
“Yu‘er...” Shen Lao tersenyum melihat Ling Qiuyu menyiapkan baju tidurnya, bahkan istri keduanya memakainya padanya.
“Lao‘gege, jadi bagaimana?” Ling Qiuyu bertanya.
“Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti.” Shen Lao menatap Ling Qiuyu penuh pertanyaan.
“Masalahmu dengan Huahua,” jelas Ling Qiuyu.
“Kami berdua baikan.” Shen Lao menambahkan dirinya akan menikahi Jia Huaran jika gadis itu telah siap.
“Dasar, setidaknya mencoba mengerti perasaan kami.” Ling Qiuyu mencubit pipi Shen Lao gemas sebelum keluar kamar.
Shen Lao kebingungan dengan sikap Ling Qiuyu, tetapi dia sedikit mengerti maksud Ling Qiuyu. Bagaimanapun Chi Rong dan Ling Qiuyu bersaing untuk mendapatkan perhatiannya, membayangkan bagaimana dirinya kedepannya Shen Lao menghela napas panjang.
‘Aku sama sekali tidak memahami hati perempuan.’ Dengan tangan kanan yang menggaruk kepalanya tidak gatal, Shen Lao berjalan menuju ruang tengah penginapan dimana Chi Rong, Ling Qiuyu, Jia Huaran dan Chi Sumei telah menunggunya.
Mereka berlima makan malam bersama dipenuhi suasana bahagia, bahkan Chi Sumei selalu mengatakan bahwa dirinya tidak sabar melihat anak dari Shen Lao dan Chi Rong.
“Yu‘er, kau harus menyusul Rong’er, akan lebih baik ada dua bayi mungil ditahun depan.” Chi Sumei tertawa sendiri mengatakan itu.
Ling Qiuyu memerah wajahnya, kemudian menatap Chi Rong yang mengangkat bahunya.
Shen Lao memperhatikan Chi Rong dan Ling Qiuyu dengan seksama, ‘Apa mereka berdua dapat saling berkomunikasi hanya dengan memberi kode?’
Selesai makan malam sebenarnya Shen Lao berniat untuk berlatih, tetapi Chi Rong menghampirinya.
“Gege, sebenarnya akhir-akhir ini aku merasa aneh karena kau tahu perempuan yang telah hamil pasti akan ngidam...” Chi Rong memiringkan kepalanya, sementara jari telunjuknya menahan dagunya, “Terkadang aku ingin kita bertiga melakukan itu...”
“Kita bertiga kenapa?” Shen Lao mengangkat alisnya penasaran, namun Chi Rong terlihat kesal dan memukul lengannya.
“Lupakan! Kau menyebalkan, Gege!” Chi Rong memalingkan wajahnya.
Saat Shen Lao dan Chi Rong berdebat kecil, Ling Qiuyu datang membawa cemilan. Kemudian ikut bergabung bersama keduanya.
Disisi lain Jia Huaran sedang menjalankan rencana tersembunyi bersama Chi Sumei.
“Bukankah kau menyukai makanan manis, kenapa sekarang membencinya. Melihatmu memakan makanan pedas, membuatku khawatir apakah bayi kita akan kepedasan didalam sana?” Shen Lao menatap perut Chi Rong yang terlihat sedikit membesar saat istri pertamanya ini tidak menyentuh cemilan manis sedikitpun yang dibawa Ling Qiuyu.
Chi Rong dan Ling Qiuyu tertawa mendengar ucapan Shen Lao. Terkadang Shen Lao seperti anak kecil dimata mereka dan menunjukkan sisi lain dirinya yang membuat kedua perempuan itu gemas.
“Lagipula didalam sana adalah anakmu, Lao‘gege. Aku yakin dia tidak akan kepedasan. Tetapi aku berharap anak pertama kita adalah perempuan.” Ling Qiuyu menanggapi perkataan Shen Lao dengan candaan, namun yang terakhir dia serius.
“Aku setuju dengan Kakak Qiuqiu. Semoga anak pertama kita adalah perempuan,” sahut Chi Rong penuh antusias.
Shen Lao sepertinya tidak sependapat dengan kedua istrinya, “Aku ingin laki-laki. Aku akan mewarisi ilmuku pada anak-anakku nantinya.”
Chi Rong mengambil gelas lalu melemparkannya ke arah Shen Lao dengan keras.
“Aku yang mengandung! Jadi aku yang menentukannya!” Tegas Chi Rong membuat Shen Lao berkeringat dingin, sedangkan Ling Qiuyu tertawa lirih melihat Chi Rong yang terlihat lucu karena marah hanya hal sepele seperti ini.
Shen Lao menelan ludah, ‘Rong‘er, kau terkadang sangat galak membuatku takut... Tetapi tunggu sebentar, memang benar kau yang mengandung. Tetapi aku yang membuatnya dan kita bekerjasama melakukannya. Jadi jangan egois.’
