Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 76 - Tipe Pria Ju Xiulan


Saat Patriark Lembah Bunga Persik yang bernama Jing Taohen berdiri dari kursi dipodium suasana medadak hening.


Ling Taohen terlihat memiliki perawakan yang sudah tua namun memancarkan aura kewibawaan hebat dari dalam dirinya.


Beberapa saat kemudian Jing Taohen membuka acara Turnamen Bunga Persik dan memperkenalkan sponsor utama yakni Sembilan Harta Phoenix pada semua orang yang hadir di Arena Bunga Persik.


“Selamat datang di Lembah Bunga Persik para hadirin sekalian. Sebuah kehormatan bagi kami karena dapat mengundang langsung pemilik Sembilan Harta Phoenix dan Tuan Putri Jia...” Jing Taohen tersenyum ramah pada semua hadirin.


“Untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai acara Turnamen Bunga Persik!” Jing Taohen mengakhiri pidato singkatnya, kemudian She Bai turun ke tengah lapangan dan menjelaskan aturan pertandingan.


Aturan pertandingan sederhana karena peserta dilarang saling membunuh dan dilarang keras melukai atau menghancurkan titik meridian peserta yang lain.


“Sebelum memulai acara ini, waktu dan tempat dipersilahkan untuk Nona Ling memberitahu hadiah Turnamen Bunga Persik selaku sponsor utama.” She Bai memberi hormat pada Ling Qiuyu dan mempersilahkan perempuan itu mengumumkannya.


Hadiah Turnamen Bunga Persik sendiri sangat besar karena juara pertama sampai ketiga mendapatkan sumber daya yang membantu perkembangan dan juga uang serta senjata pusaka.


“Juara pertama mendapatkan koin emas sejumlah seratus ribu, juara kedua mendapatkan koin emas sejumlah tujuh puluh lima ribu dan juara ketiga mendapatkan koin emas sejumlah lima puluh ribu.” Mendengar ucapan Ling Qiuyu seketika seluruh penonton menelan ludah, selain suaranya yang indah. Ling Qiuyu memiliki tubuh yang menjadi idaman setiap wanita tentu pria yang melihat kecantikan Ling Qiuyu terpana dalam satu kali memandang.


Bahkan Feng Erlong menyeringai mendengar ucapan Ling Qiuyu yang merdu ditelinganya, ‘Jika aku berhasil mendekatinya sama seperti yang kulakukan pada Tuan Putri Jia, maka aku akan mendapatkan dua tangkapan besar sekaligus. Mereka berdua dapat membantu perkembanganku, tidak ada salahnya seorang pendekar sepertiku memiliki lebih dari satu istri nanti.”


Namun tatapan Feng Erlong tertuju pada Chi Rong, dan tentu semua yang Feng Erlong rencanakan tidak akan terjadi.


Banyan penonton berbincang tentang hadiah Turnamen Bunga Persik yang menggiurkan. Namun masih banyak yang membicarakan sosok Shen Lao yang membuat heboh karena bertengkar dengan Feng Guang.


Selang beberapa saat rumor miring tentang Shen Lao terdengar, banyak pendekar yang membicarakan sosok Shen Lao yang melakukan pembantaian di keluarga Zhong dan membebaskan pada budak.


“Aku mengingatnya. Selain cantik, Peri Bunga merupakan pendekar perempuan jenius termuda bersama dengan Dewi Salju.”


“Tadi aku sempat melihat Peri Bunga memarahi pemuda bermarga Shen.”


“Wajar saja, lagipula pemuda bermarga Shen memiliki wajah yang tampan dan dingin, berbeda dengan Feng Erlong yang murah senyum dan penuh kepalsuan. Tetapi jika disuruh memilih, aku lebih condong ke pemuda bermarga Shen karena pria tampan dan dingin, idola perempuan. Lagipula dia benar-benar tipeku.” Saat para pendekar saling berbincang, sosok gadis yang memakai gaun hijau dan menutupi setengah wajahnya dengan kipas ikut nimbrung.


“Hei, bukankah itu perwakilan dari Bunga Kuno?”


“Lihat, dia tidak kalah cantik dengan Peri Bunga dan Dewi Salju.”


“Tatapan matanya sangat menggoda dan juga bentuk tubuhnya...” Pendekar yang menatap Ju Xiulan berkeringat dingin saat merasakan aura pembunuh.


“Berhenti membicarakan tubuh seorang gadis, dasar sampah! Makanya lelaki seperti kalian ini tidak akan pernah menjadi tokoh utama!” Ju Xiulan menatap rendah dan jijik pada puluhan pendekar pria dan berjalan beberapa langkah meninggalkan tempat para pendekar pria itu sebelum menghilang dari pandangan mereka.


Saat matahari semakin meninggi, She Bai memanggil dua peserta yang akan bertanding di acara pembuka Turnamen Bunga Persik.


Pertandingan ini mempertemukan Feng Erlong melawan pendekar muda berusia delapan belas tahun dari salah satu sekte kecil di Kekaisaran Jia.


Feng Erlong berjalan penuh percaya diri menuju arena tengah lapangan dan melambaikan tangan pada para gadis yang berteriak padanya.


Saat Feng Erlong dan pendekar muda yang menjadi lawannya berdiri berhadapan, segera She Bai memulai pertandingan pembuka Turnamen Bunga Persik.