Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 57 - Bangkitnya Pasangan Pendekar Phoenix


Chi Rong mengayunkan pedangnya dengan lincah. Bilah pedangnya mengayun dengan indah layaknya sang bunga yang mekar dalam kubangan lumpur.


Pertukaran serangan Chi Rong dengan Fu Shuang berlangsung lama. Setelah menelan Pil Salju Merah, Chi Rong merasakan tenaga dalamnya memulih.


Shen Lao tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melancarkan serangan guna melemahkan Fu Shuang.


Dengan Ilmu Pedang Tanpa Wujud, Shen Lao membentuk seribu pedang tak kasat mata. Dengan aura hitam pekat bercampur jingga yang melapisi seribu pedang tak kasat mata, Shen Lao mengontrolnya dan menyerang Fu Shuang.


“Ilmu Pedang Tanpa Wujud ~ Harimau Menerkam.”


Chi Rong segera menjauh dari Fu Shuang saat Shen Lao sudah melancarkan serangannya. Kemudian Chi Rong mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada bilah pedangnya.


“Pernapasan Bulan...” Sebelum melepaskan satu tebasan dari kejauhan, Chi Rong mengolah pernapasan, “Mengoyak Langit!”


Walau prajurit militer Kekaisaran Ma lebih unggul dalam jumlah, tetapi setelah melihat Xu Mengxian mati, bahkan sekarang Fu Shuang kewalahan menghadapi serangan kombinasi dari Shen Lao dan Chi Rong.


Fu Shuang mengernyitkan keningnya, dia melihat jelas saat Shen Lao dan Chi Rong menelan Pil Salju Merah. Tidak pernah terbayangkan jika nyawanya berada diujung tanduk karena dua pasangan.


Seribu pedang tak kasat mata yang dilepaskan Shen Lao, Fu Shuang menyambutnya dengan tebasan pedang tajam yang dipenuhi energi pedang.


“Aku tidak semudah itu kalian berdua kalahkan!” Saat pedang Fu Shuang berbenturan dengan pedang tak kasat mata milik Shen Lao ledakan tercipta.


Ledakan demi ledakan memenuhi udara saat satu demi satu pedang tak kasat mata milik Shen Lao dihancurkan Fu Shuang.


Fu Shuang menyeringai saat dirinya berhasil menghalau dan menghancurkan setiap serangan yang dilepaskan Shen Lao dan Chi Rong.


Namun senyuman itu memudar saat Fu Shuang melihat Shen Lao bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


Dengan Pedang Dewa Malam yang memancarkan aura berwarna hitam pekat, Shen Lao menebaskan pedangnya dengan penuh tenaga, “Teknik Pertama Pedang Dewa Malam : Satu Cahaya Mengoyak Kegelapan.”


Fu Shuang menyambut tebasan pedang Shen Lao. Gelombang kejut memenuhi udara saat kedua pedang mereka berbenturan. Fu Shuang melihat Shen Lao masih menyimpan kekuatan yang sebenarnya dan itu membuatnya sadar bahwa dirinya diremehkan.


Shen Lao memiliki cara pikir sendiri, tetapi saat ini dia ingin mengikuti cara Chi Rong untuk berkerjasama. Serangan kombinasi keduanya memang mematikan, hanya saja saat ini Shen Lao tidak dalam kondisi terbaiknya.


Setiap Shen Lao melepaskan tebasan, selanjutnya giliran Chi Rong yang melakukan tebasan dipenuhi tenaga dalam dan energi pedang.


Pertarungan diatas udara semakin memanas, sementara dibawah terlihat Feng En dapat membantu Panglima Lu Bu menghabisi dua komandan militer Kekaisaran Ma. Pertahanan prajurit militer Kekaisaran Ma benar-benar dihancurkan, terlebih Shen Lao tidak hanya fokus melawan Fu Shuang, melainkan pemuda itu juga berulang kali membentuk seribu pedang tak kasat mata untuk membunuh prajurit militer Kekaisaran Ma dibawah sana.


Kakek Nue juga bertarung dengan hebat melawan prajurit militer Kekaisaran Ma. Situasi di Benteng Angin Utara berpihak pada Shen Lao dan orang-orang yang bersamanya.


Shen Lao sendiri terus melancarkan serangan demi serangan untuk melemahkan Fu Shuang bersama Chi Rong.


“Phoenix... Darimana kalian berdua memiliki ilmu ini?” Fu Shuang dengan napas terengah-engah tidak dapat mengikuti pergerakan Shen Lao yang lincah.


Shen Lao tidak menjawab dan hanya memasang wajah datar tidak peduli. Dengan permainan pedangnya yang terkesan agresif sekaligus brutal, Shen Lao berkali-kali memberikan luka sayatan pada tubuh Fu Shuang.


Chi Rong yang sudah bersiap melepaskan jurus pedang dari Istana Bulan Biru sama sekali tidak diantisipasi oleh Fu Shuang.


