
Setelah sampai di penginapan Sembilan Harta Phoenix, Shen Lao merendamkan tubuhnya di kolam air panas, sedangkan Ling Qiuyu membasuh punggungnya.
“Rong‘er kemana?” Shen Lao bertanya karena setelah pulang dari Arena Bunga Persik, istri pertamanya itu langsung masuk ke dalam penginapan Istana Bulan Biru dan belum menampakkan diri sampai sekarang.
Ling Qiuyu menggelengkan kepalanya pelan, “Rongrong kecapean. Sebenarnya aku juga ingin istirahat, tetapi aku ingin melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istri.”
Dengan nada sedikit menyindir, Ling Qiuyu mengembungkan pipinya terlihat manja. Melihat itu Shen Lao tersenyum dan mencubit pipi Ling Qiuyu dengan gemas.
“Kakak Qiuqiu aku masuk-”
Shen Lao dan Ling Qiuyu tertangkap basah Jia Huaran sedang mandi bersama, pandangan mata Jia Huaran melihat sesuatu yang membuat kepalanya pening tepat diantara celah paha Shen Lao.
“Lao! Kamu mesum!” Jia Huaran membanting pintu dan berlari.
“Ah, gawat. Kenapa kamu tidak menutupnya dengan kain?!” Ling Qiuyu menatap kebawah badan Shen Lao dan menghela napas panjang.
Shen Lao baru sadar dan menenggelamkan badannya, “Kau tidak perlu terlalu memikirkannya, Yu‘er. Lagipula Hua‘er sudah besar.”
Shen Lao justru tersenyum, melihat itu Ling Qiuyu segera mandi dengan cepat dan membasuh tubuhnya.
“Apa perlu aku memijatmu Yu‘er?” Shen Lao mengajukan diri karena melihat Ling Qiuyu kelelahan.
Ling Qiuyu menatap tajam Shen Lao yang tersenyum padanya, “Sepertinya aku terlalu memanjakanmu, Lao‘gege. Jika kau memijatku, maka lain sudah ceritanya. Dan satu lagi...”
“Hmmm... Ada apa?” Shen Lao melihat Ling Qiuyu yang memakai kain penutup tubuh dan membuka pintu.
Ling Qiuyu mengedipkan matanya sambil berkata, “Tidak ada jatah untukmu malam ini.”
Shen Lao tahu Ling Qiuyu akan segera tidur sama seperti Chi Rong. Sehingga diia menikmati waktu luangnya sendiran dengan berendam di kolam air panas.
Bersamaan dengan Shen Lao yang berendam di kolam air panas, suasana di Paviliun Bunga Persik nampak tegang karena Feng Guang diketahui telah memperkosa gadis-gadis belasan tahun bahkan perempuan di berbagai kota yang tersebar di Kekaisaran Jia.
Bukan itu saja, ternyata sifat Feng Guang ini menurun kepada Feng Erlong yang juga telah diketahui meniduri puluhan gadis yang mengidolakannya di Lembah Bunga Persik.
Dan itu menjadi alasan utama mengapa banyak gadis yang terlihat murung akhir-akhir ini di Lembah Bunga Persik, bahkan kebanyakan dari mereka bunuh diri.
“Masalah ini aku ingin Saudara Bing, Saudari Chi dan Panglima Lu tidak membeberkannya. Sebagai gantinya, aku akan mengeluarkan kedua orang ini dari Lembah Bunga Persik.” Jing Taohen mengatakan keputusannya.
Seketika wajah Feng Guang memucat, “Patriark! Apa perlu mengeluarkanku? Kekuatan Lembah Bunga Persik akan melemah! Setidaknya izinkan aku menebus-”
“Apa yang kau bicarakan? Bahkan tadi kau mencoba meniduri salah satu peserta bernama Ju Xiulan, beruntung Ju Xiulan memiliki ilmu yang tinggi.” Jing Taohen menggelengkan kepalanya melihat Feng Guang menunjukkan sifatnya.
Chi Sumei memejamkan matanya dan berniat undur diri, “Aku tidak akan membahas masalah ini, jika kedua orang ini mendapatkan hukuman yang setimpal lagian aku tidak ingin berurusan terlalu jauh dengan sekte tetangga.”
Chi Sumei berdiri dan kembali ke penginapan Istana Bulan Biru, sedangkan Bing Caoji mengkhawatirkan kondisi Bing Jinxia yang sempat diajak Feng Erlong berjalan bersama.
