Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 36 - Perjalanan Tuan Putri Dan Permata Ibukota


Jia Huaran dan Ling Qiuyu tidak kesulitan dalam menyerap khasiat air di dalam Kolam Aura. Berkat bimbingan Shen Lao, keduanya dapat melalui Kolam Aura tanpa kesulitan yang berarti.


Setelah membuka aura tubuhnya, Ling Qiuyu kembali berpakaian dan bermeditasi di bawah arahan Shen Lao.


“Aku sudah mewarisi ingatan Roh Dewa tentang tata cara menguasai Tubuh Dewi Pengobatan. Aku yakin kamu dapat menguasainya.” Shen Lao menaruh Mutiara Roh Hewan dan Permata Iblis di sekitar Ling Qiuyu.


“Aku akan menguasainya...” Ling Qiuyu menatap dalam wajah Shen Lao. Dia masih tidak menyangka hubungan antara dirinya dan Shen Lao telah sejauh ini.


Di sisi lain Jia Huaran sedang mencoba menyerap khasiat air yang ada di Danau Pengobatan. Dia juga sedang mempelajari beberapa teknik pengobatan yang ada di dalam Kitab Pengobatan buatan Shen Lao.


Shen Lao mengamati Jia Huaran dan Ling Qiuyu, melihat keduanya bekerja keras demi menguasai Tubuh Dewi Pengobatan dan Tubuh Dewi Kesuburan adalah suatu kebanggaan tersendiri dalam hatinya.


Waktu terus berlalu, tak terasa dua minggu telah berlalu semenjak Shen Lao membawa Ling Qiuyu dan Jia Huaran ke Jurang Abadi.


Ketika Shen Lao sampai di Sembilan Harta Phoenix, dia disambut dengan tatapan menyelidik orang tua dari dua gadis yang mendampinginya.


“Lao‘er, kamu sembunyikan Huahua dimana selama ini?”


“Lao‘er, aku tahu Qiuqiu sangat mencintaimu, tetapi tidak seperti ini caranya! Kau membuat kami sebagai orang tuanya begitu khawatir!”


Ling Qiuyu dan Jia Huaran segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada orang tua mereka.


Jia Song dan Yao Ran menatap baik-baik tubuh anaknya. Kulit Jia Huaran lebih mulus dan lembut. Bahkan putri mereka terlihat lebih cantik dari sebelumnya, terutama di bagian wajahnya.


“Huahua, apa ini sungguhan? Kamu telah mencapai Tahap Awal Pendekar Jiwa?” Yao Ran seakan tidan percaya. Bahkan Jia Song yang mendengar perkataan Yao Ran ikut terkejut.


Jia Song mengetahui tingkatan pendekar dari istrinya. Bahkan Ling Han dan Ling Xie ikut terkejut setelah Yao Ran menjelaskan kondisi tubuh Ling Qiuyu.


Shen Lao membungkukkan badannya dan meminta maaf kepada orang tua Jia Huaran dan Ling Qiuyu. Dia seharusnya meminta izin pada mereka, tetapi dia justru melupakan hal terpenting.


“Ini salah paham, Lao‘er. Kamu telah menjaga Huahua dengan baik.” Jia Song meremas rambut Shen Lao dan mengacak-acaknya.


Ling Xie menyentuh kulit Ling Qiuyu yang lebih lembut. Bahkan tubuh Ling Qiuyu semakin menggoda dan berisi, dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.


“Qiuqiu, sejak awal dirimu memanglah cantik. Tetapi sekarang kamu sangat cantik...” Perkataan Ling Xie membuat Ling Qiuyu tersipu malu.


Shen Lao melihat perkembangan Sembilan Harta Phoenix semakin besar. Bahkan dia melihat rencana yang direncanakan Ling Qiuyu.


Shen Lao menjauh ketika melihat Jia Huaran dan Ling Qiuyu berbincang dengan orang tua mereka.


Di dalam pikiran Shen Lao sekarang dia sedang merenungi perkataan Jia Huaran. Sehingga dia berniat mendatangi Pegunungan Suxue untuk menikahi Chi Rong, setelah itu dia akan menikahi Ling Qiuyu. Pikirannya semakin rumit sehingga membuat Shen Lao terdiam membisu saat pikirannya menari-nari di dalam kepalanya.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” Ling Xie dan Yao Ran datang menghampiri Shen Lao.


“Bibi Ran, Bibi Xie. Aku hanya...” Shen Lao merasa dirinya takut menyakiti perasaan Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran. Bagaimanapun dia tidak ingin memiliki kutukan ini, bahkan di dalam hidupnya dia hanya ingin membalaskan dendam kematian keluarganya.


Tetapi setelah bertemu dengan Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran, dia memiliki harapan untuk hidup lebih lama. Membangkitkan keluarganya. Sejujurnya menemukan sembilan perempuan yang tulus mencintainya adalah hal yang mustahil.


Shen Lao sempat berpikir seperti itu, namun seiring berjalannya waktu, dia memiliki kepercayaan untuk menghentikan Kutukan Sembilan Kematian.