Chi Rong mengolah pernapasan halus sambil terbang dengan kecepatan tinggi, tangan kanannya siap mengayunkan pedang yang dipenuhi energi pedang, “Mengoyak Awan!”


Fu Shuang memuntahkan darah segar diiringi dengan dadanya yang tertebas oleh pedang Chi Rong. Serangan dari pasangan ini membuat mata Fu Shuang terbuka sepenuhnya.


Fu Shuang seolah-olah sedang menyaksikan pasangan pendekar phoenix yang dapat bekerjasama dengan baik dalam melakukan serangan kombinasi.


Tidak butuh waktu lama bagi Fu Shuang mendapatkan dua tebasan menyilang dari Shen Lao. Dengan susah payah dia menahannya, tetapi Shen Lao berhasil mendaratkan dua tebasan yang dalam.


“Bagaimanapun aku tidak boleh mati disini!” Fu Shuang menutup luka dalam dengan tenaga dalamnya.


Shen Lao dan Chi Rong juga telah mengantisipasi hal ini. Sejak awal, perkiraan Chi Rong benar apa adanya. Fu Shuang akan menggunakan segenap kemampuannya untuk melarikan diri setelah tidak dapat menahan gempuran serangan gabungan antara dirinya dengan Shen Lao.


Kekuatan Shen Lao juga telah semakin menipis, terutama aura tubuhnya dan tenaga dalam. Berkat dirinya yang sama sekali tidak menurunkan tempo serangannya pada Fu Shuang, sekarang Shen Lao berhasil membuat Fu Shuang berpikir bahwa dirinya masih memiliki tenaga dalam yang tersisa.


Shen Lao mengepakkan sayapnya begitu juga dengan Chi Rong. Mereka berdua terbang memutar di udara. Hembusan api berwarna merah dan biru mewarnai kegelapan diiringi bunga-bunga persik yang berjatuhan.


“Seni Napas Phoenix!” Shen Lao dan Chi Rong hampir bersamaan menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya.


Shen Lao menggunakan tenaga dalam yang tersisa beserta energi pedang untuk melancarkan serangan penghabisan. Sementara Chi Rong masih merasakan energi yang meluap-luap berputar dalam perutnya.


Kedua bilah pedang milik Shen Lao dan Chi Rong memancarkan energi pedang yang besar. Jarak keduanya semakin mendekat dengan Fu Shuang.


Saat jarak mereka semakin mendekat, Shen Lao dan Chi Rong menebaskan pedangnya sekuat tenaga untuk membunuh Fu Shuang.


“Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Getaran Cinta Phoenix!”


Dua tebasan yang saling menyatu membentuk putaran api yang perlahan-lahan berubah menjadi bentuk menjadi phoenix pi.


Mulut phoenix api itu membuka ketika jaraknya semakin singkat dengan Fu Shuang.


Phoenix api yang membara di langit malam Benteng Angin Utara membuat pertempuran menjadi hening seketika saat Fu Shuang terbakar tubuhnya.


Suara jeritan Fu Shuang saat merasakan jurus dari teknik kombinasi pedang ganda Shen Lao dan Chi Rong membuat prajurit militer Kekaisaran Ma ketakutan. Karena bagaimanapun Fu Shuang adalah orang terkuat yang menjadi bawahan Ma Xuruo.


Shen Lao dan Chi Rong kembali mempersingkat jarak keduanya dengan Ma Xuruo. Dua tebasan menyilang memotong tubuh Fu Shuang menjadi empat bagian.


Chi Rong menatap tubuh Ma Xuruo yang terjatuh diantara ratusan prajurit militer Kekaisaran Ma. Sementara Shen Lao mencoba mengendalikan tubuhnya yang merasakan keanehan.


“Rong‘er, kamu hebat...” Shen Lao berkata sambil menarik kembali aura tubuhnya yang membungkus tubuh Chi Rong. Pemuda ini benar-benar tidak ingin melihat Chi Rong terluka, sampai dia rela membiarkan tubuhnya dipenuhi sekujur luka akibat pertarungannya melawan Fu Shuang.


Chi Rong hendak menjawab perkataan Shen Lao, namun dia merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Chi Rong merasa kepalanya begitu pusing dan perutnya terasa mual bersamaan dengan Shen Lao yang menarik aura tubuhnya.


Shen Lao menajamkan matanya dan mengeluarkan Rantai Neraka Suci. Tanpa basa-basi, Shen Lao langsung meneteskan darahnya pada rantai tersebut.


Seketika Rantai Neraka Suci memanjang dan bergerak cepat mengejar Ma Xuruo.


Bersamaan dengan bergeraknya Rantai Neraka Suci, prajurit militer Kekaisaran Ma benar-benar tidak kehilangan semangat bertempur.


Namun bagi Panglima Lu Bu, Kakek Nue dan Feng En, mereka bertiga menyaksikan lahirnya Pasangan Pendekar Phoenix. Bahkan prajurit militer Kekaisaran Ma juga merasakan hal yang sama dengan mereka bertiga.