Tidak banyak orang yang berani berbuat demikian, karena bagaimanapun kemampuan Jing Taohen diantara Pendekar Empat Penjuru merupakan yang terkuat, tetapi Bing Caoji tentu tidak merasa takut terhadap Jing Taohen.
“Mulai detik ini, Feng Guang, kau dan Feng Erlong dikeluarkan dari Lembah Bunga Persik. Aku akan memberimu batas waktu sampai besok untuk kalian berdua mengemasi barang.” Jing Taohen menatap tajam Feng Guang.
Tanpa bisa berkata apapun, Feng Guang meninggalkan Paviliun Bunga Persik bersama sejuta rasa malu yang hinggap dihatinya.
Sementara itu ditempat lain terlihat Bing Jinxia memandang rendah Feng Erlong yang berniat melakukan sesuatu yang bejat pada dirinya.
“Saudara Feng, aku menerima ajakanmu karena ingin memastikan apakah pria tampan dan jenius memiliki sifat yang sama. Ternyata malam ini aku bisa mengetahui arti dari perasaan ini.” Bing Jinxia menatap rendah Feng Erlong dan membekukan seluruh tubuh pria dari Lembah Bunga Persik tersebut.
“Bing Jinxia! Kemanapun kau pergi aku akan selalu mengejarmu! Aku akan membuat kau dan Chi Rong menjadi milikku!” Feng Erlong seperti orang gila berkata demikian.
“Xiaxia, kenapa tidak kau bunuh saja cacing ini?” Ju Xiulan bahkan sudah tidak menganggap Feng Erlong sebagai manusia.
“Saudari Ju?” Bing Jinxia terkejut Ju Xiulan muncul dibelakangnya.
“Xiaxia, panggil aku Lanlan. Aku tidak benci perempuan sepertimu, karena kita memiliki banyak kemiripan.” Tangan Ju Xiulan meraba perut Bing Jinxia dan berbisik pelan, “Terutama tubuh kita ini istimewa...”
Seketika Bing Jinxia menjauh dari Ju Xiulan dan menatapnya curiga, “Maaf, Saudari Ju, aku wanita normal. Aku bukanlah orang yang menyukai sesama jenis.”
“Hah? Bukan itu maksudku, Xiaxia.” Ju Xiulan ingin mengatakan sesuatu lebih, namun Bing Jinxia menjaga jarak darinya.
“Maaf Saudari Ju, aku masih normal.” Bing Jinxia segera pergi dengan cepat meninggalkan Ju Xiulan.
Feng Erlong tertawa melihat bentuk tubuh Bing Jinxia dari belakang, ‘Tidak kusangka Dewi Es tidak menyadari minuman yang kutawarkan padanya telah kuberi pil perangsang. Tinggal menunggu waktu, aku akan merebut kesuciannya dan menghancurkan keangkuhannya!’
Feng Erlong menghancurkan es yang membekukan tubuhnya, namun saat pria itu hendak berlari tubuhnya mendapatkan tendangan dari Ju Xiulan.
“Cacing sepertimu pantasnya menggeliat ditanah!” Ju Xiulan melampiaskan kekesalannya dengan menginjak kepala serta wajah Feng Erlong.
‘Aku juga wanita normal! Bagaimana mungkin dia menganggapku tidak normal dan menyukai sesama jenis?!’ Ju Xiulan menarik napasnya panjang dan menenangkan dirinya.
“Sebaiknya aku kembali. Setelah menyelesaikan misiku mereka berjanji akan membebaskan orang tuaku. Aku harus kuat...” Ju Xiulan tersenyum kecut bahkan hampir menangis.
“Sialan! Apa kau sadar apa yang kau lakukan pada diriku-”
“Siapa yang mengizinkanmu berteriak padaku?!” Ju Xiulan melepaskan tendangan yang penuh tenaga dalam tepat diwajah Feng Erlong hingga membuat pria itu meringis kesakitan ditanah bahkan hampir pingsan.
Setelah itu Ju Xiulan terbang dan memandang Lembah Bunga Persik dari atas. Melihat keramaian Lembah Bunga Persik dimalam hari membuat hati Ju Xiulan tersayat.
‘Nyawa orang yang kukenal lebih berharga daripada nyawa orang asing. Aku tidak boleh mundur setelah berbuat sejauh ini...’ Ju Xiulan membatin dan memejamkan matanya secara perlahan.