibukota? Kenapa kalian berdua tinggal satu atap?”
“Ah, Tuan Putri, ini adalah Nona Qiuyu.” Shen Lao memperkenalkan Ling Qiuyu kepada Jia Huaran.
“Aku Jia Huaran, aku sudah lama ingin bertemu denganmu. Aku membangun Restoran Bunga Persik karena terinspirasi darimu...” Jia Huaran menjabat tangan Ling Qiuyu penuh antusias.
“Eh?” Shen Lao dan Ling Qiuyu terkejut dengan sikap Jia Huaran.
“Lao, kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya.” Jia Huaran ternyata sudah pernah bertemu dengan Ling Qiuyu lima tahun lalu.
Saat Ling Qiuyu baru membuka Sembilan Harta Phoenix, Jia Huaran kagum dengan kemahiran Ling Qiuyu dalam berbisnis. Setelah Sembilan Harta Phoenix semakin besar, Jia Huaran berharap bisa bertemu dengan Ling Qiuyu, tetapi dia hanya bisa bertemu dengan wanita paruh baya yang tak lain adalah Ling Xie.
“Maaf Tuan Putri, saat itu Sembilan Harta Phoenix memiliki masalah yang rumit untuk dijelaskan. Jadi untuk berjaga-jaga, identitasku sebagai pemilik Sembilan Harta Phoenix disembunyikan...” Jelas Ling Qiuyu.
Shen Lao berdiri mematung mendengarkan Jia Huaran yang berbincang dengan Ling Qiuyu.
“Ehem!”
Jia Huaran dan Ling Qiuyu langsung menatap Shen Lao.
“Aku ingin mengajakmu ke istana Lao. Aku ingin memperkenalkanmu pada ayahku.” Jia Huaran menatap Shen Lao lalu kembali menatap Ling Qiuyu, “Kakak Qiuqiu juga ikut.”
Ling Qiuyu belum sempat menjawab, tangannya sudah ditariknya. Mereka bertiga bergegas menuju istana dengan menaiki kereta kuda yang dikawal lusinan prajurit.
Dalam perjalanan Shen Lao melihat Jia Huaran dan Ling Qiuyu yang saling mengobrol akrab. Keduanya lebih cepat akrab dari yang dia pikirkan.