Mendengar ucapan Ling Qiuyu, terpikir niat lain dibenak Shen Lao. Segera Shen Lao memeluk kedua istrinya itu lembut, “Jika kalian menginginkan anak perempuan, maka aku akan yang menginginkan anak laki-laki harus melakukan sesuatu bukan?”
Shen Lao menunjukkan senyum menggoda pada Ling Qiuyu dan Chi Rong.
“Gege, apa yang akan kau lakukan?” Chi Rong merasa geli saat Shen Lao mengelus perutnya dengan tangan kanan.
“Lao‘gege, jangan bertindak macam-macam. Ide liarmu berlebihan.” Sekarang Ling Qiuyu yang menggeliat pelan karena tangan kiri Shen Lao meraba perutnya dan keatas.
Shen Lao tidak menjawab melainkan membawa kedua istrinya itu menuju Jurang Abadi.
Chi Rong dan Ling Qiuyu sama-sama memerah wajahnya saat tubuh mereka sekarang berada di Jurang Abadi, tepat didepan pintu kamar yang sangat mereka kenal yakni kamar Shen Lao.
“Mari masuk, kita bertiga sudah bukan lagi anak kecil. Jadi jangan malu-malu, Rong‘er, Yu‘er...” Sekarang Shen Lao yang terlihat membuat kedua perempuan itu tidak berkutik.
Bahkan Chi Rong dan Ling Qiuyu hanya mengangguk pelan dan mengikuti setiap perkataan Shen Lao.
“Rong‘er, aku tahu kau ingin ini bukan? Aku akan mengabulkannya.” Shen Lao berjalan mendekati kedua perempuan yang berjalan mundur kebelakang saat dirinya mendekat.
Chi Rong terduduk diujung ranjang, diikuti Ling Qiuyu, melihat itu Shen Lao tersenyum tipis.
“Lao‘gege, aku tidak ingin.” Ling Qiuyu memalingkan wajahnya, bagaimanapun dia merasa malu saat mengetahui Shen Lao akan meminta kewajibannya sebagai seorang suami kepada Chi Rong dan Ling Qiuyu sekaligus.
“Gege...” Chi Rong bersemu merah pipinya dan menatap Shen Lao yang sudah melepaskan pakaian atasnya.
“Yu‘er, apa kau berpikir aku akan melakukan itu? Dan Rong‘er, kenapa wajahmu tersipu malu? Aku hanya ingin kalian berdua memijatku.” Shen Lao menatap tajam kedua istrinya itu.
“Hah?” Ling Qiuyu tercekat dan tidak percaya Shen Lao dapat menahan hasratnya, “Aku tidak percaya ini, biasanya kau selalu meminta saat tidak dapat menahannya!”
Begitu juga dengan Chi Rong yang telah terlihat cantik dan menggemaskan, berubah menjadi cantik dipenuhi kemarahan.
“Beraninya kau menyuruh istrimu yang hamil ini memijatmu hah!” Chi Rong berdiri dan menatap tajam Shen Lao sebelum menendang kakinya.
Shen Lao meringis kesakitan, namun itu menambah kekesalan Chi Rong.
“Jangan berpura-pura kesakitan!” Tegas Chi Rong dan membuat Shen Lao terdiam.
“Baik, Rong‘er!” Tanpa sadar Shen Lao menjawab karena Chi Rong terlihat menakutkan dimatanya saat marah.
Ling Qiuyu tertawa melihat Chi Rong yang memarahi Shen Lao, namun selang beberapa saat setelah suasana mencair Shen Lao merebahkan tubuhnya ke ranjang dan memberi tanda pada Chi Rong serta Ling Qiuyu untuk mendekat.
“Entah kenapa aku ingin memeluk kalian berdua...” Shen Lao berkata cukup pelan saat Chi Rong dan Ling Qiuyu baring sebelah kanan dan kirinya.
Kedua perempuan itu memerah wajahnya saat tangan Shen Lao mendekap tubuh mereka. Perlahan malam semakin berlalu, dimana malam ini adalah malam yang tidak pernah Chi Rong dan Ling Qiuyu duga, keduanya selalu penasaran dengan hal intim yang Shen Lao lakukan dengan salah satu dari mereka.
Tetapi sekarang Chi Rong dan Ling Qiuyu melihat diri satu sama lain, kegiatan malam yang panjang mereka bertiga arungi bersama, keduanya tersenyum penuh kepuasan dengan tubuh yang melekat disamping kiri dan kanan, begitu juga dengan Shen Lao yang tertidur memeluk kedua istrinya.
Hanya berbalut selimut yang menutupi tubuh mereka bertiga, sedangkan dilantai terlihat gaun dan pakaian yang berserakan.