Ling Xie menggelengkan kepalanya, “Lao‘er tetaplah hidup. Siapapun perempuan tidak ingin saling berbagi, bahkan Paman Han mempunyai istri kedua. Coba lihat baik-baik, bukankah mereka berdua tertawa lepas dan tersenyum bahagia?”


Yao Ran tersenyum mendengar perkataan Ling Xie, “Lao‘er, kamu adalah laki-laki yang beruntung. Pikirkan perasaan mereka.” Yao Ran memegang pundak Shen Lao sebelum bergabung bersama Jia Song dan Jia Huaran.


Shen Lao memejamkan matanya, perlahan beban pikirannya menghilang. Dia mengingat bahwa cepat atau lambat Gunung Hitam dan Sekte Pedang Darah akan mengumpulkan kekuatan, sebelum kedua kelompok itu bergerak, Shen Lao sudah memberikan tugas pada Kakek Nue dan Feng En untuk mencari informasi tentang kedua kelompok itu.


“Lao‘er, terimakasih karena telah membantu memperkuat militer Kekaisaran Jia.”


Shen Lao menatap Jia Song yang menyapanya, “Tidak perlu sungkan, Paman Song. Jika perlu bantuan, aku akan membantu Paman Song dan melindungi tanah air ini.”


Jia Song tersenyum lebar, “Lao‘er, sebenarnya aku masih tidak ingin melepaskan Huahua, tetapi aku melihat dia bahagia saat bersamamu. Jadi aku ada sedikit permohonan, tidak ini adalah tantangan dariku...”


Jia Song menceritakan jika putra mahkota Kekaisaran Ma tertarik menjadikan Jia Huaran dan Ling Qiuyu menjadi permaisuri dan selirnya.


“Hua‘er, Yu‘er?”


Jia Song menjelaskan jika memang banyak kaum bangsawan dan keluarga kekaisaran yang tertarik pada anaknya, tetapi ketenaran Ling Qiuyu melebihi Jia Huaran. Banyak laki-laki di luar sana yang telah mengetahui kecantikan Ling Qiuyu.


Shen Lao mengepalkan tangannya dengan erat, “Paman Song, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka. Aku akan mendapatkan kepercayaanmu yang sebenarnya!”


Ketika Shen Lao sedang berbincang dengan Jia Song, Kakek Nue datang menghampiri Shen Lao dan menjelaskan tentang pergerakan Gunung Hitam dan Sekte Pedang Darah.


“Tuan Muda, dua kelompok ini tidak melakukan pergerakan. Tetapi aku mendapatkan hal menarik...”


Kakek Nue mengetahui bahwa Sekte Pedang Dosa dan Kekaisaran Ma bekerjasama, mereka melakukan pergerakan tersembunyi di Kekaisaran Jia.


“Sekitar lima puluh pendekar agung datang bersama dua pendekar bumi dari Kekaisaran Ma. Mereka datang menuju Kekaisaran Jia.”


Wajah Jia Song, Yao Ran, Ling Han dan Ling Xie memucat. Sementara Shen Lao memejamkan matanya dan menghela napas panjang.


“Hua‘er, Yu‘er, aku akan pergi sebentar. Bisakah...”


Ling Qiuyu menutup mulut Shen Lao dengan telapak tangannya, “Aku ikut bersamamu. Ibu dan Bibi Ruo akan mengurus Sembilan Harta Phoenix.”


“Aku juga ikut bersamamu Lao...”


Shen Lao memegang pundak mereka berdua, “Hua‘er, Yu‘er. Ini bukanlah perjalanan untuk melihat pemandangan. Kalian tahu itu bukan?”


“Bukankah kamu ingin melindungi kami, Lao? Aku merasa aman jika berada didekatmu...” Jia Huaran mengedipkan matanya. Sementara Ling Qiuyu menunduk dan penuh harap Shen Lao akan mengajaknya.


Shen Lao memandang orang tua kedua perempuan ini dan meminta izin pada mereka.


“Jaga Huahua dengan baik.”


“Lao‘er, apa kamu ingin mengatasi masalah ini sendirian? Paman hanya ingin melihat tekadmu, tetapi kau seserius ini.. ”


Jia Song dan Yao Ran menatap Shen Lao dengan seksama.


“Bibi Ran, aku akan menjaga Hua‘er...” Setelah berkata demikian, Shen Lao menjelaskan pada Jia Song jika dirinya pantas mendapatkan hati Jia Huaran.


“Aku akan memberi perhitungan pada kelompok dari Kekaisaran Ma. Entah nengapa firasatku tidak enak...” Shen Lao menambahkan.


“Lao‘er, jaga Qiuqiu. Nanti Bibi Ruo yang akan mengurus Sembilan Harta Phoenix bersamaku.” Ling Xie benar-benar mempercayakan Ling Qiuyu pada Shen Lao.


“Jangan buat mereka berdua bersedih.” Ling Han hanya berkata singkat.


Shen Lao membungkuk dan memberi hormat pada orang tua Jia Huaran dan Ling Qiuyu. Kemudian dia menyuruh Ling Qiuyu dan Jia Huaran membawa barang-barang mereka sebelum melakukan perjalanan bersama.